Arsenal Juara Liga Inggris, Coach Justin Tetap Kritik Arteta
Uptodai.com - Keberhasilan Arsenal juara Liga Inggris musim 2025/2026 akhirnya mengakhiri dahaga gelar selama 22 tahun yang dinanti-nantikan oleh para pendukung setianya. Skuad asuhan Mikel Arteta memastikan diri sebagai kampiun setelah pesaing terdekat mereka, Manchester City, terpeleset di markas Bournemouth. Pesta juara tersebut kemudian ditutup dengan kemenangan manis 2-1 atas Crystal Palace di laga pamungkas.
Gol dari Gabriel Jesus dan Noni Madueke memastikan pesta pora The Gunners di Stadion Selhurst Park berjalan sempurna. Namun, di tengah euforia luar biasa ini, suara sumbang justru datang dari pengamat sepak bola kenamaan tanah air. Kritik tajam tetap mengalir deras untuk sang manajer meskipun piala bergengsi itu sudah berada di pelukan.
Alasan Coach Justin Kritik Arteta Usai Arsenal Juara Liga Inggris
Mantan pelatih futsal nasional, Justinus Lhaksana atau yang akrab disapa Coach Justin, secara mengejutkan melayangkan sindiran keras. Pria yang juga terkenal sebagai pendukung fanatik Arsenal ini mengaku tidak puas dengan gaya permainan tim kesayangannya. Ia menilai skema permainan taktis yang diusung oleh Mikel Arteta masih sangat minim kreativitas.
Menurutnya, investasi besar-besaran klub sebesar 1,2 miliar euro selama tujuh tahun terakhir seharusnya menghasilkan permainan yang lebih atraktif. Coach Justin merasa sangat miris melihat tim sebesar Arsenal masih sering mengandalkan skema bola mati untuk mencetak gol. Ia bahkan menyebut taktik tersebut sangat membosankan bagi tim calon juara Eropa.
“Lu kalau udah 7 tahun habisin 1,2 (miliar euro), lu ngandelin corner kick, kalau Arsenal juara UCL mah udah fix, Arteta pasti out,” cetus Coach Justin dalam unggahan video reaksi di kanal YouTube pribadinya. Pernyataan kontroversial ini langsung memicu perdebatan panas di kalangan pencinta sepak bola tanah air.
Perbandingan Kontroversial dengan Hansi Flick
Untuk memperkuat argumennya, Coach Justin membandingkan nasib Mikel Arteta dengan beberapa pelatih top Eropa lainnya. Ia mencontohkan sosok Hansi Flick yang pernah meraih kesuksesan luar biasa bersama raksasa Jerman, FC Bayern Munich. Flick tetap harus angkat kaki dari Allianz Arena meski telah menyumbangkan banyak trofi bergengsi.
Pandangan skeptis ini langsung mendapat sanggahan dari pengamat sepak bola lainnya, yakni Glen Joshua dan Panji Suryono. Kedua pandit tersebut menilai pencapaian Mikel Arteta musim ini sangat luar biasa dan patut mendapat apresiasi tinggi. Meruntuhkan dominasi Manchester City di kompetisi domestik bukanlah perkara yang mudah bagi tim mana pun.
Bagaimanapun juga, trofi Premier League musim ini menjadi bukti nyata dari proses panjang yang telah dibangun oleh manajemen klub. Para penggemar kini tinggal menunggu apakah taktik Arteta mampu membawa klub melangkah lebih jauh di kancah Liga Champions musim depan. Perdebatan mengenai kelayakan sang pelatih tampaknya masih akan terus bergulir hangat.