Mikel Arteta Sanjung Zubimendi, Puji Eks Pemain Kesayangan Xabi Alonso
Uptodai.com - Kemenangan dramatis 3-2 Arsenal atas rival sekota, Chelsea, dalam leg pertama semifinal Piala Liga Inggris 2025-2026, menyisakan cerita menarik. Selain skor yang menegangkan, sorotan tertuju pada penampilan salah satu gelandang The Gunners.
Pelatih Arsenal, Mikel Arteta, secara khusus memberikan pujian setinggi langit kepada Martin Zubimendi. Mikel Arteta sanjung Zubimendi, pemain yang ternyata memiliki ikatan kuat dengan legenda sekaligus pelatih Bayer Leverkusen, Xabi Alonso, saat masih berada di Real Sociedad B.
Arsenal Tekuk Chelsea 3-2, Amankan Keunggulan Penting
Duel bertajuk Derbi London di Stamford Bridge pada Kamis (15/1/2026) dini hari WIB berlangsung sengit dan penuh drama. Arsenal berhasil mencuri keunggulan penting, meskipun Chelsea sempat memberikan perlawanan keras hingga menit akhir pertandingan.
Gol pembuka The Gunners tercipta cepat pada menit ketujuh melalui Ben White, memanfaatkan kesalahan fatal kiper Chelsea, Robert Sanchez. Keunggulan Arsenal semakin kokoh setelah Viktor Gyokeres menggandakan skor di menit ke-49, lagi-lagi berkat andil Sanchez yang kurang sigap.
Chelsea sempat bangkit setelah Alejandro Garnacho memperkecil kedudukan di menit ke-57. Namun, Martin Zubimendi kembali menjauhkan jarak skor, memastikan bahwa gol kedua Garnacho di penghujung laga tidak mampu menyelamatkan The Blues dari kekalahan di kandang sendiri.
Kemenangan 3-2 ini menjadi modal krusial bagi Arsenal. Mereka kini hanya membutuhkan hasil imbang saat menjamu Chelsea di Emirates Stadium pada leg kedua untuk mengamankan tiket menuju final Piala Liga Inggris.
Ketenangan Martin Zubimendi Bikin Mikel Arteta Terpukau
Setelah peluit panjang dibunyikan, Arteta tidak ragu menunjuk Zubimendi sebagai pemain yang paling menonjol dan menjadi pembeda dalam pertandingan ketat tersebut. Arteta mengakui bahwa performa gelandang asal Spanyol itu jauh melampaui ekspektasinya.
Menurut Arteta, Zubimendi menunjukkan ketenangan luar biasa di lini tengah, terutama saat menghadapi tekanan tinggi dari para pemain Chelsea. Kehadirannya mampu menstabilkan tempo permainan Arsenal, bahkan ketika tim tuan rumah berusaha keras mengejar ketertinggalan.
Pujian untuk Eks Pemain Kesayangan Xabi Alonso
Arteta kemudian menyinggung potensi besar yang dimiliki Zubimendi, bahkan membandingkannya dengan gelandang andalan Arsenal lainnya, Declan Rice. Ia mengakui bahwa Zubimendi memiliki kualitas yang sangat lengkap dan serbaguna.
“Ketika kita berbicara tentang Zubi, apa lagi yang bisa dia lakukan? Dia bisa melakukan apa pun yang diinginkannya di lapangan,” ujar Arteta, seperti dikutip dari laporan Daily Mail. “Kualitasnya agak serupa dengan Declan Rice. Kami hanya perlu terus membukanya dalam sistem kami, dalam otaknya, karena dia sangat bagus dalam menempati berbagai celah.”
Arteta juga menyoroti kemampuan Zubimendi dalam memenangkan duel dan mengalirkan bola dengan akurasi tinggi. Ketenangan pemain Timnas Spanyol ini menjadi aset berharga, terutama saat Arsenal membutuhkan kontrol di sepertiga akhir lapangan.
“Dia membawa bola, melakukan dribel, memenangkan duel, dan dia punya talenta ketika dia masuk ke sepertiga akhir dan ke dalam kotak penalti. Dia sangat tenang. Dia melihat gambaran dengan sangat jelas,” tambah Arteta. “Apa yang dilakukan olehnya, itu adalah hal yang fenomenal.”
Performa apik Zubimendi ini tentu tidak lepas dari latar belakangnya. Ia merupakan salah satu pemain kunci yang diasuh langsung oleh Xabi Alonso ketika legenda Liverpool dan Real Madrid itu menangani tim Real Sociedad B. Kepercayaan Alonso terhadap Zubimendi kini terbukti membuahkan hasil di panggung Liga Inggris.
Langkah Penting Arsenal Menuju Final
Kemenangan di Stamford Bridge memberikan suntikan moral yang besar bagi Arsenal, yang berambisi mengakhiri puasa gelar di kompetisi domestik. Peran gelandang seperti Zubimendi dan Rice akan sangat vital dalam menjaga konsistensi tim hingga akhir musim.
Dengan performa yang terus menanjak, Martin Zubimendi bukan hanya menjadi pemain kesayangan Xabi Alonso di masa lalu, tetapi kini mulai menjelma menjadi salah satu pilar tak tergantikan dalam skema Mikel Arteta di Arsenal.