Capello: AC Milan Mustahil Kejar Inter, Kualitas Rossoneri Jauh Beda
Uptodai.com - Pertarungan sengit di Olimpico antara AC Milan dan AS Roma pada pekan ke-22 Liga Italia 2025/2026 berakhir dengan skor imbang 1-1. Hasil ini, meski memperpanjang rekor tak terkalahkan Rossoneri menjadi 21 pertandingan liga, justru memicu analisis tajam bahwa AC Milan mustahil kejar Inter Milan dalam perburuan Scudetto musim ini.
Saat ini, Milan masih bertengger di posisi kedua klasemen sementara dengan koleksi 47 poin. Mereka terpaut lima angka dari rival sekota mereka, Inter, yang nyaman memimpin di puncak Serie A dengan 52 poin.
Jarak lima poin tersebut dianggap terlalu lebar untuk dikejar, terutama jika melihat performa Milan yang dinilai kurang meyakinkan, bahkan saat mereka berhasil mendapatkan poin.
Analisis Hasil Imbang Melawan AS Roma
Dalam laga kontra Roma, Milan sempat unggul lebih dulu melalui sundulan Koni De Winter di menit ke-62. Namun, keunggulan tersebut sirna setelah Lorenzo Pellegrini berhasil menuntaskan tendangan penalti pada menit ke-74.
Hasil imbang ini membuat Roma, yang berada di posisi ketiga, semakin mendekat dengan koleksi 43 poin. Fokus utama kritik terhadap Milan bukan terletak pada hasil akhir, melainkan pada cara bermain tim asuhan Stefano Pioli yang dinilai stagnan.
Kritik Tajam dari Fabio Capello
Mantan pelatih legendaris Italia, Fabio Capello, menjadi salah satu suara paling vokal yang melayangkan kritik Fabio Capello Milan. Capello secara blak-blakan menilai performa Rossoneri jauh dari kata memuaskan, terutama di paruh pertama pertandingan.
Menurut Capello, Roma tampil jauh lebih dominan dan seharusnya bisa unggul dua atau tiga gol sebelum jeda. Milan terlihat terkurung di area pertahanan mereka sendiri akibat pressing intens dari tuan rumah.
Beruntung, pertahanan Milan mampu bertahan hingga babak pertama usai tanpa kebobolan. Capello bahkan terkejut melihat kedua penyerang Milan terlihat pasif tanpa bola, mengurangi opsi serangan balik cepat.
Capello juga menyoroti bahwa gol Milan tidak lahir dari skema permainan yang solid. Selain gol De Winter yang berasal dari situasi sepak pojok, Milan hanya mampu mencatatkan dua tembakan tepat sasaran sepanjang 90 menit.
Ia menyebut permainan Milan seperti “metode coba-coba” tanpa visi yang jelas, sementara Roma bermain dengan metode yang terstruktur dan menciptakan banyak peluang berbahaya.
Jarak Kualitas yang Terlalu Lebar dengan Inter
Lebih jauh lagi, Capello menekankan bahwa hasil minor ini memperjelas adanya jarak kualitas Milan Inter. Ia melihat perbedaan signifikan, tidak hanya dalam hal kualitas individu skuad, tetapi juga dalam hal konsistensi dan mentalitas pemenang.
Inter Milan, di bawah asuhan Simone Inzaghi, menunjukkan kematangan yang luar biasa musim ini. Mereka jarang sekali kehilangan poin dalam pertandingan yang seharusnya mereka menangkan, menunjukkan kedalaman skuad yang lebih baik.
Sebaliknya, Milan, meskipun memiliki momen cemerlang, seringkali gagal mempertahankan level performa tinggi secara konsisten, terutama saat menghadapi tim-tim yang menerapkan tekanan tinggi.
Mentalitas dan Konsistensi Jadi Pembeda
Perbedaan mentalitas inilah yang menjadi pembeda utama dalam perburuan gelar Serie A. Inter telah menunjukkan kemampuan untuk memenangkan pertandingan sulit dengan skor tipis, atau bahkan menghancurkan lawan saat mereka sedang di atas angin.
Capello menegaskan bahwa dengan performa yang ditunjukkan saat melawan Roma, ambisi Milan untuk meraih Scudetto harus ditunda. Mereka dinilai belum memiliki kedalaman dan kekuatan mental yang diperlukan untuk mengejar Inter yang semakin menjauh di puncak klasemen.
Jika Milan tidak segera menemukan kembali visi permainan mereka dan meningkatkan konsistensi, Inter diprediksi akan semakin nyaman melaju sendirian menuju gelar juara liga musim 2025/2026.