Uptodai.com - Kabar gembira bagi ARMY global, rencana Comeback BTS Gwanghwamun Seoul semakin mendekati kenyataan setelah serangkaian persetujuan penting diberikan oleh otoritas Korea Selatan. Kawasan ikonik yang menjadi jantung sejarah kota Seoul ini siap menjadi panggung megah bagi grup K-Pop terbesar dunia tersebut.

Penggunaan lokasi bersejarah seperti Gwanghwamun Square dan Istana Gyeongbok memang membutuhkan izin berlapis serta pertimbangan yang sangat hati-hati. Oleh karena itu, persetujuan yang dikeluarkan oleh Badan Warisan Budaya Korea (Korea Heritage Service) menjadi langkah krusial yang menentukan.

Izin Konser BTS di Gyeongbok dan Situs Bersejarah

Badan Warisan Budaya Korea atau Korea Heritage Service secara resmi memberikan persetujuan bersyarat bagi Hybe, perusahaan yang menaungi BTS, untuk menggunakan sejumlah situs bersejarah. Komite Warisan Budaya telah meninjau dan menyetujui permohonan tersebut, khususnya untuk pengambilan gambar di Gyeongbok Palace dan Sungnyemun Gate.

Persetujuan ini dikeluarkan dengan syarat evaluasi lanjutan yang ketat dari subkomite terkait. Mereka harus memastikan bahwa kegiatan pengambilan gambar tidak akan menimbulkan dampak negatif atau kerusakan permanen terhadap aset budaya yang sangat berharga tersebut.

Rencananya, pengambilan gambar akan dilakukan dalam format video pra-rekam yang nantinya digunakan sebagai bagian dari pertunjukan comeback BTS. Proses syuting dijadwalkan berlangsung pada hari Selasa, saat Istana Gyeongbok secara rutin ditutup untuk umum, guna meminimalkan gangguan terhadap wisatawan dan struktur bangunan.

Pemerintah Kota Beri Lampu Hijau untuk Comeback BTS Gwanghwamun Seoul

Sehari setelah izin lokasi syuting diumumkan, Pemerintah Metropolitan Seoul akhirnya memberikan lampu hijau bersyarat untuk penyelenggaraan acara utama. Keputusan ini diambil dalam rapat panel penasihat pemerintah kota, menindaklanjuti proposal dari Hybe dan label BigHit Music.

Acara besar tersebut direncanakan bertajuk “BTS 2026 Comeback Show @ Seoul” dan diagendakan berlangsung pada bulan Maret mendatang. Namun, persetujuan ini tidak diberikan tanpa syarat yang mengikat, terutama terkait standar keselamatan publik yang harus dipenuhi secara maksimal.

Pemerintah kota secara tegas meminta pengelola acara untuk menyusun protokol keselamatan yang ketat. Protokol ini harus mencegah tumpang tindih arus keluar-masuk penonton dan artis, serta meminimalkan gangguan lalu lintas di kawasan pusat kota yang padat tersebut.

Antisipasi Lonjakan Penonton dan Potensi Bisnis Tidak Wajar

Berdasarkan permohonan yang diajukan oleh Hybe, skala acara ini diperkirakan akan menarik puluhan ribu penonton. BTS direncanakan menggelar konser gratis untuk sekitar 18.000 orang di Gwanghwamun Square, sehari setelah perilisan album terbaru mereka.

Selain lokasi utama di Gwanghwamun, perusahaan juga mengajukan izin untuk menggelar acara terpisah yang lebih besar bagi sekitar 30.000 orang di Seoul Plaza, tepat di depan Balai Kota Seoul. Gabungan dua lokasi ini menunjukkan besarnya potensi keramaian yang harus diantisipasi oleh otoritas keamanan.

Lebih lanjut, Pemerintah Seoul juga menyoroti aspek ekonomi dan etika bisnis di sekitar lokasi acara. Mereka berencana melakukan inspeksi lapangan secara menyeluruh untuk mencegah praktik bisnis tidak wajar, seperti lonjakan harga hotel dan akomodasi di sekitar Gwanghwamun selama periode konser berlangsung. Hal ini dilakukan demi memastikan kenyamanan dan keadilan bagi para penggemar yang datang dari berbagai penjuru dunia.

Dengan adanya lampu hijau ini, panggung Comeback BTS Gwanghwamun Seoul dipastikan akan menjadi salah satu sorotan terbesar dalam kalender budaya Korea tahun ini, meskipun tetap berada di bawah pengawasan ketat demi menjaga warisan sejarah kota.