Uptodai.com - Kekalahan Juventus dari Galatasaray dengan skor telak 2-5 menjadi mimpi buruk yang tak terbayangkan bagi pasukan Thiago Motta di Istanbul. Bertandang ke RAMS Park pada leg pertama play-off fase gugur Liga Champions 2025/2026, Si Nyonya Tua justru hancur lebur di babak kedua. Padahal, raksasa Italia ini sempat menunjukkan taji dan memegang kendali permainan pada paruh pertama pertandingan.

Atmosfer “neraka” Istanbul benar-benar menguji mentalitas para pemain muda Juventus yang tampil kurang tenang di bawah tekanan suporter tuan rumah. Meski sempat unggul, koordinasi lini belakang mereka mendadak sirna saat tim lawan mulai meningkatkan intensitas serangan. Hasil memalukan ini membuat langkah Juventus menuju babak selanjutnya menjadi sangat berat dan penuh tantangan.

Pertandingan sebenarnya dimulai dengan sangat menjanjikan bagi tim tamu melalui aksi gemilang Teun Koopmeiners. Gelandang asal Belanda tersebut berhasil mencetak dua gol yang membawa Juventus memimpin 2-1 hingga turun minum. Namun, keunggulan tersebut rupanya hanya fatamorgana sebelum badai serangan Galatasaray menghantam pertahanan mereka secara bertubi-tubi.

Petaka Babak Kedua dan Kartu Merah Juan Cabal

Memasuki babak kedua, Galatasaray langsung tancap gas dan hanya butuh empat menit untuk menyamakan kedudukan lewat Noa Lang. Keadaan semakin memburuk bagi Juventus ketika Davinson Sanchez membalikkan skor menjadi 3-2 pada menit ke-59. Gol tersebut meruntuhkan kepercayaan diri para pemain Juventus yang mulai bermain ceroboh dan sering kehilangan bola.

Situasi mencapai titik nadir saat Juan Cabal menerima kartu kuning kedua pada menit ke-67 yang memaksanya keluar lapangan lebih awal. Bermain dengan 10 orang di markas lawan yang sedang bersemangat membuat Juventus kehilangan bentuk permainan sepenuhnya. Galatasaray pun memanfaatkan keunggulan jumlah pemain dengan menambah dua gol tambahan melalui Noa Lang dan Sacha Boey.

Dominasi tuan rumah di sisa laga benar-benar memperlihatkan rapuhnya koordinasi lini tengah dan belakang Juventus di bawah tekanan tinggi. Thiago Motta tampak tidak berdaya di pinggir lapangan melihat skema permainannya berantakan dalam waktu singkat. Kekalahan ini menjadi salah satu hasil paling menyakitkan bagi Juventus di kompetisi Eropa musim ini.

Daftar Pemain Terburuk Juventus di Markas Galatasaray

Lloyd Kelly menjadi salah satu titik lemah yang paling terlihat dalam laga ini meskipun sempat tampil solid di awal laga. Ia bertanggung jawab atas hilangnya penguasaan bola di kotak penalti yang berujung pada gol keempat tim tuan rumah. Kelly juga terlihat sering kalah dalam duel satu lawan satu yang membuat pertahanan Juventus sangat terbuka.

Di lini tengah, Manuel Locatelli gagal menjalankan perannya sebagai jenderal lapangan tengah dengan banyaknya kesalahan umpan. Kontribusinya dalam memutus serangan lawan sangat minim, sehingga pemain Galatasaray bisa dengan mudah menembus area tengah. Penampilan buruk Locatelli ini membuat aliran bola Juventus macet dan sering terputus di tengah jalan.

Khephren Thuram yang baru saja kembali dari cedera juga tampil sangat ceroboh dan tidak disiplin dalam menjaga posisi. Kesalahan fatalnya dalam melepaskan umpan balik yang berisiko menjadi awal mula terciptanya gol keempat bagi Galatasaray. Thuram terlihat belum siap secara fisik maupun mental untuk menghadapi intensitas tinggi di kompetisi sebesar Liga Champions.

Kenan Yildiz dan Francisco Conceicao Gagal Bersinar

Harapan besar yang diletakkan di pundak Kenan Yildiz sebagai motor serangan Juventus justru berakhir dengan kekecewaan besar. Pemain bernomor punggung 10 ini tampil sangat tidak efektif dan seringkali menghilang dari jalannya pertandingan selama 90 menit. Yildiz gagal menciptakan peluang berbahaya dan terlihat kesulitan melepaskan diri dari kawalan ketat bek lawan.

Sementara itu, Francisco Conceicao sebenarnya tampil cukup aktif dengan pergerakan lincahnya di sisi sayap lapangan. Sayangnya, sentuhan akhirnya sangat mengecewakan karena ia sering gagal memberikan umpan kunci yang dibutuhkan oleh lini depan. Conceicao terlalu sering membuang peluang dengan keputusan yang kurang tepat saat berada di area pertahanan Galatasaray.

Kini, Juventus harus segera melakukan evaluasi total sebelum melakoni leg kedua di Turin untuk membalikkan keadaan. Jika tidak ada perubahan signifikan dalam organisasi pertahanan, mimpi mereka untuk melaju lebih jauh di Liga Champions dipastikan akan kandas. Beban berat kini berada di pundak Thiago Motta untuk mengembalikan mentalitas pemenang skuadnya.