Prabowo Sindir Tamu Tak Diundang yang Rampok Kekayaan Indonesia
Uptodai.com - Dalam pidato Prabowo Subianto pada Puncak Peringatan Hari Koperasi ke-79 Tahun 2026, Presiden menyoroti fenomena memprihatinkan terkait eksploitasi sumber daya alam. Beliau menyebut bahwa banyak negara asing yang iri dengan kelimpahan kekayaan yang dimiliki oleh Indonesia. Sifat bangsa yang terlalu ramah dan lugu sering kali dimanfaatkan oleh pihak luar demi keuntungan sepihak.
Prabowo mengibaratkan keramahan tersebut seperti tuan rumah yang rela meminjam kopi dan gula ke tetangga demi menyambut tamu. Namun sayangnya, penghormatan luar biasa dari rakyat Indonesia ini kerap dibalas dengan pengkhianatan. Banyak oknum asing yang datang tanpa diundang dengan dalih ingin berdagang, tetapi ujung-ujungnya justru merampok kekayaan bumi pertiwi.
Tantangan Kedaulatan Ekonomi dan Sejarah Eksploitasi
Pernyataan keras ini seolah mengingatkan kembali pada sejarah kelam kolonialisme di mana kongsi dagang asing perlahan menguasai tanah air. Di era modern, praktik eksploitasi ini bergeser dalam bentuk pelarian modal dan ekspor bahan mentah tanpa nilai tambah. Oleh karena itu, pemerintah kini gencar mengampanyekan program hilirisasi industri untuk mencegah kebocoran kekayaan negara ke luar negeri.
Melalui kebijakan hilirisasi, Indonesia berkomitmen untuk mengolah bijih nikel, tembaga, hingga bauksit di dalam negeri sebelum diekspor. Langkah strategis ini diharapkan mampu menciptakan lapangan kerja baru sekaligus meningkatkan pendapatan negara secara signifikan. Dengan demikian, kekayaan alam tidak lagi dinikmati secara cuma-cuma oleh korporasi global tanpa memberikan dampak kesejahteraan bagi rakyat.
Komitmen Pemerintah Menjaga Kekayaan Negara
Menanggapi situasi tersebut, Prabowo menegaskan komitmennya untuk memimpin pemerintahan dengan kerja keras dan gagasan-gagasan besar. Beliau bersama jajaran kabinet bertekad menghentikan segala bentuk pencurian aset negara yang dibawa lari ke luar negeri. Transformasi ekonomi ini menjadi harga mati demi mewujudkan Indonesia yang mandiri secara finansial dan berdaulat penuh atas tanah airnya.