Investasi Rp2,9 T, Daihatsu Perkuat Komitmen Elektrifikasi
Uptodai.com - PT Astra Daihatsu Motor (ADM) secara agresif menunjukkan keseriusannya di pasar domestik. Pabrikan mobil asal Jepang ini kini tengah fokus memperkuat komitmen elektrifikasi, terutama melalui model hibrida terbarunya, Rocky e-Smart Hybrid.
Komitmen jangka panjang ini didukung oleh suntikan modal yang signifikan. Daihatsu diketahui telah menggelontorkan investasi senilai Rp2,9 triliun. Dana jumbo tersebut dialokasikan untuk pembangunan fasilitas produksi mutakhir di Karawang, Jawa Barat, yang diharapkan dapat menopang kebutuhan pasar global.
Investasi Rp2,9 Triliun untuk Pabrik Karawang Assembly Plant 2
Fasilitas produksi yang menjadi pusat perhatian adalah Karawang Assembly Plant 2 (KAP 2), yang secara resmi telah diresmikan pada awal tahun lalu. Pabrik ini berlokasi strategis di Kawasan Industri Surya Cipta, Karawang Timur, dan sekaligus menjadi fasilitas produksi keenam yang dimiliki Daihatsu di Indonesia.
Dengan total luas hampir 23 hektare, KAP 2 dibangun sebagai respons terhadap pertumbuhan permintaan pasar otomotif, baik di tingkat domestik maupun global. Oleh karena itu, Indonesia memegang peran krusial sebagai basis produksi utama Daihatsu di luar negara asalnya, Jepang.
Basis Produksi Daihatsu di Luar Jepang
Pabrik KAP 2 dirancang dengan integrasi teknologi manufaktur terkini. Fasilitas ini dilengkapi dengan tiga unit utama yang terintegrasi, yaitu fasilitas bodi, pengecatan, dan perakitan. Hal ini memastikan proses produksi berjalan efisien dan sesuai standar kualitas global yang ditetapkan oleh prinsipal.
Kapasitas produksi yang dimiliki KAP 2 mencapai 140.000 unit per tahun. Dengan tambahan kapasitas ini, total kemampuan produksi PT Astra Daihatsu Motor secara keseluruhan kini melampaui 530.000 unit per tahun, angka yang sangat besar untuk memenuhi kebutuhan pasar domestik dan ekspor.
Manajemen Daihatsu juga menegaskan bahwa kemampuan produksi yang masif ini didukung oleh ribuan pemasok lokal, termasuk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Keterlibatan UMKM ini menjamin tingkat lokalisasi tinggi untuk semua kendaraan yang diproduksi, sekaligus memperkuat ekosistem industri otomotif nasional.
Rocky e-Smart Hybrid: Langkah Nyata Elektrifikasi Daihatsu
Selain memperkuat infrastruktur produksi, fokus utama Daihatsu saat ini adalah memasarkan model hibrida terbarunya, Rocky e-Smart Hybrid. Mobil ini pertama kali diperkenalkan kepada publik di ajang Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2025 pada Juli tahun lalu, menarik perhatian besar dari konsumen yang mencari kendaraan ramah lingkungan.
Rocky e-Smart Hybrid diklaim menawarkan efisiensi bahan bakar yang luar biasa. Berdasarkan metode pengujian JC08 (Japan Cycle 08) yang umum digunakan di Jepang, mobil ini mampu mencatat konsumsi bahan bakar antara 28 km per liter hingga 34,8 km per liter.
Performa dan Efisiensi Emisi Rendah
Efisiensi tersebut tidak hanya tercermin pada konsumsi bahan bakar, tetapi juga pada tingkat emisi yang dihasilkan. Model hibrida ini diklaim hanya menghasilkan emisi sebesar 83 gram karbon dioksida per kilometer. Angka tersebut menempatkannya sebagai salah satu kendaraan dengan tingkat emisi terendah di kelas SUV kompak saat ini.
Dari sisi performa, Rocky Hybrid juga menjanjikan akselerasi yang responsif. Mobil ini mampu mencatatkan akselerasi dari 0 hingga 100 km per jam dalam waktu sekitar 10 detik, menawarkan pengalaman berkendara yang lincah di perkotaan.
Secara teknis, Daihatsu membekali Rocky Hybrid dengan mesin 1.2L WA-VEX, yang dipadukan dengan baterai berkapasitas 0,74 kWh dan tegangan 177,6 volt. Sistem penggerak hybrid ini disempurnakan dengan transmisi khusus (Transaxle) yang mampu menyalurkan tenaga maksimum hingga 106 PS dan torsi puncak 170 Nm.
Sebagai informasi tambahan, unit Daihatsu Rocky e-Smart Hybrid yang beredar di pasar Indonesia saat ini masih diimpor secara utuh (Completely Built Up/CBU). Hal ini mengindikasikan bahwa investasi besar di KAP 2 akan menjadi fondasi penting untuk rencana lokalisasi produksi model elektrifikasi Daihatsu di masa depan.