Uptodai.com - Spekulasi mengenai kembalinya Jose Mourinho pelatih Real Madrid kembali memanas setelah hasil dramatis di fase liga Liga Champions. Pelatih berjuluk The Special One tersebut kini dikabarkan memiliki syarat khusus untuk kembali menduduki kursi panas di Santiago Bernabéu.

Syarat tersebut berkaitan langsung dengan performanya saat ini bersama klub Portugal, Benfica, yang secara mengejutkan baru saja memberikan pukulan telak kepada Los Blancos. Kemenangan tersebut kini menjadi tolok ukur penting di mata manajemen Madrid.

Benfica Bikin Kejutan, Mourinho Jadi Sorotan

Benfica baru saja menciptakan kejutan besar dengan menundukkan Real Madrid dalam laga fase liga yang berlangsung di Estadio da Luz. Pertandingan yang digelar pada Kamis (29/1/2026) dini hari WIB itu berakhir dengan skor mencolok 4-2 untuk kemenangan tim tuan rumah.

Kemenangan ini krusial karena memastikan Benfica lolos ke babak selanjutnya, sekaligus menunjukkan bahwa strategi racikan Mourinho sangat efektif melawan tim sebesar Madrid. Momen dramatis terjadi di menit-menit akhir pertandingan.

Gol penentu kemenangan Benfica bahkan dicetak oleh kiper mereka sendiri, Anatoliy Trubin, melalui sundulan kepala yang memanfaatkan situasi sepak pojok. Hasil tersebut tidak hanya memalukan Los Blancos, tetapi juga secara definitif menggeser Marseille dari posisi 24 besar di klasemen akhir Liga Champions.

Duel Ulang di Playoff 16 dan Syarat Khusus

Hasil undian babak playoff 16 besar Liga Champions yang dilaksanakan pada Jumat (30/1/2026) kemarin memastikan adanya duel ulangan yang sangat dinantikan. Real Madrid dan Benfica dipastikan bertemu kembali untuk memperebutkan satu tiket menuju babak 16 besar kompetisi elit Eropa tersebut.

Inilah momen yang disebut-sebut media Spanyol sebagai ujian terakhir bagi Mourinho untuk membuktikan kelayakannya. Diario AS melaporkan bahwa Mourinho kembali mencuat sebagai kandidat utama untuk mengambil alih posisi manajer Madrid pada musim panas mendatang.

Rumor mengenai Mourinho syarat Real Madrid ini beredar luas di tengah ketidakstabilan skuad Los Blancos. Kekalahan dari Benfica menjadi penanda bahwa Madrid memerlukan perubahan besar, terutama setelah pemecatan Xabi Alonso.

Saat ini, Real Madrid ditangani oleh pelatih interim Alvaro Arbeloa, yang ditunjuk setelah Alonso didepak menyusul serangkaian hasil buruk dan isu perpecahan di ruang ganti. Meskipun pergantian kursi pelatih telah terjadi, performa El Real masih jauh dari memuaskan.

Bantahan ‘Opera Sabun’ dari The Special One

Meskipun spekulasi mengenai The Special One kembali ke Madrid begitu kencang, Mourinho sendiri memilih untuk meredamnya. Ia menanggapi rumor tersebut dengan analogi yang khas, menyebutnya sebagai ‘opera sabun’ yang terlalu panjang dan membingungkan untuk diikuti.

“Jangan meminta saya untuk opera sabun,” ujar Mourinho, seperti dilansir oleh Mirror. Ia menambahkan bahwa opera sabun memang bagus, tetapi terlalu panjang dan mudah membuat penonton kehilangan alur cerita jika melewatkan satu atau dua babak.

Pernyataan ini seolah menjadi penegasan bahwa Mourinho tidak ingin terlibat dalam drama transfer pelatih yang berlarut-larut. Ia fokus pada tugasnya saat ini bersama Benfica, yang tengah berjuang keras di kompetisi domestik dan Eropa.

Daripada kembali ke Santiago Bernabéu, pelatih asal Portugal ini justru mengungkapkan keinginan terpendamnya untuk melatih tim nasional. Secara spesifik, ia mengaku selalu berpikir untuk kembali ke Portugal, namun kali ini sebagai pelatih tim senior.

“Sejujurnya, saya selalu berpikir akan kembali ke Portugal. Tapi saya selalu berpikir akan kembali ke tim nasional,” jelasnya. Mourinho menyadari bahwa kesempatan menangani timnas akan datang cepat atau lambat, meskipun ia sempat menolak tawaran serupa di masa lalu karena terikat komitmen klub.