Uptodai.com - Pertandingan sengit tersaji dalam laga Timnas Indonesia U-17 vs Qatar U-17 pada matchday kedua Grup B Piala Asia U-17 2026. Bermain di Stadion King Abdullah Sports City, Jeddah, Sabtu (9/5/2026) malam WIB, kedua tim harus puas berbagi angka 0-0 hingga turun minum. Skuad Garuda Asia sebenarnya memiliki kesempatan emas untuk unggul lebih dulu melalui titik putih, namun peluang tersebut gagal berbuah gol.

Sejak peluit pertama dibunyikan, intensitas pertandingan langsung meninggi karena kedua tim mengincar kemenangan perdana. Qatar U-17 mencoba mengambil inisiatif serangan dengan penguasaan bola yang dominan di lini tengah. Namun, barisan pemain muda Indonesia merespons tantangan tersebut dengan organisasi permainan yang sangat disiplin dan rapat.

Peluang pertama bagi Indonesia lahir pada menit ketujuh melalui aksi individu Peres Tjoe yang merangsek ke area pertahanan lawan. Sayangnya, sepakan keras yang ia lepaskan masih menyamping tipis di sisi gawang Qatar. Momentum ini membuktikan bahwa anak asuh pelatih Indonesia mampu memberikan perlawanan meski berada di bawah tekanan tim lawan.

Kegagalan Eksekusi Penalti Matthew Baker

Momen krusial yang dinanti pendukung Garuda terjadi pada menit ke-14 setelah terjadi kemelut di kotak terlarang Qatar. Berawal dari tendangan keras Noha Oliver, bola terlihat jelas mengenai tangan salah satu bek Qatar di area sensitif tersebut. Wasit Veronica yang memimpin jalannya laga tanpa ragu langsung menunjuk titik putih untuk keuntungan Indonesia.

Matthew Baker yang mengemban tugas sebagai eksekutor utama maju dengan penuh kepercayaan diri di hadapan ribuan pasang mata. Ia melepaskan tembakan terarah, namun kiper Qatar, Bakrie Mohamed, menunjukkan refleks yang luar biasa. Penjaga gawang tersebut berhasil membaca arah bola dan menepisnya dengan sempurna ke sisi kiri gawang.

Kegagalan penalti ini menjadi pukulan mental yang cukup terasa bagi para pemain Timnas Indonesia U-17 vs Qatar U-17 di lapangan. Skor tetap bertahan 0-0, sementara para pemain Qatar tampak semakin termotivasi untuk balik menekan. Skuad Garuda Asia pun dipaksa untuk lebih waspada dalam mengantisipasi serangan balik cepat dari tim lawan.

Solidnya Pertahanan Garuda Asia di Jeddah

Setelah insiden penalti tersebut, Qatar mencoba bangkit dan bermain lebih rapi untuk mengurung pertahanan Indonesia. Mereka melancarkan tekanan demi tekanan melalui sisi sayap yang cukup merepotkan barisan belakang. Salah satu peluang emas Qatar datang dari Mohamed Yehea pada menit ke-33, namun bola masih melambung di atas mistar.

Kiper Indonesia, Mike Rajasa, tampil cukup tenang di bawah mistar gawang dengan melakukan beberapa penyelamatan penting. Solidnya lini belakang yang dipimpin oleh kapten tim membuat para penyerang Qatar frustrasi dalam menembus kotak penalti. Disiplin posisi menjadi kunci utama mengapa gawang Indonesia tetap perawan hingga pertengahan babak pertama.

Menjelang akhir babak pertama, Indonesia sesekali memberikan ancaman nyata lewat skema serangan balik yang cepat. Pandu Aryo dan Dava Yunna hampir saja memecah kebuntuan melalui kerja sama apik di lini depan. Namun, penyelesaian akhir yang kurang tenang membuat peluang emas tersebut kembali terbuang sia-sia sebelum jeda turun minum.

Hingga wasit meniup peluit panjang tanda berakhirnya babak pertama, kedudukan dalam laga Timnas Indonesia U-17 vs Qatar U-17 tetap tidak berubah. Skor kacamata 0-0 menjadi hasil sementara yang adil bagi kedua tim yang tampil sama kuatnya. Perjuangan Garuda Muda masih akan berlanjut di babak kedua untuk mengamankan poin penuh di ajang Piala Asia U-17 2026.