Uptodai.com - Federasi Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) akhirnya mengumumkan nama juru taktik baru untuk memimpin Skuad Garuda. PSSI memastikan bahwa John Herdman resmi latih Timnas Indonesia, menggantikan posisi yang sebelumnya ditinggalkan oleh Patrick Kluivert.

Keputusan strategis ini diambil setelah PSSI dan Kluivert sepakat mengakhiri kerja sama melalui mekanisme mutual termination pada Oktober lalu. Perpisahan itu terjadi menyusul kegagalan Timnas Indonesia melaju ke putaran final Piala Dunia 2026, sebuah target yang ambisius namun belum tercapai.

Kehadiran Herdman membawa optimisme besar, mengingat rekam jejaknya yang cemerlang di kancah internasional. Pelatih berkebangsaan Inggris ini terkenal sukses mengantar timnas putra Kanada mengakhiri penantian panjang 36 tahun untuk kembali berlaga di Piala Dunia 2022.

Reaksi Pelatih Persija Jakarta soal John Herdman

Penunjukan John Herdman sebagai arsitek baru Timnas Indonesia mendapat sambutan positif dari berbagai pihak, termasuk pelatih klub raksasa BRI Super League, Persija Jakarta. Mauricio Souza, yang saat ini menangani sejumlah pemain berlabel tim nasional, turut memberikan komentarnya.

Souza menilai langkah PSSI mempekerjakan Herdman adalah keputusan yang tepat dan berorientasi pada masa depan. Pelatih asal Brasil berusia 51 tahun tersebut menekankan pentingnya membangun proyek jangka panjang yang terstruktur.

Ia secara spesifik mengungkapkan harapan Mauricio Souza untuk Timnas, yaitu agar Herdman mampu mewujudkan mimpi besar Indonesia berlaga di Piala Dunia 2030. Ini menunjukkan bahwa fokus utama kini telah bergeser dari kegagalan 2026 menuju persiapan matang empat tahun ke depan.

Dukungan Penuh untuk Proyek Piala Dunia 2030

Seusai memimpin anak asuhnya dalam laga melawan Persijap Jepara di SUGBK, Senayan, Jakarta, Souza menyampaikan dukungannya secara terbuka kepada pelatih baru tersebut. Ia berharap proses adaptasi dan perencanaan dapat berjalan lancar.

“Saya ucapkan sukses buat beliau (John Herdman). Saya berharap proses dan proyek untuk bisa masuk Piala Dunia empat tahun ke depan dapat terjadi,” ujar Souza, menegaskan bahwa ia menaruh kepercayaan pada visi Herdman.

Souza juga menyoroti aspek krusial dari penunjukan pelatih baru yang dilakukan sejak awal tahun. Menurutnya, Herdman kini memiliki waktu yang cukup berharga untuk mengenal secara mendalam karakteristik setiap pemain Indonesia.

“Saya pikir penting bagi Timnas Indonesia sudah mendapatkan pelatih supaya dia bisa punya waktu mengenal semua pemain. Kita akan dukung Indonesia bisa masuk Piala Dunia 2030,” imbuhnya, menekankan bahwa waktu adalah modal utama dalam persiapan menuju target ambisius tersebut.

Mengapa Waktu Adaptasi John Herdman Krusial?

Penunjukan Herdman di awal tahun 2026 memberikan keuntungan signifikan dalam hal perencanaan dan pembangunan fondasi tim. Waktu yang tersedia hingga kualifikasi Piala Dunia 2030 dapat dimanfaatkan Herdman untuk menanamkan filosofi bermainnya.

Herdman dikenal sebagai pelatih yang menerapkan konsep kebersamaan, kepercayaan, dan mentalitas kolektif sebagai fondasi utama tim asuhannya. Penerapan konsep ini membutuhkan proses yang tidak instan dan harus dimulai dari level akar rumput tim nasional.

Oleh karena itu, dukungan dari klub-klub Liga 1, terutama yang menyumbang banyak pemain ke Timnas seperti Persija, menjadi sangat vital. Sinergi antara klub dan tim nasional akan menjadi kunci keberhasilan Herdman dalam membangun Skuad Garuda yang kompetitif di level Asia dan global.

Publik sepak bola Indonesia kini menanti apakah sentuhan magis Herdman, yang pernah membawa Kanada ke puncak kejayaan, mampu mengakhiri penantian panjang prestasi Skuad Garuda. Proyek Piala Dunia 2030 menjadi taruhan terbesar dan harapan seluruh bangsa.