Momen Jepang Kembalikan Panda Kembar ke China, Tinggalkan Ueno
Uptodai.com - Sebuah era di Jepang berakhir setelah momen Jepang kembalikan panda kembar raksasa, Xiao Xiao dan Lei Lei, kembali ke Tiongkok. Kepulangan kedua panda yang sangat dicintai publik Tokyo ini menandai Kebun Binatang Ueno, Tokyo, kini tidak memiliki panda untuk pertama kalinya sejak tahun 1972.
Peristiwa ini bukan sekadar pemindahan satwa, melainkan bagian dari program konservasi global yang ketat. Meskipun diwarnai perpisahan yang mengharukan dari para penggemar, kepulangan panda kembar ini ke tanah leluhurnya berjalan sesuai protokol konservasi yang telah ditetapkan.
Detik-detik Kedatangan Panda Kembar di Sichuan
Xiao Xiao dan Lei Lei, yang lahir di Tokyo pada tahun 2021, memulai perjalanan panjang mereka menuju Provinsi Sichuan, Tiongkok, pada Rabu (28/1/2026) dini hari. Keduanya tiba di Bandara Internasional Tianfu Chengdu tepat pukul 01.00 pagi waktu setempat.
Setibanya di Chengdu, peti kayu berisi panda tersebut diturunkan dengan hati-hati dari pesawat Sichuan Airlines. Para pekerja yang mengenakan pakaian pelindung putih segera mengangkut peti-peti itu ke truk khusus untuk melanjutkan perjalanan darat.
Perjalanan mereka berlanjut ke Pusat Karantina di Ya’an, Sichuan. Menurut Pusat Konservasi dan Penelitian Panda Raksasa China, Xiao Xiao dan Lei Lei tiba di fasilitas karantina tersebut sekitar pukul 06.00 pagi dan akan menjalani masa karantina wajib sebelum bergabung dengan program penangkaran.
Perpisahan Haru di Kebun Binatang Ueno Tokyo
Sebelum keberangkatan, publik Jepang telah menggelar perpisahan yang sangat emosional. Panda kembar ini telah menjadi ikon Kebun Binatang Ueno dan bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari warga Tokyo sejak kelahiran mereka.
Kelahiran Xiao Xiao dan Lei Lei pada tahun 2021 disambut meriah, apalagi mengingat panda raksasa dikenal sulit berkembang biak di penangkaran. Kehadiran mereka selama dua tahun telah mempererat hubungan emosional antara satwa langka ini dengan masyarakat Jepang.
Kepergian mereka kini meninggalkan kekosongan besar di Ueno. Hilangnya panda ini juga terjadi di tengah ketegangan hubungan diplomatik antara Tiongkok dan Jepang, meskipun program konservasi ini tetap berjalan terpisah dari isu politik.
Program Konservasi dan Diplomasi Panda Raksasa
Kepulangan Xiao Xiao dan Lei Lei ke Tiongkok mengikuti aturan baku dalam program konservasi global. Panda yang lahir di luar negeri harus kembali ke Tiongkok—pusat habitat alami mereka—antara usia dua hingga empat tahun.
Tujuan utama dari kebijakan ini adalah memastikan mereka dapat berpartisipasi dalam program penangkaran dan pengembangbiakan genetik yang dikelola secara terpusat. Hal ini penting untuk menjaga keragaman genetik populasi panda raksasa yang rentan.
Panda-panda tersebut kini akan berada di Pangkalan Panda Bifengxia di Ya’an, yang dikenal sebagai salah satu pusat utama untuk konservasi dan penelitian. Di sana, mereka diharapkan dapat berkontribusi pada peningkatan populasi panda global.
Meskipun Jepang kehilangan panda untuk sementara, program ‘Diplomasi Panda’ Tiongkok seringkali melibatkan peminjaman kembali satwa baru di masa depan. Namun, momen kepulangan Xiao Xiao dan Lei Lei ini tetap menjadi penanda penting dalam sejarah Kebun Binatang Ueno.