Uptodai.com - Persiapan Timnas Indonesia menuju turnamen regional selalu dihadapkan pada tantangan besar, terutama menjelang Piala AFF 2026. Pelatih kepala, John Herdman Piala AFF 2026, harus memutar otak mencari komposisi terbaik karena jadwal kompetisi yang berlangsung pada 24 Juli hingga 26 Agustus 2026 ini tidak masuk dalam kalender resmi FIFA.

Situasi ini secara otomatis menutup peluang memanggil bintang-bintang utama yang merumput di Eropa. Herdman kini fokus merancang strategi alternatif yang mengandalkan pemain-pemain yang berkompetisi di Asia Tenggara, sembari mendorong percepatan naturalisasi sejumlah nama baru.

Dilema Bintang Eropa di Non-FIFA Window

John Herdman menyadari betul bahwa klub-klub Eropa tidak memiliki kewajiban untuk melepas pemain, mengingat Piala AFF tidak termasuk dalam agenda resmi FIFA Window. Pemain andalan seperti Jay Idzes yang kini membela Sassuolo di Serie A, Kevin Diks dari Borussia Monchengladbach, hingga Calvin Verdonk di LOSC Lille, dipastikan sulit bergabung.

Kondisi ini memaksa Herdman untuk realistis dalam menyusun skuad. “Karena bukan FIFA Windows yang tersedia, secara realitas pemain dari Bundesliga atau Serie A tidak bisa berpartisipasi,” kata Herdman kepada awak media. Ia menambahkan bahwa turnamen ini akan menjadi “medan permainan yang setara,” di mana tim yang sukses adalah tim yang paling ingin mewakili negaranya pada saat itu.

Solusi John Herdman Piala AFF 2026: Mengoptimalkan Pemain Regional

Meskipun kehilangan pilar utama Eropa, John Herdman masih memiliki opsi kuat dari kompetisi domestik dan regional. Pemain yang berkarier di Super League Indonesia, seperti Thom Haye dan Eliano Reijnders, hampir pasti bisa dipanggil karena kompetisi biasanya diliburkan saat Piala AFF bergulir.

Selain itu, kekuatan Timnas juga akan ditopang oleh legiun yang bermain di Liga Thailand. Nama-nama seperti Asnawi Mangkualam (Port FC), Pratama Arhan (Bangkok United), Shayne Pattynama (Buriram United), dan Sandy Walsh (Buriram United) menjadi tulang punggung yang sangat bisa diandalkan. Kehadiran mereka memberikan kedalaman skuad yang memadai meski tanpa bantuan pemain dari liga-liga top Eropa.

Mendorong 4 Pemain Naturalisasi Tambahan untuk Lini Serang

Selain memaksimalkan skuad yang ada, strategi lain yang didorong John Herdman adalah percepatan proses naturalisasi beberapa nama baru. Langkah ini dianggap krusial untuk mengisi kekosongan, terutama di lini serang yang sering menjadi sorotan dan membutuhkan ketajaman instan.

Ada empat nama yang disebut-sebut berpotensi besar segera memperkuat Garuda, dua di antaranya berasal dari Super League. Dua nama yang paling mendesak adalah Ciro Alves dan David da Silva, yang kini membela Malut United. Keduanya menunjukkan ketajaman luar biasa di Super League 2025-2026 dengan koleksi tujuh gol, dan keduanya sudah mengajukan permohonan menjadi Warga Negara Indonesia (WNI).

Kehadiran Ciro dan David da Silva sangat dibutuhkan untuk meningkatkan daya gedor tim di Piala AFF 2026. Lini depan juga semakin garang jika Ilias Alhaft bisa dinaturalisasi. Pemain keturunan Belanda, Maroko, dan Indonesia ini saat ini bermain untuk Bangkok United di Liga Thailand, dan telah mencetak tiga gol musim ini, memberikan variasi serangan di sektor sayap.

Terakhir, gelandang berpengalaman Jordy Wehrmann juga masuk daftar prioritas naturalisasi PSSI. Eks pemain Feyenoord Rotterdam yang kini membela Madura United ini memiliki darah Indonesia yang kuat. Dengan kemampuannya mengatur tempo di lini tengah, proses naturalisasi Wehrmann diharapkan bisa berjalan cepat untuk melengkapi kebutuhan skuad John Herdman.