Uptodai.com - PSIM Jogja bersiap menghadapi tantangan berat saat menjamu Semen Padang FC dalam lanjutan BRI Super League 2025/26. Sayangnya, beberapa pemain PSIM absen lawan Semen Padang pada laga krusial yang dijadwalkan berlangsung di Stadion Sultan Agung, Minggu (4/1/2026), pukul 15.30 WIB.

Pertandingan ini memiliki bobot yang sangat signifikan karena hasil akhirnya akan sangat menentukan posisi Laskar Mataram di papan klasemen sementara. Pelatih kepala PSIM, Jean-Paul Van Gastel, menyadari betul tekanan tersebut, namun ia menolak menjadikan kekurangan skuad sebagai alasan untuk tidak tampil maksimal.

Badai Cedera dan Kartu Hantam Laskar Mataram

Setidaknya tiga pilar utama dipastikan menepi dalam duel penting kontra Kabau Sirah. Gelandang asing andalan, Anton Fase, dan penyerang asal Jepang, Yusaku Yamadera, masih berkutat dengan badai cedera yang belum kunjung berakhir.

Selain masalah fisik, PSIM juga kehilangan tenaga muda Raka Cahyana. Raka harus menjalani hukuman larangan bermain setelah menerima akumulasi kartu merah, yang didapat dari dua kartu kuning dalam pertandingan terakhir pada 29 Desember 2025.

Kehilangan tiga pemain kunci sekaligus tentu menjadi pukulan telak bagi tim manapun. Namun, Van Gastel memilih untuk fokus pada potensi yang dimiliki oleh sisa skuadnya.

Van Gastel Santai: Ini Momentum Pembuktian

Meski kehilangan pemain inti, juru taktik asal Belanda tersebut tetap menunjukkan ketenangan dan optimisme. Ia menegaskan bahwa filosofi bermain timnya tidak bergantung pada satu atau dua individu saja, melainkan pada kemampuan kolektif.

“Sebagian besar dari mereka mampu menjalankan instruksi saya dengan baik,” ungkap Van Gastel. “Oleh karena itu, saya tidak melihat hal negatif dari penampilan mereka yang akan diturunkan nanti.”

Van Gastel justru melihat situasi sulit ini sebagai kesempatan emas bagi para pemain pelapis untuk unjuk gigi. Menurutnya, ini adalah momentum ideal untuk menguji kedalaman skuad dan membangun chemistry tim yang lebih solid.

Ia memberikan contoh nyata mengenai rotasi pemain yang terjadi. “Semakin lama Saku (Yusaku) cedera, semakin banyak kesempatan bagi Teddy atau Andy untuk bermain,” kata pelatih tersebut. Ia menambahkan bahwa waktu bermain yang lebih banyak akan mempercepat pembentukan kekompakan mereka dengan rekan setim.

Update Kondisi Cedera Pemain Kunci PSIM

Terkait kondisi medis para pemain yang absen, Dokter Tim PSIM, Hansel, memberikan rincian hasil pemeriksaan terbaru. Pemeriksaan dilakukan setelah kontrol intensif di Rumah Sakit Bethesda beberapa waktu lalu.

Untuk kondisi cedera pemain PSIM, Anton Fase, hasil rontgen menunjukkan adanya cedera baru yang cukup mengkhawatirkan. Hansel memastikan Anton mengalami incomplete fracture atau patah tulang tidak sempurna pada jari jempol kaki kanannya.

Sementara itu, Yusaku Yamadera harus diistirahatkan total karena keluhan nyeri pada tendon Achilles. Dokter Hansel memperkirakan proses pemulihan Yusaku membutuhkan waktu sekitar satu minggu lagi sebelum ia diizinkan kembali berlatih penuh di lapangan.

Namun, kabar baik datang dari sektor penjaga gawang. Kiper asal Makassar, Harlan Suardi, menunjukkan perkembangan yang sangat positif dalam masa pemulihannya. “Kalau Harlan sudah menunjukkan progres positif,” pungkas Hansel.

Harlan kini sudah diperbolehkan mengangkat beban di gym dan diperkirakan segera kembali bergabung dalam sesi latihan di lapangan, memberikan suntikan moral bagi Laskar Mataram di tengah badai cedera yang melanda.