Uptodai.com - Kehadiran mobil city car Chery QQ di pasar otomotif tanah air pada era 2000-an sempat mencuri perhatian banyak orang. Kendaraan mungil ini pertama kali mengaspal di Indonesia pada September 2006 silam. Langkah berani ini terwujud berkat kolaborasi strategis antara Indomobil Group dan Chery Automobile yang membentuk PT Unicor Prima Motor.

Saat itu, pasar otomotif nasional memang sedang menggandrungi kendaraan berdimensi ringkas yang praktis untuk membelah kemacetan kota. Kehadiran mobil ini langsung mendobrak dominasi pabrikan Jepang dengan menawarkan harga yang sangat miring. Langkah ini sekaligus menjadikannya sebagai salah satu pionir kendaraan Tiongkok yang berani bersaing di Indonesia.

Harga Terjangkau dan Tantangan Pasar Mobil City Car Chery QQ

Pada awal peluncurannya, kendaraan ini dibanderol dengan harga yang sangat menggiurkan, yakni sekitar Rp74,9 juta on-the-road DKI Jakarta. Nominal tersebut tentu sangat kompetitif dibandingkan dengan para pesaingnya di kelas yang sama. Konsumen Indonesia kala itu disuguhkan banyak pilihan menarik seperti Suzuki Karimun, Daihatsu Ceria, hingga Kia Picanto.

Namun, persaingan ketat tidak hanya datang dari aspek harga dan fitur saja. Kehadiran mobil mungil ini juga harus berhadapan dengan Chevrolet Spark dan Daewoo Matiz yang memiliki tampilan luar biasa mirip. Kemiripan desain tersebut bahkan sempat memicu perdebatan hangat di industri otomotif global.

Kontroversi Desain dan Gugatan Global

Kemiripan visual yang terlalu identik dengan Chevrolet Spark membuat General Motors (GM) meradang. Raksasa otomotif asal Amerika Serikat tersebut bahkan melayangkan protes keras kepada pemerintah China. Mereka menuduh pihak Chery telah melakukan plagiasi total terhadap desain Spark yang juga mereka pasarkan di sana.

Kekhawatiran GM sebenarnya sangat beralasan karena kendaraan ini mulai diekspor ke berbagai negara berkembang. Selain itu, mereka juga merencanakan proses perakitan lokal di luar wilayah China untuk menekan biaya produksi. Jika dilihat secara kasat mata, lekukan bodi kedua mobil tersebut memang nyaris tidak memiliki perbedaan berarti.

Mengulas Performa Mesin dan Kualitas Interior

Mari kita tengok bagian dapur pacu dari kendaraan yang sempat populer ini. Berdasarkan catatan sejarah Chery QQ Indonesia, generasi pertama mobil ini mengandalkan mesin bensin 3-silinder berkapasitas 812 cc DOHC 12 katup. Mesin mungil tersebut hanya mampu memproduksi tenaga sebesar 52 dk dengan torsi puncak mencapai 70 Nm.

Ketika kunci kontak diputar, getaran dan suara khas mesin tiga silinder langsung menyusup ke dalam kabin. Karakter mesinnya terasa cukup lamban, terutama saat harus melaju dengan kondisi penyejuk udara (AC) menyala penuh. Pengemudi harus menekan pedal gas lebih dalam hingga putaran mesin menyentuh 3.000 rpm agar mobil bisa bergerak dinamis.

Kondisi ini semakin menantang saat mobil harus melewati jalanan yang menanjak. Pengendara terpaksa menjaga putaran mesin tetap tinggi di kisaran 4.000 hingga 5.000 rpm agar tidak kehilangan momentum. Selain itu, perpindahan gigi pada transmisi manual 5-percepatan miliknya juga terasa agak kaku dan sering mengeluarkan suara gemeretak.

Detail Finishing yang Menjadi Catatan

Sebagai kendaraan dengan harga ekonomis, tentu ada beberapa kompromi yang harus diterima oleh konsumen. Kualitas pengerjaan bodi dan interior mobil ini memang belum bisa menyamai standar pabrikan Jepang atau Eropa saat itu. Beberapa bagian interior tampak kurang rapi, seperti pemasangan karet pintu yang kurang presisi serta cetakan busa jok yang tidak simetris.

Sentuhan akhir pada area dasbor, trim pintu, hingga tombol-tombol kontrol juga terasa agak kasar saat disentuh. Kendati demikian, fungsionalitas kabin tetap terjaga dengan baik untuk ukuran mobil perkotaan Chery QQ ini. Pengguna tetap mendapatkan utilitas dasar yang cukup untuk menunjang mobilitas harian di perkotaan.

Hasil Uji Jalan yang Kurang Impresif

Keterbatasan tenaga mesin membuat performa jalanan mobil ini kurang memuaskan jika dibandingkan kompetitor sekelasnya yang rata-rata mengusung mesin 1.000 cc. Dalam pengujian akselerasi standar, mobil ini membutuhkan waktu sekitar 17,3 detik untuk melaju dari posisi diam hingga kecepatan 100 km/jam. Angka tersebut tentu kalah gesit jika disandingkan dengan Suzuki Karimun yang lebih responsif.

Meskipun memiliki berbagai keterbatasan teknis, mobil ini tetap memegang peran penting dalam peta otomotif nasional. Ia menjadi pembuka jalan bagi masuknya berbagai merek asal Tiongkok lainnya yang kini mulai mendominasi pasar tanah air. Keberaniannya merusak dominasi harga pasar kala itu akan selalu dikenang sebagai bagian dari perjalanan Chery QQ di tanah air.