Uptodai.com - Peluncuran lini terbaru Chery C5 CSH menandai langkah serius pabrikan asal Tiongkok ini dalam menyambut era elektrifikasi, terutama di segmen hybrid. Fokus utama yang diusung pada model ini adalah keamanan baterai Chery C5 CSH yang diklaim mumpuni, memastikan konsumen tidak perlu khawatir mengenai durabilitas dan keselamatan komponen vital tersebut.

Model C5 CSH (Chery Super Hybrid) ini hadir melengkapi jajaran compact SUV Chery yang sebelumnya hanya diisi oleh varian mesin bensin murni dan mobil listrik Chery E5. Kehadiran varian hybrid ini memberikan opsi transisi yang ideal bagi konsumen yang ingin merasakan efisiensi elektrifikasi tanpa meninggalkan fleksibilitas mesin pembakaran internal.

Spesifikasi Powertrain dan Sistem Hybrid CSH

Berbeda dengan mesin konvensional, Chery C5 CSH mengandalkan mesin bakar 1.500 cc 4 silinder turbo yang sudah mengadopsi siklus Miller. Penggunaan siklus Miller ini dikenal mampu meningkatkan efisiensi termal, sangat cocok dipadukan dengan sistem elektrifikasi untuk mencapai konsumsi bahan bakar yang optimal.

Mesin tersebut disandingkan dengan dua motor listrik yang terintegrasi dalam sistem Dedicated Hybrid Transmission (DHT) untuk menggerakkan roda depan. Kedua motor listrik ini bertugas mengelola daya, baik untuk membantu akselerasi maupun mengisi ulang daya baterai saat deselerasi.

Sumber energi listriknya berasal dari baterai jenis Lithium-iron Phosphate (LFP) berkapasitas 1,83 kWh. Baterai LFP dipilih karena karakteristiknya yang dikenal lebih stabil secara kimiawi dan memiliki risiko termal yang lebih rendah dibandingkan jenis baterai lithium lainnya.

Keamanan Baterai Chery C5 CSH: Tiga Lapisan Proteksi

Untuk menjamin keselamatan pengguna, Chery merancang proteksi berlapis pada baterai C5 CSH. Menurut Yusuf, Product Manager PT Chery Sales Indonesia (CSI), penempatan baterai menjadi kunci utama dalam strategi keamanan ini.

Baterai ditempatkan pada bagian sasis dan dilindungi oleh struktur tiga lapisan armor yang sangat kokoh. Struktur ini berfungsi sebagai perisai, menjaga baterai dari potensi dampak benturan keras atau kerusakan eksternal yang mungkin terjadi saat mobil melintasi medan sulit atau mengalami kecelakaan.

Selain perlindungan fisik, jenis baterai LFP yang digunakan memberikan keuntungan tambahan. Yusuf menjelaskan bahwa baterai LFP tidak menghasilkan percikan api, bahkan ketika terkena kerusakan parah seperti tusukan atau benturan ekstrem. Hal ini secara signifikan mengurangi risiko kebakaran akibat kerusakan baterai.

Standar IP68 dan Respon Cepat BMS

Aspek keamanan lainnya yang tidak kalah penting adalah sertifikasi. Baterai Chery C5 CSH telah mengantongi sertifikasi IP68, sebuah standar internasional yang menjamin keamanan terhadap air (waterproof) dan debu (dustproof). Sertifikasi ini memastikan bahwa komponen baterai tetap aman dan berfungsi optimal meskipun mobil melewati genangan air yang cukup dalam atau lingkungan berdebu.

Dalam skenario terburuk, seperti insiden tabrakan, sistem manajemen baterai (BMS) sudah dibekali fitur keamanan cut-off yang sangat cepat. Sistem ini dirancang untuk segera memutus arus listrik tegangan tinggi dari baterai ke seluruh sistem kendaraan.

Kecepatan respons cut-off pada BMS Chery C5 CSH diklaim sebagai yang tercepat di kelasnya. Pemutusan arus listrik tegangan tinggi ini hanya membutuhkan waktu 2 milidetik (ms). Respons secepat kilat ini krusial untuk mencegah risiko sengatan listrik atau korsleting, memberikan perlindungan maksimal bagi penumpang dan tim penyelamat saat terjadi kecelakaan.