Blunder Fatal Jay Idzes Hampir Bikin Sassuolo Kalah dari Juventus
Uptodai.com - Blunder fatal Jay Idzes mewarnai drama sengit dalam laga lanjutan Serie A antara Juventus melawan Sassuolo. Bek andalan sekaligus kapten Timnas Indonesia tersebut hampir saja menjadi penyebab utama kekalahan timnya di markas Si Nyonya Tua.
Pertandingan yang berlangsung di Allianz Stadium pada Minggu dini hari WIB (22/3) itu berakhir dengan skor imbang 1-1. Namun, sorotan tajam justru tertuju pada aksi ceroboh Idzes di menit-menit krusial menjelang akhir babak kedua.
Jalannya Pertandingan Juventus vs Sassuolo
Sassuolo datang ke Turin dengan misi bangkit setelah menelan dua kekalahan beruntun dari Lazio dan Bologna. Skuad asuhan Fabio Grosso tampil cukup disiplin sejak peluit pertama dibunyikan untuk meredam agresivitas tuan rumah.
Namun, Juventus berhasil memecah kebuntuan lebih dulu melalui skema serangan balik cepat pada menit ke-14. Penyerang muda berbakat, Kenan Yildiz, sukses menyarangkan bola ke gawang Sassuolo yang dikawal Arijanet Muric.
Memasuki babak kedua, Sassuolo meningkatkan intensitas serangan demi mengejar ketertinggalan. Usaha keras mereka membuahkan hasil pada menit ke-52 melalui gol yang dicetak oleh Andrea Pinamonti.
Skor imbang 1-1 membuat tensi pertandingan semakin memanas karena kedua tim sama-sama mengincar poin penuh. Juventus terus menekan pertahanan Neroverdi, sementara Jay Idzes dan kolega berjibaku menghalau setiap gempuran.
Detik-Detik Blunder Fatal Jay Idzes di Kotak Terlarang
Petaka bagi Sassuolo hampir saja terjadi lima menit sebelum waktu normal berakhir akibat blunder fatal Jay Idzes. Pemain bertahan bertinggi badan 191 cm tersebut melakukan pelanggaran handball yang sangat tidak terduga di dalam kotak penalti.
Insiden ini bermula ketika Dusan Vlahovic melepaskan sundulan tajam ke arah gawang Sassuolo setelah menerima umpan silang. Bola hasil sundulan tersebut mengenai lengan Jay Idzes yang posisinya dianggap tidak natural oleh perangkat pertandingan.
Wasit awalnya sempat membiarkan laga berlanjut sebelum para pemain Juventus melancarkan protes keras. Setelah melakukan peninjauan melalui Video Assistant Referee (VAR), wasit akhirnya menunjuk titik putih untuk keuntungan Bianconeri.
Momen ini menjadi sangat krusial karena gol dari penalti tersebut bisa saja mengunci kemenangan bagi Juventus. Jay Idzes tampak tertunduk lesu menyadari kesalahan fatal yang ia lakukan di area sensitif pertahanan timnya.
Penyelamatan Gemilang Arijanet Muric Menjadi Juru Selamat
Beruntung bagi Sassuolo, mereka memiliki sosok Arijanet Muric di bawah mistar gawang yang tampil sangat heroik. Manuel Locatelli yang maju sebagai eksekutor penalti gagal menjalankan tugasnya dengan sempurna.
Muric berhasil membaca arah bola dengan tepat dan menepis tendangan keras Locatelli pada detik-detik terakhir laga. Penyelamatan gemilang ini sekaligus menutupi kesalahan Jay Idzes yang hampir membuat kerja keras timnya sia-sia.
Hingga wasit meniup peluit panjang, skor tetap bertahan 1-1 untuk kedua tim. Sassuolo berhasil membawa pulang satu poin penting dari Turin, meski posisi mereka masih tertahan di papan tengah klasemen sementara Serie A.
Kritik Tajam Media Italia Terhadap Performa Jay Idzes
Meski Sassuolo terhindar dari kekalahan, performa Jay Idzes tetap mendapatkan evaluasi negatif dari sejumlah media olahraga di Italia. Salah satu surat kabar ternama, Adnkronos, memberikan kritik pedas terhadap aksi ceroboh sang kapten Timnas Indonesia.
Media tersebut menyoroti bagaimana tindakan Idzes yang menggunakan lengan di area terlarang hampir menghancurkan rencana taktik Fabio Grosso. Mereka menilai pemain sekelas Idzes seharusnya bisa lebih tenang dalam mengantisipasi bola-bola udara di kotak penalti.
“Tindakan Idzes yang menggunakan lengan di area penalti menyebabkan wasit memberikan penalti kepada lawan,” tulis laporan Adnkronos dalam ulasan pertandingan tersebut. Kesalahan ini dianggap sebagai titik lemah yang hampir merugikan tim secara keseluruhan.
Kritik ini menjadi tantangan tersendiri bagi Jay Idzes untuk terus meningkatkan konsistensinya di kasta tertinggi sepak bola Italia. Sebagai pemain Indonesia pertama yang merumput di Serie A, setiap gerak-geriknya kini selalu berada di bawah mikroskop pengamat sepak bola Eropa.