Uptodai.com - Isu mengenai kabar PHK karyawan Tokopedia hingga mencapai 90 persen akhirnya membuat Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI turun tangan untuk melakukan klarifikasi. Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, memfasilitasi pertemuan langsung antara manajemen TikTok, Tokopedia, dan Kementerian Ketenagakerjaan. Langkah cepat ini diambil guna meredam kepanikan publik serta memastikan perlindungan hak-hak pekerja dalam negeri tetap terjaga dengan baik. Pertemuan tersebut menjadi ruang dialog untuk meluruskan berbagai spekulasi liar yang beredar di media sosial sepekan terakhir.

Executive Director of Tokopedia and TikTok Shop Indonesia, Stephanie Susilo, secara tegas membantah kabar miring mengenai pemecatan massal tersebut. Beliau menjelaskan bahwa langkah yang sedang berjalan saat ini bukanlah pemutusan hubungan kerja, melainkan penataan organisasi dan mobilitas internal karyawan. Menurutnya, perusahaan justru sedang berupaya menyelaraskan struktur tim pasca-merger demi efisiensi operasional jangka panjang. Beberapa karyawan memang memutuskan untuk mengambil paket kompensasi secara sukarela dan beralih ke lini bisnis lain di bawah naungan grup.

Latar Belakang Akuisisi dan Dinamika Pasar E-Commerce

Sebagai informasi tambahan, dinamika ini tidak lepas dari keputusan raksasa teknologi asal China, ByteDance, yang mengakuisisi mayoritas saham Tokopedia dari GoTo Group pada akhir tahun lalu. Investasi senilai 1,5 miliar dolar AS tersebut dilakukan agar TikTok Shop dapat kembali beroperasi di Indonesia setelah sempat dilarang oleh regulasi pemerintah. Penyatuan dua kekuatan besar ini tentu menuntut adanya integrasi sistem teknologi serta restrukturisasi sumber daya manusia yang sangat masif. Persaingan ketat dengan kompetitor regional seperti Shopee dan Lazada juga memaksa manajemen untuk terus melakukan adaptasi bisnis yang cepat.

Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Ketenagakerjaan terus memantau proses transisi korporasi ini agar tidak merugikan tenaga kerja lokal. Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli, mengapresiasi langkah manajemen yang tetap membuka ruang bagi karyawan untuk berkarier di lini usaha lain dalam ekosistem grup mereka. Fleksibilitas ini dinilai sebagai solusi cerdas untuk menghindari badai pemutusan hubungan kerja yang kerap menghantui industri startup digital saat ini. Pemerintah juga berkomitmen untuk terus mengawal kepatuhan regulasi ketenagakerjaan demi menjaga stabilitas ekonomi nasional.

Klarifikasi Lowongan Kerja Baru dan Isu 90 Persen PHK

Sebelumnya, sempat beredar rumor hangat yang menyebutkan bahwa sekitar 450 pekerja di divisi teknologi Tokopedia terkena dampak pengurangan staf. Kabar tersebut mengklaim bahwa gelombang pemecatan ini menyisakan hanya sebagian kecil dari total ribuan karyawan yang ada sejak proses akuisisi selesai. Namun, Stephanie Susilo mematahkan spekulasi tersebut dengan mengumumkan bahwa perusahaan saat ini justru sedang membuka rekrutmen aktif. Tokopedia kini tengah mencari talenta baru untuk mengisi lebih dari 100 posisi strategis di Indonesia guna mendukung ekspansi bisnis mereka ke depan.