Uptodai.com - Tahun baru seharusnya membawa semangat baru, namun bagi klub raksasa Arab Saudi, Al Nassr, awal 2026 Al Nassr justru terasa seperti mimpi buruk yang berkelanjutan. Hanya dalam rentang waktu dua pekan pertama Januari, tim yang dibela oleh superstar Cristiano Ronaldo ini terperosok dalam jurang tiga kekalahan beruntun yang sangat memukul moral tim.

Rangkaian hasil negatif ini tidak hanya membuat posisi mereka di papan klasemen semakin sulit, tetapi juga membuat gol-gol yang dicetak oleh sang mega bintang, Cristiano Ronaldo, terasa sia-sia. Lebih jauh lagi, krisis di lapangan ini diperparah dengan isu non-teknis yang mengancam masa depan klub, yaitu potensi sanksi berat dari otoritas sepak bola global.

Rangkaian Kekalahan yang Memutus Tren Positif

Periode pahit ini dimulai pada laga pembuka tahun 2026. Al Nassr harus mengakui keunggulan rival mereka, Al Ahli, dalam pertandingan tandang yang berlangsung sengit pada Sabtu (3/1/2026).

Dalam laga yang berakhir dengan skor tipis 3-2 tersebut, Al Nassr gagal menunjukkan dominasi yang biasanya mereka pamerkan. Kekalahan ini langsung memutus tren positif yang telah mereka bangun pada akhir tahun sebelumnya, sekaligus menjadi sinyal awal adanya masalah serius dalam konsistensi tim asuhan Jorge Jesus.

Gol Penalti Ronaldo Gagal Menyelamatkan Al Nassr

Ironisnya, hasil buruk tersebut bukanlah insiden tunggal. Hanya berselang enam hari, Al Nassr kembali menelan pil pahit saat menjamu Al Qadsiah di hadapan publik sendiri pada Jumat (9/1/2026).

Meskipun secara statistik Al Nassr mendominasi penguasaan bola, pertahanan disiplin Al Qadsiah sukses membuat lini serang mereka frustrasi. Tim tamu berhasil menjebol gawang tuan rumah dua kali melalui Julian Quinones dan Nahitan Nandez.

Harapan sempat muncul pada menit ke-81 ketika wasit menunjuk titik putih. Cristiano Ronaldo yang maju sebagai eksekutor berhasil menjalankan tugasnya dengan sempurna, mengubah skor menjadi 1-2. Sayangnya, gol tunggal Ronaldo tersebut tidak cukup untuk menyamakan kedudukan, dan Al Nassr harus menelan kekalahan kedua berturut-turut.

Puncak Krisis: Takluk di Tangan Al Hilal

Puncak dari krisis Awal 2026 Al Nassr terjadi pada Selasa (13/1/2026) dalam pertandingan Derby Riyadh melawan Al Hilal. Laga ini merupakan ujian terberat, dan Al Nassr lagi-lagi gagal menunjukkan mentalitas pemenang yang dibutuhkan.

Al Hilal berhasil memenangkan pertandingan dengan skor meyakinkan 3-1. Kekalahan ini tidak hanya merusak gengsi Al Nassr di mata para pendukung, tetapi juga semakin menjauhkan mereka dari puncak klasemen liga.

Tiga kekalahan beruntun dalam waktu kurang dari dua minggu menunjukkan adanya lubang besar dalam skema pertahanan dan efektivitas serangan Al Nassr. Hal ini tentu menjadi pekerjaan rumah yang sangat besar bagi staf pelatih dan manajemen klub.

Ancaman Sanksi Berat dan Krisis Transfer Pemain

Di tengah keterpurukan di lapangan, isu non-teknis menambah runyam suasana di markas Al Nassr. Klub tersebut dikabarkan terancam Sanksi Berat Al Nassr yang dapat berdampak langsung pada aktivitas transfer mereka di masa depan.

Ancaman ini muncul terkait isu krisis transfer pemain, di mana Al Nassr diduga memiliki tunggakan pembayaran kepada beberapa pihak terkait transfer pemain sebelumnya. Dalam kasus-kasus serupa di masa lalu, FIFA tidak segan menjatuhkan larangan transfer (transfer ban) yang bisa berlaku selama beberapa periode jendela transfer.

Jika sanksi ini benar-benar dijatuhkan, Al Nassr akan menghadapi konsekuensi yang fatal. Mereka tidak akan bisa mendaftarkan pemain baru, padahal klub sangat membutuhkan perombakan dan suntikan darah segar untuk kembali bersaing memperebutkan gelar juara. Situasi ini membuat gol-gol yang dicetak Ronaldo terasa kian pahit, karena performa individu sang bintang tidak mampu menutupi keretakan struktural yang kini melanda klub.