Uptodai.com - Erspo, jenama lokal yang saat ini menjadi pemasok seragam tempur skuad Garuda, secara resmi mengonfirmasi bahwa mereka telah mengajukan tawaran yang fantastis dalam proses tender ulang. Erspo naikkan tawaran PSSI hingga tiga kali lipat dari nilai kontrak sebelumnya, menunjukkan komitmen besar mereka untuk tetap menjadi apparel Timnas Indonesia.

Langkah berani ini diambil menjelang berakhirnya kontrak kerja sama mereka yang dijadwalkan selesai pada Maret 2026 mendatang. Meskipun telah menggelontorkan tawaran yang jauh lebih tinggi, pihak Erspo menyatakan kesiapan mereka untuk menerima segala keputusan yang diambil oleh induk organisasi sepak bola nasional tersebut.

Komitmen Finansial Erspo untuk Apparel Timnas Indonesia 2026

Muhammad Sadad, Founder Erspo, menjelaskan bahwa peningkatan tawaran ini adalah bukti keseriusan mereka dalam mendukung perkembangan Timnas Indonesia di kancah global. Ia menyebutkan bahwa Erspo menjadi salah satu merek lokal yang secara resmi mengajukan proposal dengan nilai yang sangat signifikan dalam proses tender PSSI kali ini.

Sadad memastikan bahwa proposal yang diajukan mendekati angka tiga kali lipat dari nilai yang mereka sepakati pada kontrak awal. Angka tersebut menunjukkan upaya maksimal Erspo untuk mengamankan posisi mereka sebagai penyedia Apparel Timnas Indonesia 2026, sekaligus menaikkan standar nilai komersial di pasar domestik.

“Yang pasti, kami sudah mengajukan nilai kontrak yang lebih dari tiga kali lipat, jika saya tidak salah hitung, dari nilai yang kami ajukan sebelumnya,” kata Muhammad Sadad dalam keterangannya di Jakarta. “Semua kami serahkan sepenuhnya kepada PSSI, karena keputusan final ada di tangan federasi.”

Lapang Dada Menyikapi Hasil Tender PSSI

Meskipun telah mengajukan tawaran yang sangat tinggi, Sadad menegaskan bahwa manajemen Erspo sepenuhnya menyerahkan keputusan akhir kepada PSSI sebagai otoritas tertinggi sepak bola Indonesia. Pihaknya menghormati mekanisme pemilihan yang akan dilakukan oleh federasi, terlepas dari besaran nilai yang telah mereka tawarkan.

Kerja sama antara Erspo dan PSSI yang dimulai pada tahun 2024 sempat diwarnai berbagai dinamika, termasuk kritik publik terkait desain dan kualitas produk yang diluncurkan. Namun, Sadad mengakui bahwa dua tahun terakhir ini menjadi periode pembelajaran yang sangat berharga bagi Erspo sebagai merek yang baru memasuki pasar apparel olahraga nasional.

Pengalaman ini mendorong mereka untuk terus berbenah dan meningkatkan kualitas produk serta layanan. Sadad menilai bahwa Erspo telah mendapatkan banyak pelajaran penting selama masa kemitraan ini, yang pada akhirnya membantu merek tersebut untuk berkembang pesat.

Oleh karena itu, jika PSSI memutuskan untuk tidak melanjutkan kerja sama, Erspo akan menerima keputusan tersebut dengan lapang dada. Mereka menilai investasi waktu dan sumber daya yang telah dikeluarkan telah memberikan dampak positif pada pertumbuhan merek mereka di pasar domestik dan meningkatkan visibilitas mereka.

Keputusan PSSI mengenai mitra Apparel Timnas Indonesia 2026 kini menjadi sorotan publik dan para penggemar sepak bola. Federasi harus mempertimbangkan tidak hanya aspek finansial dari tawaran Erspo, tetapi juga kapabilitas produksi, distribusi, dan kesiapan merek tersebut dalam memenuhi standar kualitas internasional yang semakin tinggi. Apakah peningkatan tawaran fantastis ini cukup untuk meyakinkan PSSI, ataukah federasi akan memilih opsi lain, masih harus dinantikan dalam beberapa waktu ke depan.