Uptodai.com - Jay Idzes bersama Sassuolo di Serie A musim 2025-2026 mengakui bahwa perjalanan timnya saat ini masih jauh dari kata stabil. Bek andalan Timnas Indonesia tersebut merasakan betul bagaimana dinamika kompetisi kasta tertinggi Italia yang penuh dengan tekanan besar.

Sassuolo baru saja menelan pil pahit saat bertandang ke markas Lazio di Stadion Olimpico, Roma. Pertandingan yang berlangsung pada Selasa dini hari tersebut berakhir dengan skor tipis 1-2 untuk kemenangan tuan rumah yang tampil dominan.

Kekalahan ini terasa sangat menyakitkan bagi skuat Neroverdi karena terjadi di pengujung laga saat poin sudah di depan mata. Gol penentu kemenangan Lazio dicetak oleh Adam Marusic pada masa injury time, tepatnya di menit ke-90+2.

Evaluasi Jay Idzes Usai Kekalahan Menyakitkan di Olimpico

Hasil negatif ini sekaligus menghentikan tren positif yang sempat dibangun oleh tim asuhan Davide Ballardini dalam beberapa pekan terakhir. Sebelumnya, Sassuolo berhasil mencatatkan tiga kemenangan beruntun yang sempat membangkitkan optimisme tinggi di kalangan penggemar.

Jay Idzes yang kini memegang peran krusial di lini pertahanan tidak bisa menyembunyikan kekecewaannya atas hasil tersebut. Ia menyebut bahwa performa Jay Idzes di Liga Italia bersama timnya memang masih mengalami fluktuasi yang cukup tajam musim ini.

“Musim kami penuh dengan pasang surut,” ungkap Idzes sebagaimana dikutip dari laman resmi klub. Pemain yang akrab disapa Bang Jay ini menyadari bahwa konsistensi menjadi masalah utama yang harus segera mereka pecahkan bersama.

Sebagai salah satu pemimpin di lapangan, Idzes menuntut rekan-rekannya untuk segera melupakan hasil buruk di Roma. Ia ingin seluruh elemen tim kembali fokus menatap sisa kompetisi yang akan semakin krusial bagi posisi mereka di klasemen.

Misi Bangkit di Sepuluh Pertandingan Sisa Serie A

Ambisi untuk terus berkembang menjadi harga mati bagi bek berusia 25 tahun tersebut demi menjaga martabat klub. Ia menegaskan bahwa Sassuolo memiliki kualitas mumpuni untuk keluar dari situasi sulit dan segera kembali ke jalur kemenangan.

Kini, fokus utama tim beralih sepenuhnya pada sepuluh pertandingan sisa yang akan menentukan nasib mereka di akhir musim. Setiap poin yang diperebutkan akan sangat berharga untuk memperbaiki peringkat mereka yang sempat merosot akibat Sassuolo kalah dari Lazio.

Idzes merasa optimistis bahwa evaluasi menyeluruh dari staf pelatih akan membawa dampak positif bagi performa tim ke depan. Semangat pantang menyerah menjadi modal utama mereka untuk menghadapi jadwal padat yang sudah menanti di depan mata.

Meskipun kekalahan Sassuolo di Olimpico memberikan luka, Idzes yakin timnya akan menunjukkan karakter aslinya pada laga berikutnya. Dukungan suporter diharapkan mampu menjadi energi tambahan bagi para pemain untuk tampil lebih solid dan klinis di setiap pertandingan.