Como Bantai Pisa 5-0, Fabregas Beri Penghormatan Bambang Hartono
Uptodai.com - Kemenangan Como 1907 atas Pisa dengan skor telak 5-0 menjadi momen emosional bagi seluruh elemen klub di kasta tertinggi Liga Italia. Pertandingan yang berlangsung di Stadio Giuseppe Sinigaglia ini bukan sekadar perebutan tiga poin biasa dalam lanjutan Serie A. Pelatih Cesc Fabregas menyebut hasil luar biasa ini sebagai bentuk penghormatan terakhir bagi mendiang Michael Bambang Hartono.
Suasana haru menyelimuti markas I Lariani sepanjang laga pekan ke-30 musim 2025/2026 tersebut. Kepergian pemilik Djarum Group itu meninggalkan duka mendalam bagi manajemen, pemain, hingga pendukung setia klub. Fabregas menegaskan bahwa semangat juang para pemain di lapangan terinspirasi oleh dedikasi besar yang telah diberikan sang pemilik selama ini.
Pesta Gol Como 1907 di Stadio Giuseppe Sinigaglia
Tim tuan rumah tampil sangat dominan sejak peluit pertama dibunyikan oleh wasit di hadapan ribuan pendukungnya. Assane Diao membuka keran gol pada menit ke-7 melalui penyelesaian akhir yang sangat tenang dan terukur. Keunggulan cepat tersebut membuat mental bertanding para pemain Pisa langsung menurun drastis di awal babak pertama.
Tekanan demi tekanan terus dilancarkan oleh anak asuh Fabregas ke jantung pertahanan lawan tanpa memberikan celah sedikitpun. Anastasios Douvikas menggandakan keunggulan pada menit ke-29 setelah memanfaatkan umpan matang dari sisi sayap. Skor 2-0 bertahan hingga babak pertama berakhir dengan kendali permainan penuh berada di tangan Como.
Memasuki babak kedua, intensitas serangan Como 1907 justru semakin meningkat tajam dan sulit dibendung lawan. Martin Baturina mencatatkan namanya di papan skor saat laga baru berjalan tiga menit setelah jeda turun minum. Gol cepat ini seolah mengunci kemenangan bagi tim yang identik dengan warna kebesaran biru tersebut.
Nico Paz menambah derita Pisa melalui gol cantiknya pada menit ke-75 setelah melewati beberapa pemain bertahan lawan. Pesta gol tuan rumah akhirnya ditutup oleh aksi gemilang Maximo Perrone sembilan menit sebelum laga usai. Lima gol dari lima pencetak berbeda menunjukkan kolektivitas tim yang sangat luar biasa dalam pertandingan ini.
Dedikasi Spesial Cesc Fabregas untuk Keluarga Hartono
Usai pertandingan berakhir, Cesc Fabregas tidak bisa menyembunyikan rasa bangganya terhadap performa spartan para pemain. Ia menyampaikan bahwa kemenangan besar ini sepenuhnya dipersembahkan untuk keluarga besar Hartono yang sedang berduka. Fabregas merasa klub berutang budi atas visi besar yang telah ditanamkan oleh mendiang Bambang Hartono.
Meskipun belum sempat bertemu secara langsung, Fabregas sangat mengagumi kontribusi nyata Bambang Hartono bagi kemajuan klub. Ia menilai stabilitas finansial dan manajemen yang sehat adalah warisan paling berharga yang ditinggalkan oleh sang pemilik. Hal inilah yang membawa Como mampu bersaing secara kompetitif di kasta tertinggi Liga Italia saat ini.
Fabregas juga menyoroti bagaimana Djarum Group membangun fondasi klub dengan nilai-nilai kerja keras dan integritas tinggi. Baginya, Como 1907 bukan sekadar klub sepak bola biasa, melainkan proyek masa depan yang sangat solid dan profesional. Keberhasilan menembus kompetisi bergengsi menjadi bukti nyata dari visi jangka panjang yang telah dirancang.
Momen Mengheningkan Cipta yang Mengharukan
Sebelum kick-off dimulai, seluruh penonton yang memadati stadion memberikan penghormatan terakhir melalui prosesi mengheningkan cipta. Layar besar di stadion menampilkan foto Bambang Hartono sebagai bentuk apresiasi tertinggi atas segala jasanya bagi klub. Suasana sunyi seketika berubah menjadi tepuk tangan meriah dari seluruh penjuru tribun sebagai tanda hormat.
Para pemain Como juga mengenakan pita hitam di lengan mereka sebagai simbol duka cita yang sangat mendalam. Gestur ini menunjukkan betapa dekatnya hubungan emosional antara pihak pemilik dan para penggawa di atas lapangan. Kemenangan telak ini menjadi kado perpisahan yang sangat manis sekaligus mengharukan bagi mendiang.
Dengan tambahan tiga poin ini, posisi Como di klasemen sementara Serie A kini semakin kokoh dan stabil. Mereka terus menjaga asa untuk bisa finis di zona kompetisi Eropa pada akhir musim nanti sesuai target manajemen. Semangat dan warisan dari mendiang Bambang Hartono dipastikan akan terus mengalir dalam setiap pertandingan I Lariani ke depan.