Uptodai.com - Kekalahan Juventus dari Como dengan skor telak 0-2 dalam lanjutan Liga Italia memicu gelombang kemarahan luar biasa dari berbagai media olahraga ternama di Negeri Pizza. Hasil memalukan ini tidak hanya sekadar kehilangan tiga poin krusial, tetapi juga dianggap sebagai sinyal runtuhnya mentalitas juara klub berjuluk Si Nyonya Tua tersebut.

Publik Turin kini harus menelan pil pahit melihat tim kesayangan mereka tampil tanpa arah di hadapan pendukung sendiri. Performa yang merosot tajam ini membuat posisi Juventus di zona kompetisi Eropa semakin terancam oleh para pesaing terdekatnya yang terus mengintai.

Rentetan Hasil Buruk yang Mengkhawatirkan

Kondisi internal Juventus saat ini benar-benar berada di titik nadir setelah mencatatkan statistik yang sangat mengecewakan. Tim asuhan Luciano Spalletti tercatat sudah menelan tiga kekalahan beruntun di semua kompetisi tanpa satu pun kemenangan dalam lima laga terakhir.

Lini pertahanan mereka juga menjadi sorotan utama karena sudah kebobolan sebanyak 15 gol dalam periode singkat tersebut. Angka ini menunjukkan betapa rapuhnya koordinasi antar pemain belakang yang biasanya menjadi kekuatan utama Bianconeri selama bertahun-tahun.

Akibat hasil negatif ini, Juventus masih tertahan di posisi kelima klasemen sementara dengan koleksi 46 poin dari 26 pertandingan. Mereka kini berada dalam tekanan besar karena AS Roma yang menghuni peringkat keempat berpotensi memperlebar jarak poin jika berhasil mengalahkan Cremonese.

Sorotan Tajam Media Italia untuk Luciano Spalletti

Media terkemuka La Gazzetta dello Sport memberikan ulasan yang sangat pedas terkait situasi yang sedang menimpa Juventus. Surat kabar yang dikenal dengan sebutan Pink Paper itu menilai kekalahan di Liga Champions tengah pekan lalu seharusnya menjadi peringatan, namun Juventus justru semakin terpuruk.

Mereka menyoroti kontras performa yang sangat jauh antara saat melawan Inter Milan di Derby d’Italia dengan laga kontra Como. Media tersebut bahkan mengibaratkan delapan hari setelah derby terasa seperti “delapan bulan” karena penurunan kualitas permainan yang sangat drastis.

Kritik serupa juga datang dari Corriere dello Sport yang menilai Juventus bermain tanpa identitas dan kehilangan karakter di lapangan. Mereka mengingatkan kembali pernyataan Spalletti yang menyebut timnya mundur tiga langkah, namun kini kemunduran itu dianggap sudah dua kali lipat lebih parah.

Rapuhnya Lini Pertahanan dan Performa Michele Di Gregorio

Selain strategi pelatih, performa individu pemain juga tidak luput dari kecaman, terutama kiper Michele Di Gregorio yang tampil di bawah standar. Ia dianggap bertanggung jawab atas gol pembuka dari Mergim Vojvoda karena posisinya yang kurang tepat saat mengantisipasi bola pantul.

Media berbasis Turin, Tuttosport, bahkan hanya memberikan nilai 4/10 untuk penampilan sang penjaga gawang sepanjang pertandingan berlangsung. Mereka menegaskan bahwa kesalahan-kesalahan yang dilakukan Di Gregorio sangat tidak bisa diterima untuk standar kompetisi kasta tertinggi seperti Serie A.

Krisis yang dialami Juventus saat ini disebut-sebut sebagai dampak langsung dari kebijakan manajemen yang dinilai kurang efektif dalam bursa transfer. Jika tren negatif ini terus berlanjut, masa depan Luciano Spalletti di kursi kepelatihan Turin diprediksi akan segera berakhir sebelum musim kompetisi tuntas.