Uptodai.com - Patrick Kluivert di Arab Saudi kini menjadi perbincangan hangat setelah terlihat menikmati waktu luangnya di Timur Tengah. Penampilan publik ini merupakan yang pertama kalinya sejak ia mengakhiri masa jabatan sebagai pelatih Timnas Indonesia pada Oktober 2025 lalu. Kehadiran legenda sepak bola Belanda tersebut terungkap melalui unggahan media sosial salah satu klub eksklusif di Riyadh.

Akun Instagram resmi Riyadh Golf Club membagikan momen kebersamaan mereka dengan sang mantan penyerang tajam tersebut. Dalam balutan pakaian santai, Kluivert tampak mendapatkan sambutan yang sangat istimewa sebagai tamu kehormatan. Pihak klub bahkan menyebutnya sebagai sosok pencetak gol sejati yang tetap memiliki karisma besar di dunia olahraga internasional.

Kunjungan ini memicu rasa penasaran publik, mengingat Kluivert sempat menghilang dari sorotan media selama empat bulan terakhir. Kegagalan membawa Skuad Garuda melaju ke putaran final Piala Dunia 2026 memang menjadi akhir yang pahit bagi karier kepelatihannya di Asia. Namun, pria berusia 49 tahun tersebut tampaknya sudah mulai membuka lembaran baru dalam hidupnya dengan berbagai agenda positif.

Misi Kemanusiaan Bersama Cruyff Foundation

Meski terlihat sedang menikmati liburan, agenda Patrick Kluivert di Arab Saudi ternyata berkaitan erat dengan peran barunya di bidang sosial. Ia baru saja resmi diperkenalkan sebagai duta global untuk Cruyff Foundation, sebuah organisasi amal yang didirikan oleh mendiang Johan Cruyff. Penunjukan ini dilakukan secara resmi tepat menjelang memasuki bulan suci Ramadhan 2026.

Yayasan tersebut memiliki fokus utama untuk menyediakan fasilitas olahraga bagi anak-anak dengan disabilitas serta mereka yang tinggal di lingkungan kurang mampu. Sebagai wajah baru organisasi, Kluivert memiliki tanggung jawab besar untuk mengampanyekan program inklusivitas di berbagai belahan dunia. Ia akan terlibat langsung dalam pembangunan Cruyff Courts yang menjadi ruang bermain aman bagi anak-anak di pemukiman padat.

Peran ini seolah mengembalikan Kluivert ke akar sepak bola jalanan yang pernah membesarkan namanya di Amsterdam-Noord. Melalui pernyataan resminya, pihak yayasan menyambut antusias kembalinya sang legenda untuk berkontribusi bagi masyarakat luas melalui jalur kemanusiaan. Aktivitas ini menunjukkan sisi lain dari Kluivert yang tidak hanya peduli pada taktik di lapangan hijau, tetapi juga pengembangan karakter generasi muda.

Nasib Berbeda Para Mantan Asisten Timnas Indonesia

Sementara sang pelatih kepala sedang sibuk dengan misi sosial, para asisten yang membantunya di Timnas Indonesia juga telah menentukan arah karier masing-masing. Denny Landzaat, yang sebelumnya menjadi tangan kanan Kluivert, kini telah kembali ke tanah kelahirannya di Belanda. Ia menerima pinangan dari raksasa Eredivisie, Ajax Amsterdam, untuk menjabat sebagai asisten pelatih interim guna mendampingi Fred Grim.

Langkah serupa diikuti oleh Sjoerd Woudenberg yang pernah bertanggung jawab melatih para penjaga gawang Skuad Garuda di bawah arahan Kluivert. Woudenberg kini telah resmi bergabung dengan jajaran staf kepelatihan di AZ Alkmaar untuk mengisi posisi strategis dalam pengembangan pemain muda. Perpindahan ini membuktikan bahwa kualitas staf yang dibawa Kluivert ke Indonesia tetap diakui oleh klub-klub besar di kasta tertinggi liga Belanda.

Di sisi lain, nasib berbeda dialami oleh Alex Pastoor yang hingga saat ini dikabarkan masih berstatus tanpa klub atau proyek kepelatihan baru. Pastoor kabarnya masih memilah berbagai tawaran yang masuk dan menunggu momentum yang tepat untuk kembali ke pinggir lapangan. Dinamika ini memperlihatkan betapa cepatnya perubahan terjadi dalam dunia sepak bola profesional pasca-penugasan di level internasional.

Publik sepak bola tanah air tentu tetap mengenang masa singkat kepemimpinan Kluivert di kursi pelatih nasional Indonesia. Meski target besar lolos ke Piala Dunia gagal tercapai, pengaruh dan jaringan internasional yang ia bawa sempat memberikan warna baru bagi perkembangan tim. Kini, para penggemar menanti apakah ia akan kembali melatih klub profesional atau memilih fokus sepenuhnya pada kegiatan filantropi global.