Uptodai.com - Pemain Timnas Indonesia, Shayne Pattynama, telah menunjukkan adaptasi cepat setelah resmi Gabung Persija Shayne Pattynama pada bursa transfer paruh musim Liga 1. Keputusan bek kiri berusia 27 tahun ini untuk kembali berkarier di tanah air disambut antusias oleh Macan Kemayoran dan para penggemar setia mereka. Langkah ini sekaligus menandai kepulangannya ke Asia Tenggara setelah hanya menghabiskan separuh musim kompetisi bersama Buriram United di Thailand.

Kepindahan Shayne menambah panjang daftar pemain berdarah diaspora Indonesia yang kini memilih merumput di liga lokal. Sebelumnya, nama-nama besar seperti Jordi Amat yang juga berada di Persija, Thom Haye di Persib Bandung, hingga Rafael Struick di Dewa United telah lebih dulu menjejakkan kaki di kompetisi domestik.

Meski baru tiba dan langsung dihadapkan pada rutinitas latihan intensif, proses penyesuaian diri Shayne Pattynama dilaporkan berjalan sangat mulus. Hal ini tidak lepas dari keberadaan beberapa wajah familiar yang sudah ia kenal baik dari tugas internasional.

Faktor Utama Kelancaran Adaptasi Gabung Persija Shayne Pattynama

Shayne Pattynama mengungkapkan bahwa kunci utama kelancaran adaptasinya adalah dukungan dari rekan-rekan setim yang pernah berjuang bersamanya di Timnas Indonesia. Ikatan emosional yang sudah terjalin di level tim nasional memudahkan transisi profesionalnya di level klub.

“Saya sudah kenal beberapa pemain seperti Witan Sulaeman, Jordi Amat, dan Rizky Ridho. Sekarang, waktunya untuk mengenal pemain lainnya di tim ini,” ujar Shayne saat mengikuti sesi latihan Persija di Sawangan, Depok, Jawa Barat.

Mantan penggawa KAS Eupen tersebut menambahkan bahwa sambutan yang diberikan oleh skuad Macan Kemayoran sangat hangat. “Adaptasinya berjalan lancar. Mereka sangat baik dan menerima saya dengan tangan terbuka,” tambahnya, menegaskan suasana kekeluargaan yang ia rasakan.

Tantangan Fisik yang Harus Dihadapi

Meskipun adaptasi sosial dan teknis berjalan lancar, Shayne Pattynama tidak menampik bahwa ia masih harus menyesuaikan diri secara fisik dengan pola latihan Persija Jakarta. Intensitas dan metode latihan di bawah arahan tim pelatih Macan Kemayoran terasa berbeda dari klub sebelumnya.

“Hal yang ingin saya katakan soal latihan, latihannya sulit dan sangat menantang,” aku Pattynama. Ia menyadari bahwa ia memerlukan waktu untuk mengoptimalkan kondisi tubuhnya agar bisa mengikuti ritme yang diterapkan.

Namun, pemain kelahiran Lelystad, Belanda, ini optimistis bahwa kondisinya akan segera prima. “Saya harus beradaptasi dengan tubuh saya, tetapi hari demi hari, saya merasa sedikit membaik dan semakin kuat,” imbuh Shayne, menunjukkan komitmennya untuk segera mencapai performa puncak.

Proses Transfer Kilat dan Rencana Besar Macan Kemayoran

Membahas kronologi kepindahannya, Shayne Pattynama menjelaskan bahwa proses bergabung dengan Persija berlangsung sangat cepat dan meyakinkan. Setelah mendengar beberapa rumor, Persija langsung bergerak cepat dan profesional untuk mengamankan jasanya.

“Saya mendengar beberapa rumor, tetapi Persija sangat cepat dalam pendekatannya,” jelas Shayne. Manajemen Macan Kemayoran tidak hanya menunjukkan ketertarikan, tetapi juga mempresentasikan rencana jangka panjang yang komprehensif.

Mereka menyatakan, ‘Kami sangat menginginkanmu,’ dan kemudian mereka benar-benar punya rencana yang bagus untuk saya dan klubnya. Dan saya benar-benar percaya akan hal itu,” tutupnya, memantapkan alasan di balik keputusannya memilih Persija Jakarta sebagai pelabuhan karier barunya.

Alasan Persija Merekrut Pemain Serbaguna

Keputusan Persija merekrut Shayne Pattynama tentu didasari oleh pertimbangan teknis yang matang. Pelatih Persija saat itu, Mauricio Souza, sempat buka suara menjelaskan mengapa Macan Kemayoran mantap mendatangkan bek Timnas Indonesia tersebut.

Souza melihat Shayne memiliki sifat yang serbaguna atau versatile di lapangan. Kemampuannya bermain di berbagai posisi, terutama bek kiri dan gelandang bertahan, dianggap sangat krusial untuk menambah kedalaman dan variasi taktik skuad Persija dalam menghadapi sisa kompetisi Liga 1.