Uptodai.com - Atalanta menang tipis atas Cremonese dengan skor 2-1 dalam laga lanjutan Serie A musim 2025/2026 yang berlangsung penuh drama. Kemenangan ini menjadi raihan krusial bagi La Dea untuk tetap bersaing di papan atas klasemen sementara Liga Italia. Meski mendominasi jalannya pertandingan, tim asuhan Gian Piero Gasperini harus bekerja ekstra keras untuk meredam perlawanan tim tamu.

Skuad La Dea memasuki lapangan dengan kepercayaan diri tinggi setelah sebelumnya sukses membantai Juventus 3-0 di ajang Coppa Italia. Namun, performa mereka di liga domestik sebenarnya sedang mengalami fluktuasi setelah hanya meraih dua hasil imbang dari tiga pertandingan terakhir. Tekanan untuk meraih poin penuh terlihat jelas sejak peluit pertama dibunyikan oleh wasit.

Kondisi tim tuan rumah sebenarnya tidak terlalu ideal karena harus kehilangan pilar utama seperti Marten de Roon dan Honest Ahanor akibat sanksi. Masalah bertambah saat Charles De Ketelaere mengalami cedera mendadak ketika melakukan pemanasan di pinggir lapangan. Kondisi ini memaksa Gasperini menurunkan Lazar Samardzic untuk mengisi peran kreatif di lini tengah secara mendadak.

Dominasi Atalanta dan Kebuntuan Cremonese

Atalanta langsung mengambil inisiatif serangan dan mengurung pertahanan Cremonese sejak menit-menit awal babak pertama. Nikola Krstovic hampir saja mencatatkan namanya di papan skor, namun tendangan kerasnya masih mampu diblok oleh bek Federico Baschirotto. Kiper tim tamu, Emil Audero, juga harus jatuh bangun menyelamatkan gawangnya dari gempuran beruntun Giacomo Raspadori.

Kebuntuan akhirnya pecah saat umpan silang akurat dari Raspadori berhasil menemui kaki Nikola Krstovic di dalam kotak penalti. Penyerang tersebut melakukan gerakan memutar yang cerdik sebelum melepaskan tembakan mendatar ke sudut bawah gawang yang gagal dijangkau Audero. Gol ini membuat publik tuan rumah bersorak dan meningkatkan intensitas serangan mereka.

Memasuki pertengahan babak pertama, Davide Zappacosta menggandakan keunggulan melalui aksi individu yang sangat memukau dari sisi sayap kanan. Bek sayap senior tersebut melakukan solo run, melewati dua pemain lawan, lalu melepaskan sepakan melengkung kaki kiri yang indah. Ini merupakan gol perdana Zappacosta musim ini yang sekaligus menegaskan dominasi Atalanta di paruh pertama.

Gol Spektakuler Thorsby dan Perlawanan Tim Tamu

Cremonese yang belum pernah menang sejak awal Desember mencoba bangkit dengan memasukkan beberapa tenaga baru di babak kedua. Tim asuhan Davide Nicola mulai berani keluar menyerang dan memanfaatkan celah di lini pertahanan Atalanta yang mulai sedikit lengah. Kehadiran rekrutan anyar Morten Thorsby memberikan dimensi baru dalam skema serangan balik mereka.

Momen yang paling mencuri perhatian publik terjadi ketika Morten Thorsby berhasil memperkecil ketertinggalan melalui proses yang sangat indah. Pemain asal Norwegia tersebut melepaskan tembakan voli dari luar kotak penalti yang meluncur deras ke pojok gawang Marco Carnesecchi. Gol spektakuler ini sempat menghidupkan asa tim tamu untuk membawa pulang poin dari markas lawan.

Menjelang akhir laga, Cremonese nyaris menyamakan kedudukan melalui sundulan tajam Milan Djuric yang mengarah tepat ke gawang. Namun, kiper Carnesecchi melakukan penyelamatan heroik tepat di garis gawang untuk mencegah terjadinya gol penyeimbang. Hingga wasit meniup peluit panjang, skor tetap bertahan 2-1 untuk kemenangan tipis namun berharga bagi tuan rumah.

Kemenangan ini menjadi modal berharga bagi Atalanta untuk menjaga momentum positif mereka di kancah domestik maupun Eropa. Sebaliknya, bagi Cremonese, kekalahan ini memperpanjang rekor buruk mereka yang belum juga mencicipi kemenangan dalam sepuluh laga terakhir. Meski kalah, performa apik Morten Thorsby menjadi sinyal positif bagi perjuangan mereka lolos dari zona degradasi.