Uptodai.com - Mengenali gejala kanker usus sejak dini menjadi hal yang sangat krusial, terutama bagi generasi muda seperti Gen Z yang sering kali mengabaikan kondisi tubuh mereka. Banyak anak muda menganggap remeh gangguan pencernaan ringan dan mengira hal itu hanya masalah biasa akibat salah makan. Padahal, keterlambatan penanganan bisa berakibat fatal karena sel kanker terus berkembang tanpa disadari.

Gaya hidup modern yang tinggi konsumsi makanan cepat saji dan kurang serat turut memicu peningkatan kasus ini pada usia produktif. Para ahli kesehatan kini terus menyuarakan pentingnya kewaspadaan terhadap perubahan sekecil apa pun pada tubuh. Jangan sampai penyesalan datang terlambat hanya karena kita terlalu cuek dengan kesehatan pencernaan.

Mengapa Gejala Kanker Usus Sering Kali Terlambat Disadari?

John Nathanson, M.D., seorang ahli gastroenterologi dari NewYork-Presbyterian/Columbia University Irving Medical Center, menjelaskan bahwa ciri kanker kolorektal ini kerap berkembang tanpa menunjukkan tanda yang jelas. Pasien sering kali baru datang ke dokter setelah kondisi penyakitnya memasuki stadium lanjut. Gejala awal yang muncul biasanya sangat samar sehingga membingungkan penderita.

Dr. Nathanson menambahkan bahwa ketika penyakit ini mulai menimbulkan keluhan, masyarakat sering salah mengartikannya sebagai penyakit lain. Mereka kerap mengira gangguan tersebut hanyalah wasir biasa, infeksi saluran pencernaan, atau sekadar sembelit akibat kurang minum. Akibatnya, pengobatan yang tepat menjadi tertunda dan sel kanker memiliki waktu untuk menyebar lebih luas.

Senada dengan hal itu, Pratima Dibba, M.D., spesialis gastroenterologi dari Medical Offices of Manhattan, menyebutkan bahwa tanda awal penyakit ini memang tergolong sangat ringan. Sifatnya yang tidak ekstrem membuat banyak orang, khususnya anak muda, memilih untuk mengabaikannya. Seiring berjalannya waktu, kondisi ini akan terus memburuk dan merusak fungsi usus secara perlahan.

Pentingnya Deteksi Dini Kanker dan Tanda yang Wajib Diwaspadai

Kedua ahli tersebut sepakat bahwa pendarahan pada dubur atau adanya darah pada tinja merupakan alarm utama yang harus segera diperiksakan. Dr. Dibba mengingatkan masyarakat agar tidak langsung menyimpulkan bahwa darah tersebut hanya berasal dari ambeien atau wasir. Pemeriksaan medis secara menyeluruh menjadi satu-satunya cara untuk memastikan penyebab pastinya.

Data dari Cleveland Clinic menyebutkan bahwa darah yang keluar saat buang air besar bisa bersumber dari bagian mana saja di sepanjang saluran pencernaan. Selain pendarahan, gejala lain yang patut dicurigai adalah penurunan berat badan secara drastis tanpa alasan yang jelas. Penderita juga sering merasakan nyeri perut yang hebat serta perubahan pola buang air besar yang tidak biasa secara terus-menerus.

Melakukan deteksi dini kanker memberikan peluang kesembuhan yang jauh lebih tinggi bagi para penderita. Johns Hopkins Medicine melansir bahwa jika kanker usus besar ditemukan pada tahap awal, tingkat kelangsungan hidup pasien selama lima tahun ke depan mencapai 90 persen. Oleh karena itu, konsultasikan dengan dokter mengenai waktu yang tepat untuk menjalani pemeriksaan kolonoskopi secara rutin.