Waspada, 10 Ikan Mengandung Merkuri Tinggi yang Sering Dikonsumsi
Uptodai.com - Kekayaan hasil laut menjadi salah satu andalan pangan masyarakat Indonesia. Namun demikian, di balik kenikmatan hidangan laut, terdapat ancaman kesehatan serius yang tersembunyi, yakni kontaminasi logam berat. Salah satu zat paling berbahaya yang perlu diwaspadai adalah merkuri, khususnya dalam bentuk metilmerkuri.
Penting bagi konsumen untuk mengenali jenis-jenis ikan mengandung merkuri tinggi yang beredar luas di pasaran. Paparan merkuri, bahkan dalam jumlah kecil, dapat merusak sistem saraf, ginjal, dan berisiko tinggi bagi ibu hamil serta anak-anak. Oleh karena itu, pemilihan jenis ikan yang dikonsumsi menjadi kunci utama dalam menjaga kesehatan.
Bagaimana Merkuri Mencemari Rantai Makanan Laut?
Merkuri bukanlah zat yang muncul tiba-tiba di lautan. Logam berat ini umumnya masuk ke ekosistem air melalui berbagai aktivitas, baik alami seperti letusan gunung berapi, maupun aktivitas manusia seperti pembakaran batu bara, pertambangan, dan pembuangan limbah industri yang tidak terkontrol.
Ketika berada di air, merkuri anorganik diubah oleh bakteri menjadi metilmerkuri. Bentuk metilmerkuri inilah yang sangat mudah diserap oleh organisme laut, mulai dari plankton hingga ikan-ikan kecil. Proses ini kemudian memicu fenomena yang disebut bioakumulasi dan biomagnifikasi.
Ikan yang lebih besar dan berumur panjang akan memakan ikan-ikan kecil yang sudah terkontaminasi. Akibatnya, kadar metilmerkuri akan menumpuk semakin tinggi di tubuh ikan predator tersebut. Semakin besar ukuran dan semakin lama umur ikan, maka semakin tinggi pula konsentrasi merkuri yang terkandung di dalam dagingnya. Perlu dicatat, merkuri tidak akan hilang atau berkurang meski ikan dimasak dengan cara apa pun.
Daftar 10 Ikan Mengandung Merkuri Tinggi yang Wajib Dihindari
Food and Drug Administration (FDA) Amerika Serikat telah merilis daftar ikan yang memiliki kadar merkuri tertinggi. Berikut adalah 10 jenis ikan yang masuk dalam kategori tinggi merkuri dan sering dikonsumsi di berbagai belahan dunia, termasuk Indonesia:
1. Ikan Todak (Swordfish)
Ikan todak terkenal dengan tekstur dagingnya yang tebal, lembut, dan gurih, sering disajikan dalam bentuk steak atau fillet beku. Padahal, ikan predator laut dalam ini memiliki umur yang cukup panjang dan berada di puncak rantai makanan, menjadikannya salah satu ikan dengan kadar merkuri paling tinggi.
2. Ikan Hiu (Shark)
Meskipun beberapa spesies hiu dilindungi, daging hiu masih dikonsumsi di beberapa daerah. Sebagai predator puncak, hiu mengumpulkan merkuri dari seluruh mangsa yang mereka santap selama hidupnya. Mengonsumsi daging hiu sangat tidak disarankan karena risiko kontaminasi merkuri yang ekstrem.
3. King Mackerel
King Mackerel, atau Makarel Raja, adalah spesies makarel berukuran besar yang beratnya bisa mencapai puluhan kilogram. Ikan ini berbeda dengan makarel kalengan kecil yang biasa ditemukan di supermarket. Karena ukurannya yang masif dan umur yang relatif panjang, King Mackerel menyimpan merkuri dalam jumlah berbahaya.
4. Tilefish
Tilefish dikenal sebagai salah satu ikan yang secara konsisten masuk dalam daftar teratas ikan bermerkuri tinggi. Umur Tilefish yang panjang, ditambah dengan habitatnya di dasar laut, membuat ikan ini memiliki waktu lebih lama untuk mengakumulasi metilmerkuri dalam jaringannya.
5. Orange Roughy
Ikan predator ini hidup di gunung bawah laut dan tersebar di berbagai cekungan laut dalam. Yang paling mengkhawatirkan, Orange Roughy bisa hidup hingga 150 tahun. Durasi hidup yang sangat lama ini otomatis menjadikannya gudang penyimpanan merkuri yang sangat besar.
6. Ikan Marlin
Daging ikan marlin disukai karena teksturnya yang lembut dan juicy dengan rasa yang khas. Ikan ini memiliki tubuh yang memanjang dan kekar, mirip torpedo, dan termasuk predator besar. Sama seperti todak, posisi marlin dalam rantai makanan menyebabkan tingginya kandungan merkuri.
7. Tuna Mata Besar (Bigeye Tuna)
Tuna adalah ikan yang paling banyak dikonsumsi di dunia, namun tidak semua jenis tuna aman. Tuna Mata Besar (Bigeye Tuna) berukuran lebih besar dan berumur lebih panjang dibandingkan tuna jenis lain seperti Skipjack (cakalang). Oleh karena itu, Bigeye Tuna memiliki konsentrasi merkuri yang jauh lebih tinggi dan disarankan untuk dibatasi konsumsinya.
8. Lobster
Meskipun lobster merupakan makanan laut premium, beberapa penelitian menunjukkan bahwa lobster, terutama jenis tertentu, dapat memiliki kandungan merkuri yang sedang hingga tinggi. Ini disebabkan oleh pola makan dan lingkungan hidupnya yang terkadang berada di area perairan yang tercemar.
9. Tuna Sirip Biru (Bluefin Tuna)
Tuna Sirip Biru adalah tuna terbesar dan paling mahal, sering digunakan untuk hidangan sushi premium. Karena ukurannya yang kolosal dan statusnya sebagai predator puncak, Bluefin Tuna memiliki tingkat merkuri yang sangat tinggi. Konsumsi ikan ini harus sangat dibatasi, terutama bagi kelompok rentan.
10. Kerapu (Grouper)
Ikan kerapu adalah favorit di banyak restoran seafood di Indonesia. Kerapu termasuk ikan predator yang dapat mencapai ukuran besar dan hidup cukup lama. Spesies kerapu yang lebih tua dan lebih besar cenderung memiliki akumulasi merkuri yang signifikan, sehingga perlu diwaspadai.
Tips Aman Mengonsumsi Makanan Laut
Menghindari ikan mengandung merkuri tinggi bukan berarti harus berhenti makan ikan sama sekali. Ikan tetap merupakan sumber protein dan Omega-3 yang sangat penting. Kuncinya adalah memilih ikan yang tepat.
Prioritaskan ikan-ikan yang berukuran kecil dan memiliki umur pendek, karena mereka memiliki waktu yang lebih sedikit untuk mengakumulasi merkuri. Contoh ikan yang relatif aman dan rendah merkuri antara lain ikan teri, sarden, udang, salmon (yang dibudidayakan), dan nila.
Bagi ibu hamil, ibu menyusui, dan anak kecil, disarankan untuk membatasi konsumsi makanan laut hingga 2-3 porsi per minggu dan benar-benar menghindari sepuluh jenis ikan yang disebutkan di atas. Selalu pastikan sumber makanan laut Anda berasal dari perairan yang terjamin kebersihannya.