Uptodai.com - Rencana peluncuran perangkat AI OpenAI terbaru kini menjadi sorotan hangat di tengah perseteruan hukum yang memanas dengan Apple. Perusahaan besutan Sam Altman ini dituduh melakukan pencurian rahasia dagang serta membajak ratusan talenta berbakat dari raksasa Cupertino. Namun, alih-alih meredup, OpenAI justru dilaporkan siap menggebrak pasar teknologi dengan merilis perangkat keras pertamanya yang berbentuk speaker pintar portabel.

Langkah ini menandai babak baru bagi OpenAI yang sebelumnya hanya berfokus pada pengembangan perangkat lunak seperti ChatGPT. Industri teknologi saat ini memang sedang berlomba-lomba melahirkan gawai berbasis kecerdasan buatan, seperti yang sebelumnya dicoba oleh Humane AI Pin dan Rabbit R1. Kehadiran speaker pintar ini diharapkan mampu mendefinisikan ulang cara manusia berinteraksi dengan teknologi di dalam rumah mereka.

Perseteruan hukum antara Apple dan OpenAI sendiri dipicu oleh migrasi besar-besaran para ahli kecerdasan buatan ke perusahaan pimpinan Sam Altman tersebut. Apple merasa dirugikan karena rahasia pengembangan teknologi internal mereka berpotensi bocor ke pihak kompetitor. Kendati demikian, OpenAI tetap melaju kencang dengan memanfaatkan keahlian para mantan desainer iPhone untuk merancang produk revolusioner ini.

Kolaborasi Mewah dengan Mantan Desainer Apple

Ambisi besar ini tidak main-main karena OpenAI telah mengakuisisi io, sebuah startup besutan desainer legendaris Jony Ive, senilai US$6,5 miliar atau sekitar Rp117 triliun pada tahun 2025. Proyek ambisius ini juga digarap bersama LoveFrom, studio desain milik Ive yang melibatkan banyak mantan insinyur Apple. Kolaborasi ini tentu menjadi ironi tersendiri mengingat Apple tengah menggugat OpenAI atas tuduhan pembajakan karyawan.

Fitur Canggih Pendamping AI Manusia

Perangkat ini dirancang bukan sekadar sebagai pemutar musik biasa, melainkan sebagai asisten rumah tangga yang sangat intuitif. Dilengkapi dengan kamera canggih dan sensor spasial, gawai ini mampu memahami konteks lingkungan sekitar pengguna secara real-time. Pengguna dapat mengendalikan ekosistem rumah pintar, memutar media, hingga melakukan percakapan natural yang ditenagai oleh model bahasa besar tercanggih.

Peluncuran produk ini juga dinilai strategis bagi OpenAI untuk mendiversifikasi sumber pendapatan mereka sebelum melakukan penawaran saham perdana (IPO). Dengan memiliki lini produk fisik, mereka tidak lagi bergantung sepenuhnya pada model langganan perangkat lunak. Meskipun OpenAI belum memberikan pernyataan resmi, kehadiran produk ini diprediksi akan mengubah peta persaingan pasar rumah pintar global.