Uptodai.com - Ancaman degradasi Tottenham Hotspur kini menjadi kenyataan pahit yang harus dihadapi para pendukung The Lilywhites setelah kekalahan memilukan dalam derbi London Utara. Arsenal berhasil mempermalukan rival sekotanya tersebut pada laga yang berlangsung Minggu (22/2/2026), sekaligus memperpanjang tren negatif tim asuhan Igor Tudor.

Hasil minor ini membuat posisi Tottenham kian terjepit di papan bawah klasemen sementara Liga Inggris musim ini. Saat ini, klub asal London Utara tersebut hanya mengantongi selisih empat poin di atas zona merah yang sangat membahayakan posisi mereka. Performa buruk sepanjang tahun 2026 menjadi alasan utama mengapa klub sebesar Spurs harus berjuang menghindari kasta kedua.

Statistik mencatat bahwa Tottenham Hotspur belum pernah meraih satu pun kemenangan di kompetisi liga sejak memasuki awal tahun 2026. Jika menarik garis lebih jauh, mereka tercatat hanya mampu memenangkan dua pertandingan sejak akhir Oktober 2025 silam. Catatan kelam ini menunjukkan adanya masalah sistemik yang mendalam di dalam tubuh tim yang bermarkas di Tottenham Hotspur Stadium tersebut.

Krisis Cedera dan Tekanan Jadwal Padat

Pelatih interim Igor Tudor kini memikul beban berat untuk membangkitkan mentalitas para pemainnya di tengah badai cedera yang menghantam. Absennya pilar kreatif seperti Dejan Kulusevski dan James Maddison dalam waktu lama terbukti melumpuhkan lini serang mereka. Tanpa kehadiran dua pemain kunci tersebut, Spurs tampak kehilangan arah dan kesulitan membongkar pertahanan lawan yang bermain solid.

Kondisi tim semakin memprihatinkan karena mereka juga harus membagi fokus dengan kompetisi antarklub Eropa. Tottenham masih memiliki jadwal padat pada babak 16 besar Liga Champions yang menguras energi fisik serta mental para pemain. Igor Tudor dituntut untuk segera melahirkan ide-ide taktis baru demi menyelamatkan tim dari skenario terburuk, yakni terlempar ke divisi Championship.

Meskipun situasi tampak sangat gelap, mantan gelandang Spurs Danny Murphy tetap memberikan optimisme bagi mantan klubnya tersebut. Ia meyakini bahwa kualitas individu pemain Tottenham seharusnya cukup untuk membawa mereka keluar dari zona berbahaya. Murphy menegaskan bahwa pertandingan-pertandingan mendatang akan menjadi penentu nasib klub di masa depan.

Jadwal Krusial Penentu Nasib di Liga Inggris

Dalam sisa 11 pertandingan terakhir, Tottenham Hotspur akan menghadapi sejumlah laga hidup-mati melawan rival-rival di papan bawah. Mereka dijadwalkan bertandang ke markas Wolverhampton Wanderers yang juga tengah berjuang keras untuk bertahan. Selain itu, laga kandang melawan Crystal Palace, Brighton, Nottingham Forest, dan Leeds United menjadi harga mati yang wajib mereka menangkan.

Mantan bek sayap Tottenham, Stephen Kelly, menilai bahwa keberuntungan masih sedikit berpihak pada Spurs karena performa tim lain yang tak kalah buruk. Ia melihat ada beberapa tim di dasar klasemen yang memiliki kualitas jauh di bawah Tottenham dan sulit untuk bangkit. Namun, Kelly memperingatkan agar Spurs tidak jemawa dan segera memperbaiki penyelesaian akhir mereka yang sangat tumpul.

Kini, seluruh mata tertuju pada bagaimana Igor Tudor meramu strategi dalam menghadapi sisa musim yang sangat krusial ini. Jika tidak segera berbenah, sejarah kelam degradasi bisa saja menghampiri salah satu klub raksasa London ini. Dukungan penuh dari suporter di stadion diharapkan mampu menjadi pemain ke-12 yang memberikan suntikan motivasi bagi para pemain di lapangan.