Uptodai.com - Kehebatan Mohamed Salah di Liverpool kembali menjadi perbincangan hangat menjelang laga krusial di babak perempat final Piala FA. Duel klasik antara Liverpool melawan Manchester City kali ini terasa jauh lebih emosional bagi para pendukung setia The Reds di seluruh dunia.

Pasalnya, sang bintang asal Mesir tersebut telah mengonfirmasi akan meninggalkan Anfield pada penghujung musim nanti. Pertandingan ini pun menjadi salah satu panggung terakhir Salah dalam rivalitas sengit menghadapi skuat asuhan Josep Guardiola di level tertinggi.

Penghormatan Spesial Pep Guardiola untuk Sang Rival

Menjelang bentrokan di lapangan hijau, Pep Guardiola justru memberikan sanjungan setinggi langit kepada Mohamed Salah. Pelatih asal Spanyol itu tidak segan menyebut Salah sebagai salah satu pemain terbaik yang pernah merumput di kompetisi kasta tertinggi Inggris.

Guardiola menyadari bahwa kehadiran Salah telah memberikan warna tersendiri bagi Premier League selama hampir satu dekade terakhir. Kepergian sang pemain di akhir musim diyakini akan meninggalkan lubang besar bagi kualitas kompetisi yang selama ini ia dominasi.

Liverpool kini tengah menjalani periode transisi yang cukup krusial di bawah arahan manajer baru mereka. Namun, peran Salah tetap tidak tergantikan sebagai motor serangan utama sekaligus pemimpin bagi rekan-rekannya di ruang ganti pemain.

Statistik Mengerikan Mohamed Salah Lawan Manchester City

Rekam jejak Mohamed Salah saat berhadapan dengan Manchester City memang sangat mengesankan dan patut diwaspadai oleh lini belakang lawan. Pemain bernomor punggung 11 itu tercatat telah mengemas 13 gol dan menyumbangkan delapan assist dalam 25 pertemuan resmi.

Angka tersebut membuktikan betapa berbahayanya Salah setiap kali ia bertemu dengan skuat bertabur bintang milik The Citizens. Konsistensi yang ia tunjukkan dalam laga-laga besar menjadi bukti nyata kualitasnya sebagai pemain kelas dunia yang sulit dicari tandingannya.

Guardiola mengakui bahwa menghentikan pergerakan Salah selalu menjadi tantangan tersendiri bagi setiap pelatih di dunia. Ketajaman dan kecepatan sang winger seringkali menjadi faktor pembeda dalam hasil akhir pertandingan yang berjalan sangat ketat.

Pengakuan Jujur dari Sang Manajer Jenius

“Tentu saja, dia adalah salah satu yang terhebat. Angka-angkanya, konsistensinya, dia pemain yang luar biasa,” ungkap Guardiola dengan penuh kekaguman seperti dikutip dari Goal. Ia juga menambahkan bahwa Salah merupakan sosok manusia yang luar biasa di luar lapangan hijau.

Pujian ini mencerminkan rasa hormat yang mendalam antar sesama profesional yang telah lama bersaing di level tertinggi sepak bola. Meski sering bersaing memperebutkan gelar juara, Guardiola tetap mampu melihat kehebatan individu yang dimiliki oleh rival terberatnya tersebut.

Bagi Guardiola, Salah bukan sekadar ancaman bagi timnya, melainkan simbol keunggulan yang memacu standar liga menjadi jauh lebih tinggi. Hal inilah yang membuat setiap pertemuan dengan Salah selalu dinantikan oleh publik sepak bola global karena kualitas permainannya.

Warisan Abadi Mohamed Salah di Premier League

Keputusan Mohamed Salah untuk menjalani periode terakhirnya di Inggris membuat setiap menit penampilannya kini menjadi sangat berharga. Publik Anfield tentu menaruh harapan besar agar sang “Raja Mesir” bisa memberikan kado perpisahan berupa trofi bergengsi di akhir musim.

Piala FA menjadi salah satu target realistis yang bisa diraih untuk melengkapi koleksi gelar juara Salah bersama Liverpool. Kemenangan atas Manchester City di babak perempat final akan memuluskan langkah mereka menuju podium juara di Stadion Wembley nanti.

Terlepas dari hasil akhir pertandingan nanti, warisan yang ditinggalkan Salah di kancah sepak bola Inggris akan tetap abadi sepanjang masa. Ia telah menetapkan standar baru bagi pemain sayap modern melalui produktivitas gol dan assist yang sangat fenomenal.

Kini, mata dunia tertuju pada duel di Etihad Stadium untuk melihat aksi magis terakhir Salah melawan rival terberatnya. Pertandingan ini bukan hanya soal memperebutkan tiket semifinal, melainkan juga bentuk penghormatan bagi sang legenda yang akan segera pamit.