Uptodai.com - Pertandingan duel Timnas Indonesia vs Bulgaria dalam ajang FIFA Series 2026 menjadi momen yang sangat emosional bagi pelatih tim tamu, Aleksandar Dimitrov. Sosok yang kini menahkodai skuad The Tricolours tersebut mengaku memiliki ikatan batin yang sangat kuat dengan sepak bola tanah air.

Ia merasa sangat antusias untuk kembali menginjakkan kaki di rumput Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK). Baginya, Indonesia bukan sekadar lawan di lapangan hijau, melainkan tempat yang menyimpan banyak memori indah sepanjang perjalanan karier profesionalnya.

Kenangan Manis Aleksandar Dimitrov di Sepak Bola Indonesia

Aleksandar Dimitrov bukanlah sosok asing bagi publik sepak bola nasional karena ia pernah merumput di liga lokal. Pelatih berkebangsaan Bulgaria tersebut tercatat pernah membela Persija Jakarta pada tahun 2002 silam sebagai pemain asing.

Kariernya di Nusantara tidak berhenti di situ saja karena ia memutuskan untuk pensiun dan merintis jalan sebagai pelatih di Indonesia. Pengalaman manajerialnya dimulai saat menjadi asisten pelatih Persipura Jayapura pada periode 2006 hingga 2007.

Puncak kedekatannya dengan tim nasional terjadi saat ia dipercaya menjadi asisten pelatih Timnas Indonesia pada tahun 2007. Kala itu, ia bekerja bahu-membahu bersama pelatih kepala Ivan Kolev untuk meramu strategi bagi skuad Garuda di berbagai ajang internasional.

“Bagi saya, pertandingan melawan Indonesia adalah pertandingan spesial karena saya adalah mantan pemain di liga lokal sekaligus asisten pelatih tim nasional. Saya memiliki banyak kenangan indah di sini dan sangat senang bisa saling berhadapan di lapangan,” ujar Dimitrov dalam konferensi pers.

Persiapan Menuju Final FIFA Series 2026 di SUGBK

Laga yang mempertemukan duel Timnas Indonesia vs Bulgaria ini merupakan partai puncak dari turnamen FIFA Series 2026. Pertandingan krusial tersebut bakal tersaji di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, pada Senin malam pukul 20.00 WIB.

Timnas Indonesia berhasil mengamankan tiket ke final setelah tampil dominan dan melibas Saint Kitts and Nevis dengan skor telak 4-0. Kemenangan tersebut menjadi modal berharga bagi anak asuh Shin Tae-yong untuk menghadapi tantangan dari wakil Eropa.

Di sisi lain, Bulgaria datang dengan kepercayaan diri yang sangat tinggi setelah mencatatkan kemenangan fantastis di babak semifinal. Mereka sukses menghancurkan Kepulauan Solomon dengan skor mencolok 10-2 pada pertandingan yang berlangsung Jumat lalu.

Meskipun Bulgaria memiliki produktivitas gol yang sangat mengerikan, Dimitrov tetap mewaspadai kejutan dari tuan rumah. Ia menilai atmosfer di SUGBK selalu memberikan energi tambahan bagi para pemain Indonesia saat bertanding di depan pendukung sendiri.

Abaikan Ranking FIFA demi Performa Maksimal

Jika menilik kekuatan di atas kertas, Bulgaria memang jauh lebih diunggulkan dibandingkan dengan skuad Garuda. Saat ini, Bulgaria menempati peringkat ke-85 dalam ranking FIFA terbaru, sementara Indonesia berada di posisi ke-121 dunia.

Selisih 36 tingkat tersebut tidak membuat Aleksandar Dimitrov jemawa atau memandang remeh kekuatan lawan. Ia menegaskan bahwa peringkat dunia hanyalah angka yang tidak menjamin hasil akhir di dalam lapangan pertandingan.

Pelatih berusia lanjut tersebut menginstruksikan anak asuhnya untuk tetap menaruh respek tinggi terhadap perkembangan sepak bola Indonesia. Ia lebih memilih fokus pada skema permainan timnya sendiri daripada memikirkan perbedaan peringkat yang mencolok.

“Mengenai peringkat FIFA, kami tidak melihat siapa yang berada di posisi berapa dalam daftar tersebut. Fokus utama kami hanyalah performa di lapangan dan bagaimana cara memenangkan pertandingan ini dengan cara yang elegan,” tegasnya menutup pembicaraan.