Uptodai.com - Kritik Ivan Kolev soal pemain naturalisasi kembali mencuat di tengah transformasi besar yang sedang dialami oleh Skuad Garuda saat ini. Mantan pelatih berkebangsaan Bulgaria tersebut memberikan pandangan jujur mengenai arah kebijakan komposisi pemain yang kini didominasi oleh wajah-wajah keturunan.

Ivan Kolev bukanlah sosok asing bagi para pecinta sepak bola di tanah air karena pernah menakhodai Timnas Indonesia dalam dua periode berbeda. Ia tercatat memimpin tim nasional pada tahun 2002-2004 serta kembali lagi pada tahun 2007 untuk ajang Piala Asia.

Dalam sebuah wawancara terbaru dengan media Bulgaria, DSport.bg, Kolev membagikan pengalamannya selama berkarier di Indonesia. Momen ini bertepatan dengan rencana kedatangan Timnas Bulgaria ke Jakarta untuk mengikuti ajang FIFA Series 2026 pada akhir Maret mendatang.

Ivan Kolev dan Filosofi Pemain Binaan Lokal

Selama menangani Skuad Garuda, Kolev dikenal sebagai pelatih yang sangat percaya pada kemampuan pemain hasil didikan liga domestik. Ia menegaskan bahwa pada eranya, penggunaan pemain naturalisasi adalah pilihan yang sangat ia batasi demi menjaga ruang bagi talenta asli Indonesia.

Menurutnya, memberikan jam terbang kepada pemain lokal merupakan investasi jangka panjang yang tidak bisa ditawar. Kolev percaya bahwa atmosfer sepak bola Indonesia akan lebih hidup jika para pemain dari klub-klub lokal mendapatkan panggung utama di level internasional.

Pengalaman panjangnya melatih klub-klub besar seperti Persija Jakarta, Mitra Kukar, hingga Sriwijaya FC memperkuat keyakinannya tersebut. Ia melihat secara langsung bagaimana potensi besar anak-anak muda Indonesia jika diberikan pembinaan yang tepat dan berkelanjutan.

Tantangan Membandingkan Dua Era Berbeda

Ketika ditanya mengenai perbedaan mencolok antara Timnas Indonesia eranya dengan era kepelatihan sekarang, Kolev mengaku sulit untuk memberikan penilaian objektif. Ia merasa setiap zaman memiliki tantangan dan dinamika sepak bola yang sangat berbeda satu sama lain.

“Sulit bagi saya untuk membandingkan kondisi saat ini dengan masa ketika saya masih menjabat dulu,” ujar pelatih berusia 68 tahun tersebut. Meskipun begitu, ia tetap pada pendiriannya bahwa talenta lokal sepak bola Indonesia harus selalu mendapatkan prioritas utama dalam skema tim.

Kolev menyoroti bahwa ketergantungan yang terlalu tinggi pada pemain naturalisasi bisa berdampak pada motivasi pemain muda di akademi lokal. Ia khawatir regenerasi pemain dari kompetisi internal akan terhambat jika pintu bagi pemain keturunan dibuka terlalu lebar tanpa kontrol.

Menanti Dampak Kebijakan Naturalisasi Skuad Garuda

Komentar Kolev ini muncul di saat PSSI memang tengah gencar melakukan program naturalisasi untuk mendongkrak prestasi tim di kancah Asia. Banyak pihak menilai langkah ini sebagai jalan pintas yang diperlukan, namun Kolev mengingatkan pentingnya keseimbangan dengan pembinaan akar rumput.

Baginya, keberhasilan sebuah tim nasional tidak hanya diukur dari kemenangan instan, tetapi juga dari seberapa banyak pemain lokal yang mampu bersaing. Ia berharap pemain binaan liga domestik tetap memiliki kesempatan yang adil untuk membela merah putih di turnamen resmi.

Kehadiran Timnas Bulgaria di Jakarta nanti diharapkan menjadi momentum bagi publik sepak bola nasional untuk melihat perbandingan kualitas tim. Ivan Kolev pun berharap Indonesia bisa terus berkembang tanpa melupakan identitas dan potensi besar yang dimiliki oleh anak-anak bangsa sendiri.