Uptodai.com - Kemenangan penting berhasil diamankan Persija Jakarta pada awal tahun 2026. Macan Kemayoran sukses menaklukkan Persijap Jepara dengan skor 2-0 dalam lanjutan pekan ke-16 Super League 2025/2026 yang digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta.

Namun, di balik raihan tiga poin tersebut, muncul sebuah keputusan taktis dari pelatih kepala, Mauricio Souza, yang menarik perhatian. Pelatih asal Brasil ini secara gamblang mengakui bahwa Mauricio Souza simpan pemain bintangnya dalam laga tersebut demi tujuan yang lebih besar.

Strategi Rotasi Persija: Mengamankan Pilar Utama

Dua pilar utama Persija, bek tangguh Jordi Amat dan penyerang andalan Maxwell, tidak diturunkan sama sekali saat menghadapi Laskar Kalinyamat. Keputusan ini sempat menimbulkan pertanyaan, mengingat keduanya adalah figur krusial dalam skema permainan Macan Kemayoran.

Souza akhirnya buka suara setelah pertandingan. Ia menjelaskan bahwa rotasi tersebut merupakan langkah preventif yang telah direncanakan matang. Tujuannya hanya satu: memastikan kedua pemain tersebut fit dan bebas dari risiko akumulasi kartu kuning menjelang duel paling panas di Indonesia.

Fokus Total pada El Clasico Indonesia

Pertandingan yang dimaksud Souza adalah Persija vs Persib El Clasico, duel yang selalu sarat gengsi dan memiliki dampak besar pada moral tim serta posisi di klasemen. Souza khawatir jika Maxwell dan Jordi Amat dimainkan, mereka berpotensi cedera atau mendapatkan kartu kuning yang bisa membuat mereka absen di laga krusial kontra Maung Bandung.

Terlebih lagi, laga kontra Persib merupakan penentu momentum Persija di paruh kedua musim. Oleh karena itu, strategi rotasi ini menjadi pertaruhan besar yang harus diambil oleh tim pelatih. Keputusan ini menunjukkan betapa tingginya prioritas yang diberikan Souza untuk laga derby tersebut.

Evaluasi Kinerja Kontra Laskar Kalinyamat

Walaupun berhasil meraih kemenangan 2-0, Souza sempat melontarkan kritik keras terhadap performa timnya, khususnya di babak pertama. Ia menilai para pemain terlalu sering kehilangan bola dan kesulitan menembus garis pertahanan rapat yang dibangun Persijap Jepara.

“Kami banyak mengalirkan bola, tetapi kami tidak terlalu banyak melakukan penyelesaian akhir yang efektif. Di babak pertama, kami banyak melakukan kesalahan yang membuat permainan kami tidak maksimal,” ujar Souza usai laga.

Perubahan Taktik dan Pembuktian Pemain Muda

Namun, kondisi tersebut berubah drastis setelah jeda turun minum. Souza melakukan penyesuaian taktik yang membuat permainan Persija menjadi lebih agresif dan terarah. Perubahan ini menghasilkan peluang yang lebih banyak, memaksa lini belakang Persijap bekerja keras.

“Pada babak kedua, kami membenahi beberapa hal mendasar. Dari situ kami bisa lebih sering melakukan tembakan dan masuk ke area pertahanan lawan,” tambah pelatih berkepala plontos itu.

Kelelahan yang dialami pemain Persijap akibat tekanan di babak pertama menjadi keuntungan bagi Macan Kemayoran. Souza sangat puas dengan hasil akhir, terutama karena dua gol kemenangan justru lahir dari kontribusi pemain muda yang diberi kepercayaan penuh.

Dua gol kemenangan Persija dicetak oleh Arlyansyah Abdulmanan dan Aditya Warman. Keberanian Souza untuk mengistirahatkan pemain kunci dan memberikan panggung kepada talenta muda terbukti berhasil. Keputusan ini tidak hanya mengamankan tiga poin, tetapi juga memberikan pengalaman berharga bagi generasi penerus Macan Kemayoran sebelum menghadapi tantangan besar di Persiapan El Clasico Indonesia mendatang.