Hamka Hamzah Minta Kebebasan John Herdman, Tak Mau Nasib STY Terulang
Uptodai.com - Penunjukan John Herdman sebagai pelatih kepala Timnas Indonesia senior dan U-23 telah diumumkan secara resmi oleh PSSI. Pelatih asal Inggris tersebut mengemban tugas berat dengan kontrak awal berdurasi dua tahun, lengkap dengan opsi perpanjangan. Namun, keputusan ini langsung memicu respons dari berbagai pihak, termasuk legenda sepak bola nasional, Hamka Hamzah.
Hamka Hamzah minta kebebasan John Herdman dalam menjalankan programnya, terutama mengingat trauma pergantian pelatih di tengah jalan yang baru saja dialami Timnas. Peringatan keras ini muncul dari kekecewaan mendalam atas pemutusan kontrak Shin Tae-yong yang terjadi secara mengejutkan beberapa waktu lalu.
Mengapa Nasib Shin Tae-yong di Timnas Tidak Boleh Terulang?
Hamka Hamzah mengakui bahwa di bawah kepemimpinan Shin Tae-yong (STY), Timnas Indonesia sejatinya tengah berada di jalur yang benar. STY berhasil membawa Skuad Garuda melaju ke putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026, sebuah capaian yang membangkitkan harapan besar di kalangan suporter dan pengamat.
Namun, momentum positif itu terhenti ketika PSSI mengambil keputusan kontroversial untuk memutus kerja sama dengan pelatih asal Korea Selatan tersebut. PSSI kemudian menunjuk Patrick Kluivert sebagai pengganti di tengah kompetisi yang krusial.
“Sebetulnya kita mempunyai harapan besar di bawah naungan coach Shin Tae-yong. Tapi, diganti di tengah jalan oleh Coach Patrick, dan hasilnya kita bisa lihat sendiri,” ujar Hamka Hamzah, menyuarakan kekecewaan yang dirasakan banyak pihak.
Kegagalan Total Era Patrick Kluivert
Pergantian mendadak itu terbukti menjadi blunder fatal. Di tangan Patrick Kluivert, Timnas Indonesia justru mengalami kegagalan total, terutama saat berlaga di putaran keempat Kualifikasi Piala Dunia. Alih-alih melanjutkan tren positif STY, performa tim malah merosot tajam.
Kekalahan demi kekalahan yang diderita memaksa PSSI dan Kluivert sepakat mengakhiri kerja sama. Pelatih asal Belanda itu hanya bertahan beberapa bulan sebelum akhirnya meninggalkan kursi kepelatihan pada Oktober lalu. Situasi inilah yang menjadi pelajaran berharga bagi PSSI saat menyambut era John Herdman.
“Kami semua kecewa atas hasil yang didapat, tapi ya kita harus terus maju ke depan. Sekarang fokusnya adalah bagaimana memikirkan tim nasional ini bisa berprestasi, bahkan melebihi mungkin dari coach Shin Tae-yong,” tambah Hamka.
PSSI Beri Kebebasan John Herdman untuk Sukses
Dengan hadirnya John Herdman, Hamka Hamzah berharap PSSI tidak lagi mengulangi kesalahan serupa. Mantan bek Timnas ini menekankan pentingnya memberikan otonomi penuh kepada Herdman, terutama dalam menentukan strategi, pemilihan pemain, dan program jangka panjang.
Herdman tidak hanya dituntut membawa Timnas Senior berprestasi di level Asia, tetapi juga mengemban tanggung jawab besar untuk membangun fondasi Timnas U-23. Beban ganda ini memerlukan dukungan penuh dari federasi tanpa adanya intervensi yang merusak rencana pelatih.
Kepercayaan penuh dari PSSI menjadi kunci utama agar Herdman dapat menerapkan filosofi kepelatihannya secara maksimal. Jika PSSI kembali melakukan pergantian pelatih di tengah jalan tanpa alasan mendesak, hal itu hanya akan menghambat progres yang telah dibangun dan merusak mentalitas tim secara keseluruhan.
Melihat ke Depan dengan Optimisme Baru
John Herdman sendiri dikenal memiliki rekam jejak yang impresif, terutama saat menukangi Timnas Kanada. Pengalamannya dalam membangun tim dari nol diharapkan mampu membawa perubahan signifikan bagi Skuad Garuda.
Oleh karena itu, Hamka Hamzah berharap PSSI dapat bersabar dan mendukung visi jangka panjang Herdman. Stabilitas di kursi pelatih adalah prasyarat mutlak jika Indonesia benar-benar ingin bersaing di panggung sepak bola Asia dan global.