Semen Padang Kalah Beruntun, Imran Nahumarury Minta Maaf
Uptodai.com - Kekalahan beruntun Semen Padang FC semakin memperburuk posisi tim di penghujung musim Super League 2025/2026. Bermain di hadapan pendukung sendiri di Stadion Haji Agus Salim, Rabu (29/4/2026), tim berjuluk Kabau Sirah ini gagal memetik poin penuh. Mereka harus menyerah dengan skor tipis 0-1 saat menjamu Madura United FC.
Hasil minor ini menjadi pukulan telak bagi publik sepak bola Sumatera Barat yang berharap tim kesayangan mereka bangkit. Gol tunggal kemenangan tim tamu lahir melalui aksi Jose Brandao Junior pada menit ke-15. Sundulan tajam pemain asing tersebut gagal diantisipasi oleh barisan pertahanan tuan rumah yang tampak lengah sejak awal laga.
Kekalahan ini sekaligus memperpanjang catatan kelam tim dengan lima kekalahan berturut-turut dalam beberapa pekan terakhir. Kondisi tersebut membuat Semen Padang semakin sulit keluar dari jeratan zona merah. Para suporter yang memadati stadion pun tak mampu menyembunyikan kekecewaan mereka melihat performa tim yang kian merosot.
Krisis Poin dan Ancaman Degradasi
Saat ini, Semen Padang masih tertahan di peringkat ke-17 klasemen sementara dengan koleksi 20 poin dari 30 pertandingan. Jarak poin yang cukup lebar dari zona aman membuat peluang bertahan di kasta tertinggi semakin menipis. Manajemen dan tim pelatih kini menghadapi tekanan besar untuk menyelamatkan wajah klub di sisa musim.
Kompetisi hanya menyisakan empat pertandingan lagi bagi Kabau Sirah untuk membuktikan kelayakan mereka di Super League. Jika tidak segera berbenah, ancaman turun kasta ke Liga 2 akan menjadi kenyataan pahit yang harus mereka telan. Situasi genting ini menuntut fokus ekstra dari seluruh elemen tim dalam setiap laga sisa.
Pelatih Semen Padang, Imran Nahumarury, secara terbuka mengakui kegagalan timnya dalam meraih hasil positif di laga krusial ini. Ia menyampaikan permohonan maaf yang mendalam kepada seluruh pendukung setia dan masyarakat Sumatera Barat. Imran menyadari bahwa ekspektasi besar publik belum mampu ia penuhi dengan kemenangan.
Imran Nahumarury Pasang Badan Atas Hasil Buruk
Mantan pemain nasional tersebut menegaskan bahwa dirinya bertanggung jawab penuh atas rentetan hasil negatif yang menimpa tim. Ia enggan melemparkan kesalahan kepada individu pemain meskipun performa di lapangan jauh dari kata memuaskan. Menurutnya, segala strategi yang telah disiapkan selama latihan tidak berjalan maksimal saat pertandingan berlangsung.
“Saya tidak mau menyalahkan siapa-siapa dalam situasi ini. Ini adalah kesalahan saya sebagai pelatih kepala,” ujar Imran dengan nada kecewa usai laga. Ia mengapresiasi kerja keras beberapa pemain yang tampil maksimal, meski mengakui ada pula yang bermain di bawah standar. Namun, ia tetap memegang prinsip untuk melindungi anak asuhnya dari kritik tajam secara langsung.
Imran menjelaskan bahwa staf pelatih telah melakukan berbagai perbaikan teknis, mulai dari aspek menyerang hingga transisi bertahan. Namun, ia melihat ada kendala besar yang menghambat performa tim saat berada di bawah tekanan lawan. Baginya, aspek teknis saja tidak cukup jika tidak dibarengi dengan kesiapan mental yang kuat.
Masalah Mentalitas Jadi Sorotan Utama
Dalam analisisnya, Imran menyoroti masalah mentalitas sebagai penyebab utama kegagalan tim meraih poin penuh. Ia melihat para pemain seringkali kehilangan konsentrasi pada momen-momen krusial yang akhirnya berujung fatal. Mental bertanding yang goyah membuat skema permainan yang sudah dirancang menjadi berantakan di tengah lapangan.
Pelatih berusia 47 tahun ini juga menepis anggapan bahwa jadwal kompetisi yang padat menjadi alasan menurunnya performa fisik pemain. Ia berpendapat bahwa semua kontestan liga menghadapi tantangan jadwal yang serupa, termasuk Madura United. Oleh karena itu, faktor kelelahan fisik dianggap bukan pembenaran atas kekalahan yang dialami timnya.
Meskipun posisi tim secara matematis sangat terancam, Imran menegaskan komitmennya untuk tidak menyerah hingga kompetisi benar-benar berakhir. Ia berjanji akan terus berjuang mendampingi tim dan mencari solusi terbaik di sisa pertandingan musim ini. Semangat juang inilah yang diharapkan mampu menular kepada para pemain untuk setidaknya menutup musim dengan kepala tegak.