Uptodai.com - Warga Jakarta sebentar lagi akan menikmati perjalanan super cepat dari utara ke selatan ibu kota. Proyek LRT Jakarta Fase 1B yang menghubungkan Pegangsaan Dua (Kelapa Gading) hingga Manggarai terus dikebut pengerjaannya oleh PT Jakarta Propertindo (Jakpro).

Pembangunan infrastruktur vital ini ditargetkan rampung pada Agustus 2026, menjanjikan efisiensi waktu tempuh yang signifikan bagi para komuter. Ketika beroperasi penuh, rute ini diprediksi hanya membutuhkan waktu kurang dari 30 menit, tepatnya 27 menit, untuk menghubungkan dua titik strategis tersebut.

Jakpro Kebut Proyek LRT Jakarta Fase 1B

Jakpro memastikan bahwa seluruh tahapan konstruksi berjalan sesuai jadwal yang ditetapkan. Hingga saat ini, pekerjaan track work atau pemasangan rel telah mencapai 4,7 kilometer dari total panjang lintasan 12,8 kilometer. Progress ini menunjukkan komitmen tinggi Jakpro dalam mewujudkan jaringan transportasi berbasis rel yang modern.

Secara paralel, pekerjaan arsitektural, mekanikal, elektrikal, dan plumbing (MEP) juga tengah berlangsung intensif di beberapa stasiun kunci. Stasiun-stasiun yang menjadi fokus pengerjaan saat ini meliputi Stasiun Pramuka BPKP, Stasiun Pasar Pramuka, Stasiun Matraman, dan Stasiun Manggarai.

Direktur Teknik dan Pengembangan Bisnis PT Jakpro, Dian Takdir Badrsyah, menjelaskan bahwa perusahaan menargetkan deviasi progres pembangunan mencapai 92% pada triwulan I tahun 2026. Kondisi ini menjadi indikator kesiapan sistem, sarana-prasarana, dan integrasi layanan transportasi publik lainnya.

Tantangan Krusial di Atas Tol Wiyoto Wiyono

Salah satu capaian paling krusial dalam Pembangunan LRT Jakarta Kelapa Gading Manggarai adalah tersambungnya perlintasan jalur layang kereta di atas Jalan Tol Ir Wiyoto Wiyono. Momen penting ini berhasil dituntaskan pada 9 Januari 2026, menandai kemajuan besar dalam konstruksi.

Bentang girder sepanjang 120 meter yang melintasi jalan tol aktif tersebut merupakan titik paling menantang dalam proyek ini. Tantangan kompleks muncul karena konstruksi harus dilakukan tanpa penutupan total akses jalan tol, memastikan lalu lintas tetap berjalan normal.

Untuk mengatasi kendala tersebut, Jakpro menerapkan metode balanced cantilever. Metode ini memungkinkan konstruksi dilakukan dengan presisi struktur yang tinggi sambil meminimalisir gangguan terhadap arus lalu lintas di bawahnya. Keberhasilan ini sekaligus menyambungkan jalur layang LRT Jakarta dari Kelapa Gading menuju Jalan Pramuka, menghubungkan Jakarta Utara, Jakarta Timur, dan Jakarta Pusat.

Target Selesai LRT Jakarta 2026 dan Dampak Jangka Panjang

Dian Takdir Badrsyah menegaskan bahwa Jakpro memandang LRT Jakarta Fase 1B sebagai proyek prioritas yang memberikan dampak langsung pada peningkatan kualitas transportasi publik. Proyek ini tidak hanya mempercepat mobilitas, tetapi juga meningkatkan daya saing Jakarta sebagai kota metropolitan.

Integrasi transportasi publik Jakarta melalui perpanjangan rute ini sangat penting, terutama karena Stasiun Manggarai berfungsi sebagai hub utama yang menghubungkan KRL Commuter Line dan Kereta Bandara. Dengan demikian, LRT akan menjadi alternatif moda transportasi yang efisien bagi masyarakat yang ingin berpindah moda.

Secara kolektif, pengoperasian LRT Jakarta Fase 1A (yang sudah beroperasi) dan Fase 1B ditargetkan mampu melayani hingga 18 juta penumpang pada tahun 2028. Angka ini menunjukkan potensi besar LRT dalam mengurangi kepadatan jalan raya.

Selain mengurangi kemacetan, penggunaan transportasi publik berbasis listrik ini juga berkontribusi signifikan pada pengurangan emisi karbon perkotaan. Komitmen Jakpro adalah memastikan seluruh tahapan pembangunan berjalan sesuai perencanaan, baik dari sisi teknis, keselamatan, maupun kesiapan operasional, demi terwujudnya sistem transportasi yang berkelanjutan di ibu kota.