Uptodai.com - Kehadiran mobil listrik Ferrari Luce EV di pasar otomotif tanah air akhirnya mendapatkan titik terang meskipun sempat menuai kontroversi di kancah global. PT Eurokars Prima Utama (EPU) selaku agen pemegang merek resmi Ferrari di Indonesia mengonfirmasi bahwa kendaraan ramah lingkungan ini dipastikan akan mengaspal di tanah air. Walau demikian, pihak manajemen masih enggan membeberkan tanggal peluncuran resminya secara mendetail kepada publik.

General Manager PT Eurokars Prima Utama, Nini Chiandra, menegaskan bahwa konsumen loyal di Indonesia selalu menantikan setiap inovasi terbaru dari Maranello. Ia sangat optimis bahwa model ini memiliki segmen pasar tersendiri yang sangat potensial di dalam negeri. Penantian konsumen premium di Indonesia dinilai cukup tinggi untuk merasakan sensasi berkendara dengan teknologi elektrifikasi berlogo kuda jingkrak ini.

Kontroversi Desain dan Reaksi Pasar Global

Sebelumnya, debut global Luce EV pada Mei 2026 justru diwarnai oleh gelombang kritik tajam dari para loyalis dan pengamat otomotif dunia. Banyak pihak menilai bahwa desain eksterior mobil listrik perdana Ferrari ini terlalu radikal dan meninggalkan estetika khas pabrikan Italia tersebut. Bahkan, mantan bos Ferrari Luca Di Montezemolo turut menyuarakan kekecewaannya karena menilai kendaraan ini kehilangan “jiwa” emosionalnya.

Sentimen negatif publik ini sempat berimbas langsung pada sektor finansial dengan anjloknya saham Ferrari sebesar 8 persen di bursa Milan. Para analis menyebut fenomena ini sebagai reaksi penolakan atau “design hate” massal terhadap arah baru desain pabrikan. Kendati demikian, Ferrari tampaknya tetap bergeming dan terus melanjutkan rencana ekspansi global mereka ke berbagai negara berkembang.

Geliat Pasar Kendaraan Listrik Premium di Indonesia

Tren elektrifikasi di segmen kendaraan mewah Indonesia sendiri memang sedang mengalami pertumbuhan yang cukup signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Berbagai pabrikan supercar dan mobil premium mulai berlomba-lomba menghadirkan varian ramah lingkungan untuk memenuhi tuntutan pasar global. Kehadiran infrastruktur pengisian daya cepat yang semakin merata di kota-kota besar turut mendorong kepercayaan diri para importir untuk memboyong lini EV terbaik mereka.

Langkah Ferrari merilis Luce EV sebenarnya merupakan bagian dari strategi jangka panjang mereka untuk mencapai netralitas karbon. PT Eurokars Prima Utama pun kabarnya tengah mempersiapkan berbagai fasilitas pendukung serta teknisi ahli yang tersertifikasi khusus untuk menangani teknologi baterai canggih ini. Dengan demikian, para konglomerat tanah air tidak perlu khawatir mengenai layanan purnajual dan perawatan supercar bertenaga senyap ini di masa depan.