KPBB: Elektrifikasi Kendaraan Lebih Efektif Dibanding B50
Uptodai.com - Langkah elektrifikasi kendaraan dinilai jauh lebih efektif dalam memperkuat ketahanan energi nasional dan menekan emisi karbon dibandingkan hanya mengandalkan program biodiesel B50. Koalisi Penghapusan Bensin Bertimbal (KPBB) menegaskan bahwa transisi ke transportasi bertenaga baterai harus menjadi fokus utama pemerintah. Kebijakan ini dianggap sebagai solusi jangka panjang yang lebih berkelanjutan untuk sektor transportasi Indonesia.
Direktur Eksekutif KPBB, Ahmad Safrudin, menjelaskan bahwa penerapan bahan bakar B50 memang menjadi bagian dari transisi energi yang sulit dihindari saat ini. Namun, penggunaan campuran minyak sawit sebesar 50 persen tersebut menyimpan risiko teknis pada mesin kendaraan. Jika dipaksakan tanpa penyesuaian spesifikasi, bahan bakar ini berpotensi memicu kerusakan mesin yang fatal.
Menurut Ahmad, kendaraan diesel modern berstandar Euro 4 yang diproduksi sejak tahun 2022 umumnya tidak direkomendasikan menggunakan B50. Mesin berspesifikasi tinggi memerlukan bahan bakar presisi yang sesuai dengan standar pabrikan agar performanya tetap terjaga. Oleh karena itu, aspek kompatibilitas kendaraan wajib menjadi pertimbangan utama dalam merumuskan kebijakan energi baru.
Tantangan Transisi Energi dan Target Net Zero Emission
Indonesia saat ini tengah berkomitmen mencapai target Net Zero Emission (NZE) pada tahun 2060 atau lebih cepat. Dalam mendukung visi tersebut, percepatan ekosistem kendaraan listrik memegang peranan yang sangat krusial. Selain mengurangi ketergantungan pada impor bahan bakar minyak (BBM), langkah ini juga efektif menekan polusi udara di kota-kota besar.
Meskipun program biodiesel seperti B35 hingga B50 dapat menekan penggunaan solar murni, efisiensi jangka panjangnya dinilai masih kalah dibanding kendaraan listrik. Proses produksi biodiesel juga kerap dihadapkan pada isu deforestasi dan konflik lahan sawit. Sebaliknya, energi listrik dapat bersumber dari berbagai pembangkit energi baru terbarukan (EBT) yang lebih ramah lingkungan.
KPBB mendorong agar program kendaraan listrik yang sudah menjadi agenda nasional segera dipercepat implementasinya. Dengan fokus pada infrastruktur pengisian daya dan insentif bagi konsumen, ketahanan energi nasional dapat dicapai dengan cara yang lebih sederhana. Sinergi antara kebijakan hulu dan hilir sangat dibutuhkan agar transisi energi ini berjalan optimal.