Mikel Arteta Balas Kekalahan Inter: Target Dominasi di San Siro
Uptodai.com - Pelatih kepala Arsenal, Mikel Arteta, membawa ambisi besar saat timnya kembali melawat ke markas Inter Milan. Juru taktik asal Spanyol ini bertekad memastikan skuadnya tampil superior sekaligus Mikel Arteta balas kekalahan Inter yang menyakitkan di Liga Champions UEFA (UCL) musim lalu.
Pertemuan kedua tim ini menjadi salah satu duel paling dinantikan di fase grup, mempertemukan dua raksasa yang sama-sama memimpin klasemen di liga domestik masing-masing. Kemenangan akan sangat krusial, tidak hanya untuk memuluskan jalan ke fase gugur, tetapi juga untuk menegaskan dominasi mental di kompetisi Eropa.
Mikel Arteta Balas Kekalahan Inter: Mengenang Penalti di San Siro
Musim lalu, Arsenal sempat bertandang ke Stadion Giuseppe Meazza, San Siro, dalam pertandingan keempat fase grup UCL 2024/2025. Kenangan pahit masih membayangi The Gunners, sebab mereka harus pulang dengan tangan hampa setelah takluk 1-0.
Kekalahan tersebut terjadi akibat tendangan penalti Hakan Calhanoglu menjelang akhir babak pertama, sebuah momen yang dinilai Arteta sangat mengecewakan. Meskipun demikian, penampilan Arsenal saat itu sudah cukup solid, hanya saja mereka gagal mengonversi peluang menjadi gol.
Pada akhirnya, kedua tim menyelesaikan fase grup dengan koleksi poin yang identik, yakni 19 poin dari enam kemenangan, satu hasil seri, dan satu kekalahan. Inter Milan dan Arsenal pun menempati posisi yang berdekatan di peringkat ketiga dan keempat, menunjukkan betapa ketatnya persaingan mereka.
Setelah lolos ke fase gugur, kedua tim menunjukkan performa impresif. Arsenal berhasil menyingkirkan Real Madrid di perempat final sebelum akhirnya tersingkir oleh Paris Saint-Germain (PSG) di semi final. Sementara itu, Nerazzurri sukses mengalahkan Barcelona namun harus mengakui keunggulan PSG dengan skor telak 5-0 di partai final.
Tantangan Taktis Melawan Cristian Chivu
Arteta mengakui bahwa tugas untuk meraih kemenangan di San Siro kali ini tidak akan mudah. Ia telah mempelajari kembali rekaman pertandingan musim lalu dan menganalisis set-up taktis Inter di bawah asuhan pelatih baru mereka, Cristian Chivu.
“Tugas ini akan sulit, tetapi melihat ke belakang, kami punya performa solid di sana. Kami kalah hanya karena penalti, dan itu mengecewakan,” ujar Arteta dalam konferensi pers jelang laga, Selasa (20/1/2026). “Kami sudah punya gambaran apa saja yang harus dilakukan untuk menang, tinggal eksekusi kami harus lebih baik dari mereka.”
Sejak awal musim ini, Si Biru Hitam diasuh oleh Chivu, yang merupakan bek sayap legendaris klub. Arteta memprediksi bahwa ciri khas permainan Inter akan melibatkan pertahanan yang rapat, formasi yang dalam, serta agresivitas tinggi saat kehilangan bola.
Menurut Arteta, setiap pelatih pasti ingin memberikan identitas baru pada timnya. Meskipun Chivu tetap mempertahankan beberapa parameter taktis dari pelatih sebelumnya, ia telah menambahkan cap permainannya sendiri, terutama dengan merekrut pemain bertahan apik seperti Manuel Akanji.
Target utama yang dicanangkan Arteta untuk skuad London Utara dalam laga tandang ini adalah mendominasi permainan dan menciptakan peluang mencetak gol sebanyak mungkin. Hal ini merupakan respons langsung terhadap kegagalan mereka mengonversi peluang pada pertemuan sebelumnya.
Duel Pemimpin Liga dan Valuasi Skuad Termahal
Laga ini tidak hanya menjadi panggung untuk membalas kekalahan, tetapi juga menjadi duel antara klub pemimpin klasemen sementara Serie A dengan Premier League musim ini. Selain itu, ini adalah pertarungan antara dua klub dengan harga skuad paling mahal dari liga masing-masing.
Menariknya, skuad London Utara memiliki valuasi yang hampir mencapai dua kali lipat dibandingkan skuad Inter Milan. Valuasi Arsenal mencapai angka fantastis 1,31 miliar euro. Angka ini utamanya disokong oleh dua pemain bintang yang memiliki label harga di atas 100 juta euro, yakni Bukayo Saka dan Declan Rice.
Meskipun Inter Milan juga memiliki pemain elite dengan harga tinggi, perbedaan valuasi ini menunjukkan betapa besarnya investasi yang dilakukan Arsenal untuk membangun skuad yang kompetitif di level Eropa. Pertandingan ini akan membuktikan apakah kekuatan finansial mampu diterjemahkan menjadi tiga poin krusial di lapangan hijau.