Wajah Miris Pelanggaran Lalu Lintas Indonesia: Lawan Arah dan Rokok
Uptodai.com - Pemandangan yang memprihatinkan seringkali mewarnai jalanan Ibu Kota dan daerah lain. Fenomena pelanggaran lalu lintas Indonesia seolah menjadi tontonan sehari-hari yang sulit dihilangkan. Kebiasaan buruk ini mencakup mulai dari menerobos lampu merah, melintas di trotoar, hingga yang paling masif saat ini adalah melawan arah.
Ironisnya, tindakan-tindakan yang dianggap remeh di Tanah Air justru dipandang sebagai pelanggaran berat di negara tetangga seperti Singapura dan Malaysia. Itulah sebabnya, tingkat kedisiplinan pengendara motor atau mobil di dua kawasan tersebut jauh lebih teratur dibandingkan kondisi di Indonesia.
Mengapa Pelanggaran Lalu Lintas Indonesia Kian Masif?
Salah satu pelanggaran yang belakangan semakin sering terjadi adalah aksi melawan arah. Dulu, tindakan ini didominasi oleh pengendara motor, namun kini pengemudi mobil pun ikut-ikutan melakukan pelanggaran serupa. Aksi ini tidak hanya menyebabkan kemacetan parah, tetapi juga sangat membahayakan keselamatan pengguna jalan lainnya.
Pakar keselamatan berkendara dari Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI), Sony Susmana, membenarkan bahwa perilaku melawan arah makin sering terlihat di jalan-jalan Indonesia. Menurutnya, pelanggaran tersebut tumbuh subur akibat lemahnya penegakan hukum di lapangan yang tidak konsisten.
“Benar, banyak kendaraan melawan arah dan sekarang mulai masif atau berjamaah karena rendahnya penegakkan hukum,” jelas Sony Susmana. Selain faktor penegakan hukum, karakter pengendara di Indonesia juga cenderung nekat dan tidak sabaran.
Mereka kerap mencari cara untuk memangkas waktu di jalan raya, salah satunya tentu saja dengan melawan arus. Pola pikir simpel dan pendek yang dimiliki sebagian pengemudi membuat mereka rela mengambil risiko melawan arah, bahkan ketika risiko kecelakaan sudah di depan mata.
Dampak Hilangnya Wibawa Petugas di Jalan Raya
Sikap abai terhadap aturan ini menciptakan lingkaran setan yang sulit diputus. Imbauan atau teguran dari petugas kepolisian seringkali dianggap angin lalu oleh para pelanggar. Kondisi ini secara perlahan mengikis wibawa petugas yang bertugas mengatur lalu lintas.
“Nggak bisa dipungkiri, banyak juga pengemudi yang berfikir simpel atau pendek, sekalipun harus melawan arah,” tutur Sony. Dia menambahkan bahwa sikap acuh tak acuh ini merupakan salah satu yang membuat hilangnya wibawa petugas kepolisian.
Jika situasi ini terus berlanjut tanpa penindakan yang tegas, Sony memprediksi kondisi lalu lintas akan semakin kacau dalam lima tahun ke depan. Oleh karena itu, implementasi hukum yang keras dan konsisten mutlak diperlukan oleh kepolisian untuk mengembalikan ketertiban dan disiplin berkendara.
Bahaya Merokok Sambil Berkendara Motor
Selain aksi melawan arah yang membahayakan, kebiasaan lain yang juga menjadi sorotan tajam dalam konteks pelanggaran lalu lintas Indonesia adalah merokok saat mengendarai sepeda motor. Fenomena ini marak terjadi dan bahkan memicu munculnya sejumlah gerakan masyarakat yang menentang keras perilaku tersebut.
Menurut Sony Susmana, merokok saat mengemudi, apa pun jenis kendaraannya, adalah tindakan yang secara langsung mengganggu konsentrasi dan keseimbangan. Mengemudi membutuhkan fokus penuh untuk menjaga kontrol dan keseimbangan kendaraan, dan tidak boleh dilakukan sambil melakukan aktivitas lain.
Lebih jauh lagi, bahaya merokok di atas motor tidak hanya berdampak pada diri sendiri, tetapi juga pengendara di belakang. Abu panas dari rokok yang tertiup angin sangat berpotensi mencelakakan orang lain.
Abu tersebut bisa masuk ke mata atau membakar kulit pengendara yang berada tepat di belakang, menimbulkan reaksi kaget yang bisa berujung pada kecelakaan beruntun. Oleh karena itu, jika memang harus merokok, langkah terbaik adalah menepi, turun dari kendaraan, dan menyelesaikan aktivitas tersebut sebelum melanjutkan perjalanan. Keselamatan berkendara harus selalu menjadi prioritas utama di jalan raya.