Uptodai.com - Aksi saling balas komentar antara mantan penerjemah Shin Tae-yong, Jeong Seok-seo alias Jeje, dengan penyerang Timnas Indonesia memicu perhatian publik. Komentar Ramadhan Sananta di TikTok tersebut sempat memicu kegaduhan di kalangan pendukung skuad Garuda yang menganggap sang pemain anti-kritik.

Jeje, yang kini aktif sebagai pengamat dan berkarier di luar negeri, segera memberikan klarifikasi terkait situasi yang sebenarnya terjadi. Ia menegaskan bahwa interaksi tersebut tidak seburuk yang dibayangkan oleh netizen di media sosial selama ini.

Kritik Jeje Soal Timing Serangan Ramadhan Sananta

Permasalahan ini bermula ketika Jeje mengunggah konten evaluasi permainan Timnas Indonesia melalui akun TikTok pribadinya, Jeje Corner. Dalam video tersebut, ia secara spesifik menyoroti performa Ramadhan Sananta saat tampil di ajang FIFA Series 2026 yang baru saja berlangsung.

Jeje menilai Sananta masih memiliki kelemahan mendasar dalam memahami momentum serangan atau timing saat berada di kotak penalti lawan. Ia mencontohkan salah satu momen kombinasi lini depan yang melibatkan calon pemain naturalisasi, Ole Romeny, yang dianggap belum sinkron.

“Sananta itu, timingnya tidak tahu kapan harus lari. Ole belum juga menendang, dia sudah lari duluan,” ungkap Jeje dalam video tersebut. Menurutnya, pemahaman kombinasi yang baik seharusnya membuat pemain tahu posisi rekan setimnya tanpa harus melihat secara langsung.

Jeje menambahkan bahwa sinkronisasi antar pemain depan sangat krusial untuk membongkar pertahanan lawan yang rapat. Tanpa pengertian yang matang, peluang emas seringkali terbuang sia-sia karena posisi pemain yang sudah terjebak *offside* atau terlalu jauh dari bola.

Reaksi Netizen Terhadap Komentar Ramadhan Sananta di TikTok

Mendengar kritik tajam tersebut, Ramadhan Sananta ternyata muncul di kolom komentar unggahan Jeje untuk memberikan respons. Penyerang asal klub Persis Solo itu justru memberikan jawaban yang seolah-olah menyalahkan pemberi umpan, yakni Ole Romeny.

“Siap Coach Jeje. Yang umpan siapa yang salahin timing larinya hadeh,” tulis Sananta dalam komentarnya yang kini telah dihapus dari unggahan tersebut. Sontak, pernyataan singkat itu memicu reaksi keras dari para suporter Timnas Indonesia yang memantau media sosial.

Banyak netizen yang menyayangkan sikap Sananta dan melabelinya sebagai pemain yang sulit menerima masukan dari orang yang pernah berada di lingkaran dalam timnas. Mereka berpendapat bahwa kritik Jeje sangat objektif demi kemajuan kualitas lini serang Timnas Indonesia di masa depan.

Gelombang komentar negatif pun membanjiri akun Jeje Corner, di mana para penggemar meminta Sananta untuk lebih fokus memperbaiki diri daripada berargumen. Situasi ini sempat memanas sebelum akhirnya Jeje memutuskan untuk meluruskan konteks pembicaraan mereka.

Jeje Tegaskan Hubungan Baik dengan Pemain Timnas Indonesia

Melihat situasi yang semakin memanas di kolom komentar, Jeje akhirnya memberikan pernyataan tambahan untuk meredam suasana. Ia meminta para suporter agar tidak terlalu serius menanggapi interaksi singkat tersebut karena ia dan Sananta sebenarnya memiliki hubungan yang sangat akrab.

Jeje menjelaskan bahwa komentar Ramadhan Sananta di TikTok tersebut kemungkinan besar hanyalah candaan antar teman lama. Ia mengimbau publik agar berhenti memperdebatkan masalah ini demi menjaga kondisi psikologis sang pemain yang masih dibutuhkan negara.

“Pada jangan terlalu serius ya tentang Sananta yang komentar di Jeje Corner. Karena kita juga saling kenal dan dia mungkin berniat bercanda,” jelas pria yang kini membela klub asal Brunei Darussalam, DPMM FC tersebut.

Ia juga menekankan bahwa perdebatan yang berlebihan di media sosial justru akan memberikan dampak buruk bagi perkembangan mental pemain profesional. Jeje berharap dukungan yang diberikan suporter tetap bersifat positif tanpa harus menjatuhkan martabat pemain secara personal.

Kejadian ini menjadi pengingat penting bagi para pemain profesional untuk lebih bijak dalam berinteraksi di ruang publik digital. Meski bertujuan bercanda, interpretasi netizen seringkali berbeda dan dapat menciptakan tekanan yang tidak perlu bagi keharmonisan tim nasional.