Uptodai.com - Dunia sepak bola Indonesia kembali dihebohkan dengan kabar panas di bursa transfer. Rumor mengenai Ezra Walian diincar Persija Jakarta terus menguat, menimbulkan spekulasi besar di kalangan suporter. Mantan pemain Persib Bandung tersebut kini menjadi komoditas panas setelah menunjukkan performa impresif pasca meninggalkan Maung Bandung.

Isu kepindahan Ezra ke tim rival abadi Persib, Persija, ini sontak menarik perhatian publik. Menanggapi kabar tersebut, Pelatih Persib Bandung, Bojan Hodak, justru memberikan respons yang mengejutkan. Pria asal Kroasia tersebut secara terbuka mengungkapkan rasa penyesalan mendalam atas keputusan melepas sang penyerang di akhir musim kompetisi 2023-2024 lalu.

Penyesalan Bojan Hodak Setelah Ezra Walian Diincar Persija

Bojan Hodak mengakui bahwa dirinya tidak meragukan kualitas yang dimiliki oleh mantan anak asuhnya tersebut. Namun, keputusan untuk melepas Ezra pada awal musim 2024-2025 terpaksa diambil karena sang pemain membutuhkan jaminan menit bermain yang lebih konsisten.

Hodak melihat bagaimana performa Ezra Walian langsung melejit setelah berlabuh ke Persik Kediri. Di klub barunya tersebut, Ezra seolah menemukan kembali sentuhan terbaiknya dan menjadi salah satu pemain kunci yang sangat diandalkan.

“Ezra adalah pemain terbaik Kediri, itu yang saya lihat sekarang,” ujar Hodak, dalam sebuah pernyataan yang dikutip pada Sabtu (3/1/2026). “Dia bermain sangat bagus bersama kami, tetapi masalah utamanya adalah dia tidak ingin terus berada di bangku cadangan.”

Pelatih berpengalaman ini menambahkan bahwa situasi di Persib saat itu memang kurang menguntungkan bagi Ezra. Persaingan di lini depan, terutama di posisi yang diisi Ezra, sangat ketat dan sulit ditembus.

Dilema Taktis dan Peran Supersub yang Ditolak

Keputusan berat untuk melepas Ezra Walian tidak lepas dari dilema taktis yang dihadapi Bojan Hodak di skuad Maung Bandung. Pada saat itu, Hodak memiliki opsi penyerang sayap yang cukup melimpah, termasuk keberadaan Ciro Alves yang hampir selalu menjadi pilihan utama.

Ciro Alves, yang memiliki posisi bermain serupa, saat itu tampil sangat konsisten dan sulit digeser dari tim inti. Hal ini membuat Ezra harus puas memulai pertandingan dari bangku cadangan, sebuah peran yang ia terima namun tidak ia nikmati sepenuhnya.

“Saat itu, sayangnya kami sudah punya Ciro Alves di posisi tersebut. Dia (Ezra) ingin mendapatkan lebih banyak menit bermain, dan itu sangat wajar bagi pemain sekelasnya,” terang Hodak.

Meskipun statistik Ezra Walian selama membela Persib Bandung dari 2021 hingga 2024 tidak terlalu mencolok, kontribusinya di lapangan seringkali krusial. Hodak mengenang bahwa Ezra seringkali menjadi ‘supersub’ yang mampu mengubah jalannya pertandingan saat dimasukkan di babak kedua.

“Jika kalian ingat, setiap kali dia masuk, dia seperti supersub yang efektif. Namun, dia tidak senang dengan peran itu, dan saya sangat memahaminya. Jadi, saya menyesal dia pergi,” pungkas pelatih berkebangsaan Kroasia tersebut.

Implikasi Rumor Transfer Ezra Walian

Kabar ketertarikan Persija Jakarta terhadap Ezra Walian tentu menambah panas persaingan di Liga 1. Jika transfer ini benar-benar terwujud, maka Ezra akan menyeberang ke klub rival abadi yang memiliki sejarah panjang permusuhan dengan Persib. Ini akan menjadi ironi besar mengingat penyesalan yang kini dirasakan oleh Hodak.

Kepindahan Ezra ke Kediri terbukti menjadi langkah tepat untuk kariernya, dan kini ia berpotensi menjadi salah satu target utama tim besar di ibu kota. Situasi ini menunjukkan bahwa terkadang, keputusan manajemen yang didasari kebutuhan menit bermain seorang pemain, bisa berbalik menjadi bumerang bagi tim yang ditinggalkan.

Hingga kini, manajemen Persija Jakarta belum memberikan konfirmasi resmi terkait rumor Ezra Walian diincar Persija. Namun, penyesalan Hodak menjadi indikasi kuat bahwa Ezra memang memiliki kualitas yang sangat berharga, kualitas yang kini diincar oleh Macan Kemayoran.