Uptodai.com - Kedatangan John Herdman sebagai pelatih kepala Timnas Indonesia membawa harapan baru bagi suporter Garuda. Pelatih asal Inggris ini secara resmi diperkenalkan pada Selasa, 13 Januari 2026, dan langsung dihadapkan pada tantangan besar, termasuk memimpin skuad di FIFA Series 2026, Piala AFF 2026, hingga Kualifikasi Piala Dunia 2030 zona Asia. Tantangan terbesar yang harus segera diatasi adalah menambal lubang di lini depan.

Melihat kebutuhan mendesak untuk meningkatkan daya gedor, muncul spekulasi bahwa John Herdman panggil penyerang naturalisasi tambahan untuk memperkuat amunisi serangan. Langkah ini dianggap krusial menyusul evaluasi performa Timnas Indonesia di babak-babak sebelumnya.

Evaluasi Lini Serang: Mengapa Harus Ada Tambahan?

Performa Timnas Indonesia pada babak keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia menjadi cermin jelas adanya masalah serius di sektor penyerangan. Beberapa nama yang diandalkan di posisi ujung tombak gagal menunjukkan ketajaman yang diharapkan publik.

Ole Romeny, yang sempat diplot sebagai penyerang utama, tampil di bawah ekspektasi lantaran baru pulih dari cedera panjang. Kondisi fisiknya belum 100% optimal, sehingga kontribusinya di depan gawang lawan tidak maksimal. Demikian pula dengan Mauro Zijlstra, yang baru saja menyelesaikan proses naturalisasi pada September 2025, terlihat masih kesulitan beradaptasi dengan gaya bermain di level internasional.

Kondisi ini memaksa Herdman untuk mencari solusi cepat. Selain memaksimalkan potensi penyerang lokal yang ada, opsi menaturalisasi pemain yang sudah matang atau memiliki darah Indonesia menjadi jalan pintas yang paling realistis untuk segera mendongkrak kualitas tim.

Tiga Penyerang Naturalisasi yang Masuk Radar John Herdman

Saat ini, setidaknya ada tiga nama penyerang yang memiliki peluang besar untuk segera diproses menjadi Warga Negara Indonesia (WNI) dan bergabung dengan skuad Garuda. Ketiga pemain ini memiliki jalur naturalisasi yang berbeda, namun sama-sama menawarkan kualitas yang dibutuhkan di lini depan.

Dua Opsi Berdasarkan Aturan Domisili

Dua nama besar yang bermain di kompetisi domestik, Ciro Alves dan David da Silva, menjadi sorotan utama. Keduanya tidak memiliki garis keturunan Indonesia, namun telah memenuhi syarat krusial yang diatur undang-undang: tinggal di Indonesia secara berturut-turut selama lima tahun.

David da Silva, penyerang yang kini membela Malut United, menunjukkan konsistensi luar biasa meski usianya sudah menginjak 36 tahun. Di ajang Super League 2025-2026, ia berhasil membukukan tujuh gol dan tiga assist dari 16 pertandingan. Kontribusi ini menunjukkan bahwa naluri mencetak golnya masih sangat tajam.

Tidak kalah garang, rekan setimnya, Ciro Alves, juga tampil impresif dengan torehan tujuh gol dan dua assist dari 17 pertandingan. Pengalaman dan kedewasaan kedua pemain ini diyakini mampu memberikan dampak instan, sekaligus menjadi mentor bagi para penyerang muda Timnas Indonesia.

Dean Zandbergen: Darah Indonesia di Eredivisie

Opsi ketiga datang dari Eropa, yaitu Dean Zandbergen. Berbeda dengan David dan Ciro, penyerang yang kini bermain untuk VVV Venlo di Liga 2 Belanda ini memiliki darah keturunan Indonesia, menjadikannya eligible untuk dinaturalisasi melalui jalur silsilah.

Zandbergen, yang memiliki postur ideal 188 sentimeter, menunjukkan perkembangan positif di klubnya. Dari 18 pertandingan Liga 2 Belanda musim ini, ia sudah menyumbangkan tiga gol. Yang paling penting, penyerang muda ini telah menyatakan keterbukaan dan minatnya yang tinggi untuk mengenakan seragam Merah Putih, sebuah faktor yang tentu akan mempermudah proses administrasi PSSI.

Jika proses naturalisasi ketiga pemain ini berjalan lancar, John Herdman akan memiliki lebih banyak variasi taktik dan kedalaman skuad yang jauh lebih baik. Keputusan akhir kini berada di tangan PSSI dan sang pelatih, yang harus segera menentukan prioritas untuk menghadapi agenda padat Timnas Indonesia di tahun-tahun mendatang.