Tarif Angkutan Jatim Diusulkan Naik, Pemprov Tunggu Pusat
Uptodai.com - Rencana penyesuaian tarif angkutan umum di Jawa Timur kini tengah menjadi pembahasan hangat setelah melonjaknya harga bahan bakar minyak (BBM). Sejumlah asosiasi dan pengusaha jasa transportasi darat mulai mengajukan usulan kenaikan ongkos kepada Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Langkah ini dinilai mendesak guna menutupi biaya operasional yang membengkak akibat harga BBM yang terus merangkak naik.
Kepala Dinas Perhubungan Jawa Timur, Nyono, mengonfirmasi adanya gelombang pengajuan dari berbagai perusahaan otobus. Kendati demikian, pihak Pemprov Jatim menegaskan belum bisa mengetok palu untuk menyetujui usulan tersebut secara sepihak. Mereka masih harus berkoordinasi erat dengan otoritas yang lebih tinggi sebelum mengambil kebijakan final.
Menunggu Lampu Hijau dari Kementerian Perhubungan
Nyono menjelaskan bahwa penentuan penyesuaian tarif bus AKDP (Antar Kota Dalam Provinsi) maupun transportasi penyeberangan harus mengacu pada regulasi pusat. Pemprov Jatim wajib menunggu keputusan resmi atau instruksi eskalasi tarif dari Kementerian Perhubungan RI. Tanpa adanya payung hukum dari pusat, pemerintah daerah tidak memiliki wewenang untuk melegalkan tarif baru.
Situasi ini tentu menempatkan para pengusaha angkutan dalam posisi dilematis. Di satu sisi, biaya suku cadang dan perawatan armada juga ikut terkerek naik seiring inflasi yang dipicu harga BBM. Di sisi lain, mereka harus tetap mematuhi tarif batas atas dan batas bawah yang saat ini masih berlaku legal di wilayah Jawa Timur.
Nasib Tarif Bus Trans Jatim
Berbeda dengan angkutan swasta, layanan bus Trans Jatim dipastikan aman dari badai kenaikan tarif ini. Nyono menjamin bahwa tarif armada Trans Jatim tidak akan mengalami perubahan dalam waktu dekat. Hal ini dikarenakan operasional bus koridor tersebut masih ditopang oleh penggunaan bahan bakar solar bersubsidi dari pemerintah.
Langkah mempertahankan tarif murah ini merupakan bagian dari komitmen Pemprov Jatim untuk menjaga daya beli masyarakat. Saat ini, Trans Jatim melayani rute vital di kawasan aglomerasi Gerbangkertasusila dengan tarif flat yang sangat terjangkau. Masyarakat umum hanya perlu membayar Rp5.000, sementara pelajar dan santri mendapatkan tarif khusus sebesar Rp2.500.
Hingga kini, terdapat tujuh koridor aktif Trans Jatim yang terus melayani mobilitas warga setiap harinya. Fasilitas transit gratis selama dua jam juga tetap diberlakukan untuk mempermudah konektivitas antardaerah. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk beralih ke transportasi publik guna menekan pengeluaran harian di tengah ketidakpastian harga BBM.