Uptodai.com - Malam pahit harus diterima oleh I Partenopei setelah hasil mengecewakan di Liga Champions. Pelatih kepala mereka, Antonio Conte Jengkel Napoli gagal meraih poin penuh saat bertandang ke markas FC Copenhagen, Parken Stadium.

Padahal, kesempatan emas sudah di depan mata mengingat lawan bermain dengan sepuluh orang sejak pertengahan babak pertama. Hasil imbang 1-1 ini bukan hanya merugikan secara poin, tetapi juga mengancam posisi mereka dalam persaingan menuju babak playoff.

Laga pekan ketujuh fase liga Champions yang digelar Rabu (21/1/2026) dini hari WIB tersebut krusial bagi ambisi Napoli. Kebutuhan mutlak untuk menang demi mengamankan posisi 24 besar sangat terasa, mengingat format baru kompetisi yang menuntut konsistensi tinggi. Sayangnya, situasi menguntungkan di lapangan justru tidak mampu dikonversi menjadi kemenangan yang dibutuhkan.

Drama Kartu Merah dan Keunggulan yang Sia-sia

Napoli sebenarnya memulai pertandingan dengan cukup meyakinkan, dan keberuntungan seolah memihak mereka pada menit ke-35. Gelandang Copenhagen, Thomas Delaney, terpaksa diusir wasit setelah melakukan pelanggaran keras terhadap Stanislav Lobotka. Keputusan kartu merah ini seharusnya menjadi momentum bagi tim tamu untuk mendominasi total permainan.

Hanya berselang empat menit setelah kartu merah, Napoli berhasil memecah kebuntuan. Scott McTominay sukses menyambut umpan silang dengan sundulan terarah, mengubah skor menjadi 1-0 hingga jeda turun minum. Keunggulan satu gol plus keunggulan jumlah pemain membuat kemenangan seolah sudah di genggaman tangan Napoli.

Namun, babak kedua menyajikan cerita berbeda yang penuh drama. Petaka datang ketika Alessandro Buongiorno melakukan blunder yang berujung pada hadiah penalti untuk tuan rumah. Kiper Vanja Milinkovic-Savic sempat mampu meredam tembakan Jordan Larsson.

Sayangnya, bola muntah kembali disambar oleh Larsson yang kemudian sukses mencetak gol penyeimbang di menit ke-72. Skor 1-1 ini bertahan hingga peluit panjang dibunyikan, menyisakan rasa frustrasi mendalam di kubu tim tamu.

Kekecewaan Mendalam Antonio Conte

Hasil imbang ini jelas menimbulkan kemarahan besar di kubu Napoli, terutama sang juru taktik. Antonio Conte tidak mencari pembenaran atas penampilan timnya. Ia mengakui bahwa kondisi pertandingan malam itu sudah sangat ideal untuk memastikan kemenangan dan mengamankan tiket ke babak playoff.

“Kami pantas merasa kecewa. Pertandingan berlangsung dalam kondisi yang tepat untuk menang dan untuk mencapai playoff,” ujar Conte kepada Sky Sport Italia. Mantan pelatih Tottenham Hotspur itu menekankan bahwa timnya telah menunjukkan kesulitan yang berulang dalam empat pertandingan terakhir.

Conte menyoroti kegagalan timnya mengontrol penuh situasi ketika unggul 11 melawan 10 pemain. Menurutnya, faktor kelelahan yang mungkin dialami lawan yang bermain dengan 10 orang seharusnya tidak menjadi alasan kegagalan. “Meskipun Anda kehilangan 10 pemain dan merasa lelah, Anda harus tetap memenangkannya. Anda harus melakukan itu,” tegasnya, menuntut mentalitas pemenang dari skuadnya.

Ancaman Gagal Lolos Setelah Napoli Gagal Menang Liga Champions

Hasil 1-1 ini membuat posisi Napoli di klasemen fase liga Liga Champions semakin tidak nyaman. Mereka kini tertahan di urutan ke-23 dengan raihan delapan poin. Jarak mereka hanya terpaut satu poin dari Qarabag yang menempati posisi ke-25.

Padahal, target minimal adalah finis di 24 besar untuk lolos ke babak playoff 16 besar. Kegagalan meraih tiga poin di Denmark membuat jalan mereka semakin terjal di sisa pertandingan fase liga.

Kekecewaan ini memuncak pada kesimpulan pedas dari Conte. Ia menilai bahwa level permainan Napoli saat ini belum pantas untuk bersaing di kompetisi sekelas Liga Champions. “Ada kekecewaan karena kami tidak mampu melakukannya, jadi ternyata level kami tidak cocok di kompetisi ini,” tutupnya, seraya berharap para pemainnya merasakan kemarahan yang sama terhadap performa mereka sendiri.