Uptodai.com - Fenomena kiamat CD kini benar-benar menjadi kenyataan setelah Sony memutuskan untuk menghentikan produksi cakram fisik secara massal. Langkah drastis ini ditandai dengan konversi pabrik cakram legendaris milik Sony Digital Audio Disc Corporation (DADC) di Thalgau, Salzburg, Austria. Perusahaan raksasa asal Jepang tersebut menggelontorkan investasi fantastis sebesar 30 juta euro atau sekitar Rp 624 miliar untuk proyek transisi ini. Nantinya, fasilitas tersebut akan sepenuhnya dialihfungsikan menjadi pabrik pembuatan lensa mikro optik (optical microlenses).

Keputusan ini sejalan dengan tren global di mana media fisik terus tergerus oleh dominasi distribusi digital dan layanan streaming. Sony sendiri telah mengumumkan bahwa platform PlayStation akan sepenuhnya beralih ke sistem distribusi digital mulai Januari 2028. Pergeseran perilaku konsumen yang lebih memilih mengunduh game secara instan membuat produksi kaset fisik tidak lagi efisien secara bisnis. Oleh karena itu, langkah transformasi ini dinilai sebagai keputusan logis demi menjaga keberlangsungan perusahaan di era modern.

Teknologi Lensa Mikro Optik untuk Otomotif

Lensa mikro optik yang akan diproduksi di pabrik Thalgau merupakan komponen canggih yang berfungsi untuk memanipulasi arah cahaya. Teknologi ini sangat krusial dan banyak diaplikasikan pada sensor kamera modern, perangkat augmented reality (AR), virtual reality (VR), hingga peralatan medis. Namun, salah satu penggunaan paling masif dari teknologi ini adalah pada sistem lampu sen mobil masa kini. Cahaya lampu sen yang bergerak dinamis ke kanan atau kiri memanfaatkan presisi tinggi dari lensa mikro optik buatan Sony ini.

Saat ini, fasilitas produksi Sony di Thalgau masih memproduksi sekitar 600.000 keping cakram setiap harinya untuk memenuhi kebutuhan pasar global. Sekitar setengah dari total produksi harian tersebut dialokasikan khusus untuk memenuhi pasokan game fisik PlayStation. Namun, CEO Sony DADC Dietmar Tanzer memproyeksikan angka produksi tersebut akan merosot tajam hingga tersisa 10 persen saja pada tahun 2028. Penurunan drastis ini menandai akhir dari kejayaan media fisik yang telah menemani para gamer selama puluhan tahun.

Nasib Karyawan dan Sejarah Pabrik Sony

Sebelum transformasi di Austria ini, Sony sebenarnya telah menutup pabrik cakram massal mereka di Terre Haute, Indiana, Amerika Serikat pada tahun 2022 lalu. Pabrik legendaris di Amerika tersebut tercatat telah memproduksi lebih dari 23 miliar cakram sejak pertama kali beroperasi pada tahun 1983. Penutupan fasilitas di berbagai belahan dunia ini mempertegas bahwa industri media fisik memang sedang berada di ujung tanduk. Meskipun demikian, Sony tetap berkomitmen untuk memanfaatkan sisa kapasitas produksi yang ada di fasilitas lain guna memenuhi permintaan pasar yang tersisa.

Meskipun terjadi perubahan lini produksi yang sangat radikal, Sony berkomitmen untuk tidak melakukan pemutusan hubungan kerja massal di Thalgau. Dietmar Tanzer menegaskan bahwa sekitar 300 karyawan yang ada saat ini akan tetap dipertahankan oleh perusahaan. Para pekerja tersebut akan segera menjalani program pelatihan ulang (retraining) intensif agar siap mengoperasikan teknologi pembuatan lensa mikro optik. Sony menargetkan proses produksi perdana komponen optik otomotif ini dapat dimulai sepenuhnya pada tahun depan.