Malut United Ambil Pelajaran Berharga Usai Takluk dari Persebaya
Uptodai.com - Laga pekan ke-17 Super League 2025-2026 berakhir pahit bagi Malut United. Bertandang ke markas Persebaya Surabaya di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Laskar Kie Raha harus mengakui keunggulan Bajul Ijo dengan skor tipis 1-2. Hasil minor ini langsung direspons oleh para pemain, di mana gelandang senior Taufik Rustam menegaskan bahwa Malut United ambil pelajaran berharga dari kekalahan tersebut.
Taufik Rustam menyatakan bahwa seluruh tim sudah berjuang maksimal untuk meraih poin di kandang lawan. Namun, dominasi penguasaan bola yang mereka tampilkan ternyata tidak sebanding dengan efektivitas serangan yang dimiliki tuan rumah. Ia berharap kekalahan ini menjadi momentum yang tepat untuk segera bangkit di sisa kompetisi.
Dominasi Penguasaan Bola Malut United Tak Berarti
Pertandingan yang digelar pada Sabtu, 10 Januari 2026, tersebut didominasi oleh efektivitas serangan balik Persebaya. Penyerang lincah Gali Freitas menjadi mimpi buruk bagi pertahanan Malut United setelah mencetak dua gol cepat, masing-masing pada menit ke-14 dan ke-37. Dua gol tersebut memastikan Bajul Ijo unggul 2-0 hingga turun minum.
Malut United sempat memperkecil kedudukan melalui gol indah yang dicetak Ciro Alves di menit ke-61. Meskipun demikian, upaya keras Laskar Kie Raha untuk menyamakan kedudukan hingga wasit meniup peluit panjang tidak membuahkan hasil tambahan. Skor 2-1 untuk Persebaya menjadi hasil akhir yang harus diterima tim tamu.
Secara statistik, Malut United tampil superior dengan mencatatkan persentase penguasaan bola yang sangat tinggi, mencapai 81 persen. Mereka melepaskan total 11 tembakan ke arah gawang Persebaya, tetapi sayangnya hanya tiga di antaranya yang tepat sasaran dan menghasilkan satu gol.
Di sisi lain, Persebaya Surabaya memilih bermain menunggu dan mengandalkan serangan balik cepat yang mematikan. Strategi ini terbukti jitu, sebab dari hanya delapan kali percobaan tembakan, dua di antaranya berhasil dikonversi menjadi gol oleh Gali Freitas dan kawan-kawan. Ini menunjukkan bahwa Persebaya jauh lebih efisien dalam memanfaatkan peluang.
Evaluasi Taktik Pelatih Hendri Susilo
Pelatih Malut United, Hendri Susilo, mengakui frustrasi melihat timnya gagal memanfaatkan dominasi penguasaan bola yang luar biasa. Ia menyebutkan bahwa perjuangan tim sudah maksimal, tetapi penyelesaian akhir menjadi masalah utama yang harus segera dibenahi.
“Kami sudah berjuang semaksimal mungkin sampai menit akhir pertandingan. Kami sebenarnya mampu menguasai pertandingan, tapi sayangnya hanya satu gol yang bisa diciptakan,” ujar Hendri Susilo dalam konferensi pers pasca laga.
Untuk membongkar pertahanan rapat Persebaya di babak kedua, Coach Hendri melakukan tiga pergantian penting, termasuk memasukkan Manahati Lestusen pada menit ke-45 dan Taufik Rustam di menit ke-68. Ia juga menerapkan perubahan taktikal yang signifikan di lini serang timnya.
“Kami mencoba membuat winger bermain lebih ke dalam agar wingback kami dapat leluasa menyerang dari sisi lapangan,” jelas juru taktik berusia 60 tahun itu. “Strategi itu terbukti berhasil menciptakan beberapa peluang berbahaya. Namun, kami terlambat melakukannya, sehingga waktu yang tersisa tidak cukup untuk membalikkan keadaan.”
Malut United Ambil Pelajaran untuk Laga Berikutnya
Taufik Rustam menekankan bahwa Persebaya adalah lawan yang sangat sulit dan hasil ini harus dijadikan cambuk motivasi. Seluruh pemain, menurutnya, telah berupaya keras hingga detik terakhir, namun Persebaya menunjukkan kualitas pertahanan dan serangan balik yang memadai.
“Kekalahan ini menjadi pelajaran yang sangat berharga bagi kami ke depannya,” tegas Taufik. “Semoga kekalahan Malut United di Super League ini dapat memicu semangat juang tim untuk bangkit lebih kuat lagi, terutama saat menatap pertandingan berikutnya di kompetisi ini.”
Laskar Kie Raha kini dituntut untuk segera berbenah, khususnya dalam aspek efektivitas serangan. Dengan komposisi pemain yang kuat, Malut United berharap dapat mengubah dominasi penguasaan bola menjadi raihan tiga poin penuh di pertandingan-pertandingan mendatang.