Ilmuwan temukan lokasi MH370: Malaysia Lanjut Pencarian Dasar Laut
Uptodai.com - Titik terang dalam misteri penerbangan terbesar dunia kembali menyeruak setelah seorang ilmuwan mengklaim telah memecahkan teka-teki yang bertahan selama lebih dari satu dekade. Ilmuwan temukan lokasi MH370 yang hilang sejak tahun 2014, memberikan harapan baru bagi keluarga 239 penumpang dan kru yang berada di dalamnya.
Klaim ilmiah ini muncul bertepatan dengan rencana Pemerintah Malaysia untuk kembali meluncurkan operasi pencarian berskala besar. Kementerian Transportasi Malaysia mengumumkan bahwa operasi pencarian dasar laut akan dilanjutkan pada akhir tahun 2025.
Langkah ini diambil sebagai upaya terakhir yang terstruktur untuk mengakhiri spekulasi panjang mengenai nasib pesawat Malaysia Airlines Penerbangan 370 tersebut. Jika berhasil, pencarian ini akan menutup salah satu bab paling misterius dalam sejarah penerbangan modern.
Klaim Ilmuwan Temukan Lokasi MH370 di Samudra Hindia
Ilmuwan yang membuat klaim mengejutkan ini adalah Vincent Lyne, seorang peneliti tambahan di Institute for Marine and Antarctic Studies, University of Tasmania, Australia. Lyne menyebut bahwa misteri hilangnya MH370 dapat dipecahkan melalui analisis mendalam data sains kelautan dan dinamika pergerakan air.
Dalam sebuah unggahan berjudul “Mystery of MH370 Solved by Science” di platform LinkedIn, Lyne menjabarkan teorinya yang berfokus pada sebuah fitur geografis spesifik. Ia meyakini pesawat nahas tersebut tenggelam di perairan yang sangat dalam, tepatnya di area yang dikenal sebagai Broken Ridge.
Broken Ridge merupakan dataran besar yang terletak di dasar Samudra Hindia bagian tenggara. Menurut perhitungan Lyne, pesawat itu jatuh di lubang sedalam sekitar 20.000 kaki atau lebih dari 6.000 meter.
Lyne bahkan berani berspekulasi bahwa pilot MH370, Zaharie Ahmad Shah, secara sengaja mengarahkan pesawat menuju wilayah yang terpencil dan terjal tersebut. Ia menyebut lanskap wilayah itu sebagai lokasi yang “sempurna” untuk menghilangkan pesawat dari pelacakan dan jangkauan manusia. Klaim ini secara signifikan mengubah narasi yang selama ini beredar mengenai insiden tersebut.
Pencarian Baru dengan Skema ‘No Find, No Fee’
Terlepas dari klaim ilmiah yang masih memerlukan verifikasi, Pemerintah Malaysia tetap bergerak maju dengan rencana pencarian yang lebih terstruktur. Kementerian Transportasi Malaysia mengumumkan telah mencapai kesepakatan dengan perusahaan eksplorasi maritim, Ocean Infinity.
Operasi pencarian terbaru ini dijadwalkan berlangsung secara bertahap selama 55 hari, dimulai pada Selasa, 30 Desember 2025. Ocean Infinity akan menyisir area baru seluas 15.000 kilometer persegi di Samudra Hindia yang sebelumnya belum pernah dijelajahi oleh tim manapun.
Kesepakatan yang digunakan adalah skema berbasis hasil yang ketat, dikenal sebagai ‘no find, no fee’. Berdasarkan skema ini, Pemerintah Malaysia hanya akan membayar Ocean Infinity sebesar US$70 juta atau setara dengan Rp1,1 triliun jika puing-puing pesawat berhasil ditemukan dan diverifikasi secara sah.
Misteri Terbesar dalam Sejarah Penerbangan Modern
Hilangnya MH370 pada 8 Maret 2014 saat dalam perjalanan dari Kuala Lumpur menuju Beijing telah memicu salah satu operasi pencarian paling mahal dan ekstensif dalam sejarah. Berbagai upaya pencarian internasional sebelumnya gagal total, meninggalkan keluarga korban dalam ketidakpastian selama lebih dari satu dekade.
Meskipun puing-puing kecil yang terdampar di pantai Afrika dan pulau-pulau di Samudra Hindia Barat telah dikonfirmasi berasal dari MH370, lokasi badan utama pesawat tetap menjadi misteri. Puing-puing ini hanya mengonfirmasi bahwa pesawat memang jatuh di Samudra Hindia, tetapi tidak memberikan petunjuk pasti mengenai titik jatuhnya.
Oleh karena itu, klaim Lyne dan dimulainya kembali pencarian oleh Ocean Infinity menjadi titik fokus harapan terakhir bagi banyak pihak. Lyne sendiri menolak teori umum yang menyebut kecelakaan terjadi akibat kehabisan bahan bakar secara tidak sengaja, semakin memperkuat narasi bahwa insiden ini merupakan tindakan yang disengaja.