Andy Burnham Jadi PM Baru Inggris, Gantikan Keir Starmer
Uptodai.com - Sosok PM baru Inggris Andy Burnham kini resmi bersiap memimpin jalannya pemerintahan setelah terpilih sebagai pemimpin Partai Buruh tanpa lawan. Burnham menggantikan posisi Keir Starmer yang sebelumnya secara mengejutkan mengumumkan pengunduran dirinya dari kursi kepemimpinan. Langkah cepat ini otomatis menjadikan politisi berusia 56 tahun tersebut sebagai Perdana Menteri ke-59 Inggris. Ia juga tercatat sebagai orang ketujuh yang akan menghuni kantor perdana menteri di 10 Downing Street dalam kurun waktu satu dekade terakhir.
Sebelum kembali ke kancah politik Westminster, Burnham dikenal luas sebagai Wali Kota Greater Manchester selama hampir sepuluh tahun. Dedikasinya yang vokal dalam memperjuangkan hak wilayah utara Inggris membuatnya mendapatkan julukan populer “King of the North” atau “Raja Utara”. Selama masa pandemi Covid-19, ia terus menyuarakan pentingnya pemerataan investasi agar tidak hanya berpusat di London saja. Pengalaman kepemimpinan daerah ini diyakini akan menjadi modal kuat dalam menyatukan kembali dinamika politik nasional.
Proses Transisi Kekuasaan yang Kilat
Sesuai jadwal, Burnham akan segera menemui Raja Charles III di Istana Buckingham untuk menerima mandat resmi pembentukan pemerintahan baru. Sistem parlementer di Inggris memang dikenal sangat efisien dan cepat dalam hal pergantian kepemimpinan nasional. Berbeda dengan Amerika Serikat yang membutuhkan waktu transisi berbulan-bulan, proses di Inggris biasanya selesai hanya dalam hitungan jam saja. Setelah dari istana, ia akan langsung menuju 10 Downing Street untuk berpidato dan mengumumkan jajaran kabinetnya.
Tantangan Besar dan Visi “Jalan Baru”
Dalam pidato perdananya, Burnham menjanjikan sebuah “jalan baru” yang fokus pada penurunan biaya hidup dan peningkatan kesejahteraan masyarakat secara merata. Ia berkomitmen untuk menjadi pemimpin yang inklusif bagi seluruh wilayah Britania Raya, termasuk Skotlandia, Wales, dan Irlandia Utara. Langkah awal yang diprediksi akan segera diambil adalah menempatkan perusahaan air bermasalah, Thames Water, di bawah pengawasan khusus pemerintah. Kebijakan ini diambil guna mempercepat restrukturisasi korporasi yang selama ini terus menuai kritik tajam dari publik.
Meskipun membawa optimisme baru, Burnham dihadapkan pada warisan krisis ekonomi yang cukup kompleks di dalam negeri. Inggris saat ini tengah berjuang menghadapi inflasi yang tinggi, krisis energi yang belum sepenuhnya pulih, serta tekanan berat pada sistem layanan kesehatan nasional (NHS). Ketidakstabilan politik yang terjadi selama beberapa tahun terakhir juga menuntut Burnham untuk segera memulihkan kepercayaan pasar global. Publik kini menanti apakah sang “Raja Utara” mampu membawa stabilitas nyata bagi masa depan Inggris.