Uptodai.com - Langkah Timnas Futsal Indonesia dan Vietnam di Piala Asia Futsal 2026 akhirnya mempertemukan kedua tim di babak perempat final. Menjelang duel krusial ini, Pelatih Vietnam Futsal Piala Asia, Diego Giustozzi, memberikan pandangan terbuka mengenai kekuatan dan tantangan yang akan dihadapi timnya.

Kepastian pertemuan dua raksasa Asia Tenggara ini didapatkan setelah Indonesia berhasil mengamankan posisi puncak klasemen Grup A, berkat hasil imbang 1-1 yang dramatis melawan Irak. Sementara itu, Vietnam harus puas menjadi runner-up Grup B setelah menelan kekalahan tipis 0-1 dari Thailand pada laga pamungkas penyisihan grup.

Pertarungan yang menjanjikan intensitas tinggi ini dijadwalkan berlangsung pada Selasa (3/2/2026) malam WIB. Giustozzi, pelatih asal Argentina, mengakui bahwa pertandingan melawan Skuad Garuda akan menuntut persiapan yang berbeda dari laga-laga sebelumnya.

Analisis Giustozzi: Karakter Asia Tenggara yang Familiar

Diego Giustozzi menilai bahwa Indonesia memiliki ciri khas permainan yang unik, meskipun tetap berada dalam koridor gaya futsal Asia Tenggara. Menurutnya, karakteristik ini justru memberikan sedikit keuntungan bagi Vietnam karena gaya bermain tersebut cukup familiar bagi mereka.

Kedua tim memang memiliki riwayat pertemuan yang cukup sering di kancah regional, termasuk yang terbaru di ajang SEA Games 2025. Pengalaman ini membuat Giustozzi merasa timnya tidak akan terlalu terkejut dengan taktik yang diterapkan oleh Indonesia.

“Saya rasa pertandingannya akan berbeda. Indonesia lebih Asia Tenggara, mirip dengan kita,” ujar Diego Giustozzi pada Sabtu (31/1/2026). “Kurang lebih bermain dengan situasi yang sama, jadi kami sudah cukup mengenali pola pergerakan mereka,” tambahnya.

Meskipun demikian, Giustozzi menekankan bahwa familiaritas ini tidak berarti tantangan akan berkurang. Justru, persiapan yang matang dan fleksibel tetap harus dilakukan untuk menghadapi setiap kejutan yang mungkin disiapkan oleh tim tuan rumah.

Waspada Faktor Kandang: Tekanan 50 Ribu Suporter

Di balik pengakuan akan kemiripan gaya bermain, Giustozzi secara khusus menyoroti satu faktor non-teknis yang ia anggap sebagai kerugian besar bagi timnya. Faktor tersebut adalah dukungan masif dari pendukung tuan rumah di stadion.

Pelatih peraih gelar Piala Dunia Futsal 2016 bersama Argentina ini menyadari betul dampak psikologis dari atmosfer kandang. Dukungan puluhan ribu suporter Indonesia diprediksi akan menjadi energi tambahan yang sangat signifikan bagi Timnas Futsal Indonesia.

“Indonesia bermain di kandang sendiri, dan kandang sendiri dengan 50 ribu penonton,” tegas Giustozzi, menunjukkan kekhawatirannya terhadap tekanan suporter. “Atmosfer seperti itu bisa mengubah jalannya pertandingan dan meningkatkan motivasi lawan kami,” lanjutnya.

Mentalitas Vietnam di Fase Gugur

Meski mengakui adanya tantangan besar, terutama dari faktor non-teknis, Giustozzi menegaskan bahwa Vietnam tidak gentar menghadapi siapapun di babak perempat final. Ia percaya bahwa fase gugur Piala Asia Futsal 2026 hanya akan diisi oleh tim-tim terbaik di benua Asia.

Giustozzi meyakini bahwa semua 16 tim yang berlaga di turnamen ini sudah memiliki kualitas tinggi, dan delapan tim yang tersisa tentu jauh lebih unggul. Oleh karena itu, fokus utama timnya adalah pada performa internal, bukan pada nama besar lawan.

“Tapi tidak ada yang perlu dikhawatirkan, 16 tim di Asia sangat bagus. Jadi, delapan tim terakhir lebih baik,” kata pelatih yang dikenal memiliki mentalitas juara ini. “Kita tunggu pertandingan-pertandingan ini, kita tunggu hasilnya, dan siapa pun yang harus kami hadapi, tidak masalah, kita akan bermain,” tutupnya, memberikan sinyal kesiapan penuh Vietnam menghadapi duel Timnas Futsal Indonesia vs Vietnam.